My Cruel Husband

My Cruel Husband
Kerja sama yang baik


__ADS_3

"Lov, aku pergi dulu ya? kamu mau jalan-jalan sendiri atau tunggu aku saja?"


Di hari kedua Devan dan Lovi berada di London, pagi-paginya Devan sudah siap untuk menghadiri pertemuan lagi. Ia berusaha semaksimal mungkin dalam menggunakan waktu yang ada untuk terus bekerja. Barangkali bisa pulang lebih cepat dari perkiraan.


Lovi sedang meneguk air minum. Sejak kedatangan mereka, Lovi merasakan sakit di perutnya. Devan sempat membawa istrinya ke rumah sakit untuk diperiksa dan hasilnya tidak ada yang salah. Lovi hanya sedang mengalami konstipasi dan diharuskan banyak minum air putih.


"Tunggu kamu saja," jawab Lovi. Devan sudah bersiap keluar. Tapi sebelumnya, Ia menyempatkan diri untuk memberi kecupan di kening Lovi, hal yang tidak pernah Ia lewatkan.


"Hati-hati ya," pesan lelaki itu pada istrinya.


*****


Lucas bukan hanya berani menampilkan dirinya di hadapan Devan. Ia ingin sekali menemui cucu-cucunya.


Rupanya Lucas sudah masuk ke dalam list orang yang dipantau oleh orang suruhan Raihan karena dianggap mengganggu kenyamanan keluarga.


Tapi setelah diselidiki lebih dalam, akhirnya Raihan tahu tujuan Lucas datang kedalam hidup Devan sejak beberapa waktu lalu.


Lucas masuk ke dalam ruangan Raihan setelah melewati beberapa lapis penjagaan. Raihan mempersilahkan lelaki itu untuk duduk.


"Tidak perlu awalan, aku hanya ingin tahu dari mulutmu sendiri, apa tujuanmu datang ke sini?"


"Aku ingin melihat cucuku, sebentar saja."


"Jadi benar bahwa kau adalah orangtua Lovi?" sekali lagi Raihan memastikan bahwa hasil penyelidikan detektifnya adalah sebuah kebenaran.


"Benar, aku baru saja keluar dari dalam penjara. Maaf, aku lancang masuk ke dalam hidup kalian,"


Raihan menggeleng tidak membenarkan. Ia tahu betul bagaimana perasaan Lucas. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengan putrinya, lalu mendapat kabar bahwa Lovi sudah menikah, pasti ada keinginan untuk melihat bagaimana hidup Lovi sekarang.


"Anda datang bukan untuk melakukan sesuatu yang buruk?"


"Tidak, aku sudah bersyukur dengan hidupku yang sekarang,"


Lucas tahu betul makna dari pertanyaan Raihan. Semua orang pasti mengira bahwa Ia akan menjadi penjilat. Karena dulu, Ia adalah orang yang begitu jahat kemudian sekarang datang menghampiri Lovi yang sudah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Semuanya sudah dimiliki oleh Lovi. Tidak heran kalau Raihan beranggapan bahwa Lucas akan melakukan sesuatu yang berbahaya demi merebut apa yang sudah menjadi milik Lovi.


"Nanti sore kau bisa datang untuk bertemu dengan Andrean, Adrian, dan Auristella."

__ADS_1


******


Queen Mary's garden adalah taman bunga mawar di London yang menyuguhkan suasana romantis dengan lebih dari dua belas ribu koleksi bunga mawar yang beragam bentuk dan jenisnya.


Lovi memilih tempat itu untuk relaksasi pikirannya. Ia dan Devan menikmati pemandangan yang begitu menawan itu seraya menyantap makanan di kafe yang ada di Queen marry's garden.


