
Adrian baru saja pulang dari rumah sakit usai menjenguk teman dekatnya, Revin, yang baru mengalami kecelakaan bersama Dante, uncle-nya.
"Adrian tidak salah 'kan, Uncle?"
"Sebaiknya jangan seperti itu lagi. Tidak semua orang suka dengan ucapan kamu. Takutnya ada yang tidak terima, lalu mereka berniat jahat terhadapmu,"
Jhico memberi nasihat setelah Adrian protes pada kedua orangtua Revin karena lalai dalam memberi kasih sayang untuk Revin. Mereka lebih suka berada di luar ruang perawatan Revin padahal Revin sedang membutuhkan dukungan. Sikap mereka berbanding terbalik dengan yang Ia terima selama ini dari Lovi dan Devan. Ketika Ia dan Andrean masuk rumah sakit setelah jatuh dari tangga di momen ulang tahun mereka, baik Lovi maupun Devan, tidak pernah sekalipun meninggalkan Andrean dan Adrian. Sampai akhirnya Lovi tumbang dan Devan tetap setia menemani kedua anaknya dalam menghadapi rasa sakit.
Ibunya Revin malah makan di luar sementara Revin belum tentu sudah makan. Dan ayahnya pergi ke rumah dengan dalih mengambil pakaian Revin dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah sakit. Memang tidak ada yang bisa diandalkan untuk melakukan itu? di rumah Revin, isinya bukan hanya Revin dan kedua orangtuanya.
Saat Adrian, Jhico, dan Riyon sampai di ruangan itu, Revin terlihat melamun, menatap langit-langit di atasnya. Sementara Dante yang berbaring di bangsal sebelah Revin sedang lelap dalam tidurnya.
******
"Bagaimana kondisi Revin?"
"Lukanya tidak terlalu parah, Mom. Tidak sampai dijahit seperti Adrian dulu,"
__ADS_1
"Syukurlah, Semoga Revin cepat pulih,"
"Iya, karena Adrian kasihan melihat Revin,"
Lovi menarik selimut untuk membalut tubuh putranya. Dan membiarkan Adrian bercerita lagi.
"Kasihan kenapa?"
"Dia sakit sendiri, tidak ada yang memperhatikan,"
"Ibunya Revin makan sendiri padahal Adrian yakin Revin belum makan. Ia makan di kantin rumah sakit, Mom, sementara Revin sedang kesakitan. Lalu ayahnya juga pergi dengan alasan mengambil baju di rumah. Itu membuat Adrian kesal, padahal bukan Adrian yang ada di posisi Revin,"
Lovi mengusap rambut lebat putranya. Ia menyuruh Adrian untuk segera tidur. Sebenarnya saat Jhico mengantar anak itu ke mansion, Adrian sudah dalam keadaan tertidur dan Jhico yang membawanya masuk ke dalam mansion karena Devan sedang sibuk menggantikan popok Auristella dan Lovi tengah menemani Andrean tidur karena anak itu sering mengigau di awal tidurnya bila sedang sakit.
*****
"Hari ini Adrian ada pertandingan. Daddy harus datang, ya."
__ADS_1
"Pasti, Sayang. Tapi Daddy harus bekerja dulu, setelah itu menyaksikan kamu bertanding di sekolah,"
Itulah sepenggal percakapan sebelum Ia berangkat sekolah. Janji Devan yang berhasil membuat semangat Adrian hadir lagi setelah mendapat keputusan dari kedua orangtuanya bahwa Andrean terpaksa tidak bisa mengikuti pertandingan yang sama dengan Adrian karena Ia sakit. Bahkan semalam Andrean mengalami epistaksis sehingga Lovi benar-benar tidak bisa tidur lelap karena khawatir. Beruntung darah yang keluar dari hidungnya tidak begitu banyak dan hanya berlangsung sebentar.
Sekalipun Lovi ada di sini memberinya dukungan, tapi kehadiran Devan tetap berarti. Sayangnya, sampai di detik Ia akan memasuki lapangan, Devan belum juga menampakkan dirinya. Adrian menatap penuh ingin pada semua temannya yang diberi pelukan semangat dari kedua orangtua mereka. Sementara Ia hanya mendapatkan itu dari Lovi. Devan tidak menepati janjinya.
"Daddy jahat, Mom. Daddy tidak ada di sini,"
Lovi pun panik menunggu kedatangan suaminya. Sejak tadi Ia terus menghubungi Devan. Namun tetap tidak ada jawaban.
Ia menyayangkan sikap Devan kali ini. Seharusnya bila memang dirasa tidak bisa melakukan apa yang diucapkan, jangan memberi harapan yang besar. Adrian benar-benar menginginkan Devan di dekatnya lalu menyoraki kata-kata penuh semangat agar Ia semakin gigih dalam menampilkan yang terbaik.
---------
SELAMAT MALAM RABU SEMUANYAAA. RAMEIN KOMEN SKUY! KALIAN NGUMPET MULUWW :( JANGAN LUPA SUMBANG VOTE SAMA LIKE😁
__ADS_1