
"Dimana anak yang suka marah-marah itu? Coba marahi Grandpa sekarang,"
Devan melirik anaknya yang kini malah meringkuk dalam pelukan setelah mendengar kalimat Raihan yang menantangnya. Adrian memang lebih merasa segan dengan kakeknya daripada ayahnya sendiri. Ia hanya takut kalau Devan sudah marah baik dengan nada datar maupun membentak. Berbeda kalau dengan Raihan. Kakeknya itu selalu berbicara santai, tapi membuat tubuhnya merinding. Persis seperti orang lain ketika mencari masalah dengan Raihan.
"Dimana dia, Andrean?" Raihan tahu kalau cucunya yang bungsu itu sedang mendengarkannya. Ia menunggu wajah Adrian timbul di layar, paling tidak suaranya.
"Ini lagi mencari perlindungan, Grandpa." Lovi mendapat pelototan tajam dari Adrian. Devan meraup wajah anaknya dengan gemas. Bisa-bisanya anak usia empat tahun melotot seperti itu dengan wanita yang melahirkannya.
"Oh lagi bersembunyi? Tadi marah, kenapa sekarang malah--"
"Jahat juga dengan Mommynya, Grandpa." Devan ikut melapor kelakuan anaknya. Tersenyum puas saat Adrian melepas pelukannya. Anak itu membanting tubuh di ranjang yang jauh dari Andrean. Mereka berada di kedua ujung ranjang.
"Kalau masih nakal seperti itu, besok Grandpa jemput. Tidak ada liburan untuk anak yang nakal,"
Andrean melirik adiknya yang kini memunggungi. Devan dan Lovi saling berpandangan. Pasti Adrian sedang menangis. Punggungnya bergetar namun suara isakannya tidak terdengar sama sekali. Mungkin takut didengar oleh kakeknya yang masih sigap menginterogasi.
"Sudah, kasihan dia." Suara Rena terdengar membela cucu bungsunya. Devan dan Lovi yang berdiri di tepi ranjang dekat Andrean melihat Rena yang berusaha merebut ponsel Raihan.
"Biarkan, memang harus seperti itu supaya tidak keras kepala. Kalau sudah besar, semakin sulit diajarkan,"
__ADS_1
"Tapi kasihan, Pa. Devan juga begitu dulu. Wajar saja kalau anaknya mengikuti," Vanilla menimpali. Keponakan yang selalu membuat suasana hatinya membaik sedang disudutkan sekarang.
Rena menyerah saat tidak diberi akses untuk memegang ponsel suaminya. Raihan kembali fokus menatap layar. Andrean terlihat tegang. Padahal bukan dia yang sedang membuat masalah. Ia juga merasa kasihan dengan adiknya. Raihan sangat jarang marah. Walaupun tidak ada nada keras sama sekali, tapi siapapun pasti tahu kalau saat ini Raihan tengah menunjukkan sisi garangnya.
"Grandpa yakin anak nakal itu masih mendengar suara Grandpa. Sekali lagi kalau sulit untuk diatur, Grandpa jemput. Tidak boleh liburan!"
****
Sesuai ucapan Devan tadi. Sore ini mereka bangun dari tidur dan langsung bersiap untuk pergi. Mereka jauh lebih segar dari sebelumnya. Siap untuk keluar dari hotel.
"Daddy, Adrian sudah tampan?"
"Asyik, siap bertemu yang cantik-cantik,"
"Aish! Apa-apaan kamu? Ingat tidak kata Grandpa tadi---"
"Kata Grandpa, kalau nakal akan dijemput. Bukan kalau genit," Dia sudah tahu kalau dirinya sendiri genit. Siapa yang mengajarkan? dan kapan dia mempelajarinya?
"Astaga,"
__ADS_1
Percakapan konyol itu berlangsung beberapa saat setelah Adrian siap dengan penampilannya. Lovi membantu anak kembarnya untuk berpakaian. Devan dan kedua anak laki-lakinya kompak mengenakan Cargo short pants yang menambah kesan kasual mereka untuk sore ini.
Yakin ingin menonton saja? mainnya kapan?"
"Iya, sekarang nonton dulu, Dad. Besok main,"
"Ck! Adrian maunya main dulu di wahana apa itu namanya, Dad? Adrian lupa,"
Terjadi perdebatan karena perbedaan selera. Andrean yang suka menonton, pasti lebih memilih untuk pergi ke bioskop. Sementara Adrian yang hobi bermain, tentulah memilih untuk pergi ke tempat bermain.
"Kidz*nia,"
"Iya itu!"
"Ya sudah tidak perlu tarik urat begitu," Lovi menenangkan anak bungsunya yang berteriak membenarkan ucapan sang ayah. Urat di lehernya sampai menonjol karena terlalu bersemangat.
Mereka sangat jarang mengunjungi KidZ*nia karena jaraknya yang lumayan jauh untuk sampai di Texas. Di banyak pusat perbelanjaan Manhattan memiliki wahana bermain dengan nama yang berbeda. Fasilitasnya sama dan tujuan didirikannya juga tak jauh berbeda. Untuk menciptakan dunia yang ideal untuk anak-anak.
-----
__ADS_1
Betewe eniwe baswe dr kmrn itu byk yg mau ceritanya si Adrian&Adrina. Kelean itu shipper mereka ya? kan maen si duo Adri dah punya shipper 🤣