"Auris pasti senang kalau dibawa ke sini,"


"Iya, dia begitu menyukai bunga,"


"Tapi kalau Adrian, sudah bisa dipastikan cepat-cepat minta pulang. Dia lebih suka wahana bermain daripada melihat pemandangan cantik ini,"


Lovi dan Devan sedang membayangkan kalau ketiga anak mereka ikut merasakan suasana di sana. Pasti akan sangat menyenangkan walaupun mereka berbeda selera tempat.


Adrian dan Andrean memang kurang menyukai tempat-tempat yang cantik seperti ini. Apa lagi kalau diajak berfoto, pasti ada saja alasannya. Kalau mengunjungi wahana bermain, akan beda cerita. Diminta foto oleh Lovi ratusan kali juga tidak akan masalah.


"Nanti malam mau pergi ke tower bridge?"


"Mau!"


Sudah lama sekali Devan tidak melihat istrinya mengeluarkan rengekan seperti tadi. Masih menggemaskan seperti dulu.


Hari ini sekolah Adrian mengadakan lomba kebersihan kelas dalam rangka merayakan ulang tahun sekolah.


Semua anak begitu semangat dalam berpartisipasi. Mereka bahu membahu menjadikan kelas bersih tanpa kotoran sedikitpun.


Adrian tengah mengganti taplak meja. Thalia menawarkan diri untuk membantu Adrian yang tampak kesulitan mengatur posisi taplak agar tepat.


Adrian menerima tawaran itu. Ia dan Thalia akhirnya bekerja sama untuk mempercantik meja guru. Sementara yang lain juga berbagi tugas.


Andrean dan Revin sibuk membuat dinding menjadi bersih dan indah dengan hiasan yang menarik.


"Andrean, aku bantu ya?"


"Ini sudah hampir selesai,"


Adrina menghentak kakinya kesal. Matanya melirik Adrian dan Thalia yang tampak begitu akrab, sesekali mereka tertawa karena melihat hasilnya tidak menarik.

__ADS_1


Entah mengapa Adrina kesal melihat Adrian semakin berteman dekat dengan Thalia. Ia sudah jarang mengganggu Adrina lagi. Apa karena Ia yang menghindari Adrian lebih dulu? ck! padahal Ia melakukan itu karena merasa tidak dipedulikan lagi oleh Adrian. Adrina seperti kehilangan sahabatnya.


"Kamu jangan diam saja. Bantu juga!" seru Adrian menyentak lamunan Adrina.


"Tugasku sudah selesai,"


"Apa yang kamu kerjakan?"


"Menata tanaman itu," tangan kecil Adrina menunjuk tanaman-tanaman hias yang berada di ujung ruang kelas bagian depan.


"Bantu yang lain!"


"Tidak, kenapa menyuruhku begitu?! memang kamu siapa?!"


"Aku ketua kelas. Berani membantah?"


"Hey, Adrian. Bisa tidak bertengkar sehari saja?!"


"Dia membuatku kesal," bela dirinya saat Andrean bertanya tegas.


"Jabatan tidak boleh menjadikan kamu arogan. Itu tidak baik,"


"Hmmm, okay."


Adrina menjulurkan lidahnya pada Adrian. Tapi anak kedua Lovi dan Devan tidak menanggapinya lagi. Ia malas mendengar nasihat Andrean.


"Sudah selesai, Adrian. Bagus hasilnya,"


"Tentu saja. Ini berkat kerja sama kita,"


kedua anak kecil itu merasa bangga karena berhasil membuat meja guru lebih sedap dipandang mata.


Adrina mencibir, menirukan gaya bicara Adrian dengan gayanya yang konyol. Thalia menatap Adrina dengan pandangan aneh.


"Biar saja, Thalia. Dia memang seperti itu, makanya Andrean tidak pernah mau berteman dengan dia. Anaknya menyebalkan," Adrian berbicara pada teman seperjuangannya tadi.


Wajah cantik Adrina merah menahan kesal. Mulut kecilnya menggeram lucu seraya menunjukkan kepalan tangannya pada Adrian.

__ADS_1


--------


__ADS_2