My Cruel Husband

My Cruel Husband
Tiba lalu cari masalah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh empat jam, Devan, Lovi dan kedua anak mereka memijakkan kaki di negara yang penuh dengan keindahan alam serta budayanya itu.


Ini adalah kali pertama untuk mereka berlibur di negara asia tenggara yang juga menjadi salah satu negara terbesar di dunia dengan banyaknya jumlah penduduk yang tidak main-main.


Rasa excited sudah ada sejak pesawat landing di bandara Soekarno Hatta. Bahkan lima jam sebelum landing, kedua anak kembar itu sudah tidak bisa lagi menuruti kata sang ayah yang menyuruh mereka untuk memejamkan mata.


Adrian berlarian keluar dari wilayah bandara. Devan kewalahan menghadapi anaknya yang liar ini. Seperti singa yang baru lepas dari kandangnya saja. Lovi tak bisa mengejarnya karena perutnya sudah mulai membuat Ia kesulitan bergerak. Devan harus ekstra menjaga singa kecilnya itu.


"Daddy masukkan ke kebun binatang kalau kamu tidak bisa diam seperti ini," ancamnya saat berhasil membawa Adrian dalam gendongan. Itu lebih aman dari pada Ia dibiarkan berjalan sendirian. Devan menghampiri Istri dan anak sulungnya yang sedang menunggu kedatangan supir. Fino, adalah seorang lelaki yang akan menjadi tour guide mereka selama di Indonesia. Fino pernah menjadi salah satu karyawan Devan yang terpaksa undur diri karena keputusan ayahnya yang menjadikan dia sebagai direktur perusaan travel miliknya. Devan tentu menggunakan jasa travel itu dengan senang hati. Mengingat rekam jejak Fino pun sangat patut diacungi jempol. Lelaki itu selalu menampilkan etos kerja yang baik sehingga Devan selalu percaya padanya.


Dan Fino pun rela turun tangan melayani mantan bossnya. Ia tidak membiarkan bawahannya untuk menangani Devan dan keluarga kecilnya. Ia sendiri yang akan menjadi penunjuk arah untuk Devan selama berlibur di Indonesia. Perjalanan liburan mereka kali ini diawali dari Jakarta, setelah itu, Yogyakarta, Bali, dan yang terakhir adalah Lombok. Adrian dan Andrean tidak sabar memasuki kota-kota mengagumkan itu. Ketika Devan survey, mereka yang memilihnya. Sehingga Devan tinggal menyetujui tanpa protes. Begitupun dengan Lovi yang setuju saja walaupun sebenarnya liburan ini ditujukan untuknya yang sedang hamil. Seperti kata Devan, Babymoon.

__ADS_1


****


Mereka menginap di salah satu hotel bintang lima yang ada di Jakarta. Lokasi yang strategis, dekat dengan wahana permainan anak, perawatan spa untuk Istrinya, bioskop, juga pusat perbelanjaan, adalah salah satu faktor yang membuat Devan memantapkan pilihan untuk menginap di sana selama tiga hari.


Devan memaksa anak bungsunya untuk masuk ke dalam ruangan hotel yang sudah direservasinya. Di koridor, Ia melonjak-lonjak kesal karena Devan tidak menuruti keinginannya bermain di lapangan golf. Yang benar saja dia?! Baru sampai lalu ingin bermain golf. Huh, Bukannya liburan, Devan malah semakin stress karena anaknya ini.


Setelah masuk ke dalam dan pintunya dikunci oleh sang ayah, Adrian berteriak nyaring. Wajahnya memerah dengan tatapan tajam menghunus Devan.


"Kenapa lagi, Adrian?" Lovi menghampiri anaknya yang kini menghajar Devan dengan membabi buta. Dipukulnya perut kokoh milik Devan. Devan membiarkan saja anaknya itu berulah. Lagi pula pukulan itu tidak ada rasanya. Ia menatap Lovi yang kini berjongkok mendekati anak bungsunya.


Baru menyelesaikan penerbangan yang menghabiskan waktu hampir seharian rupanya tidak membuat Adrian lelah. Padahal seharusnya anak seusianya sudah tidur tidak berdaya bukannya memikirkan main di lapangan golf.

__ADS_1


"Besok saja olahraganya. Sekarang kita istirahat, nanti sore kita jalan-jalan. Iya, kan, Dad?" Lovi mengangkat kepalanya menatap Devan yang masih berdiri. Lovi tahu betul suaminya ini sedang kesal sekarang. Namun terlihat sekali kalau Ia berusaha menahannya. Lovi ingat betapa kejamnya sosok Devan di masa lalu. Tidak ada kesabaran sama sekali, dan tidak ada ampun bagi orang yang menentangnya. Saat ini, di matanya Devan sudah sedikit berubah menjadi lebih baik. Walaupun sikap arogannya masih ada.


"Ya, besok kita ke sana. Daddy juga mau main golf,"


"ADRIAN MAU SEKARANG! CEPAT BUKA PINTUNYA, ADRIAN MAU MAIN GOLF!"


Devan menangkap pergelangan tangan anaknya yang ingin memberi serangan di wajah tampannya. Salah Devan juga, kenapa malah ikut merendahkan tubuh seperti Lovi. Hal itu memudahkan Adrian dalam menumpahkan rasa kesalnya. Apapun yang ada di depan mata, akan Ia hajar.


Andrean, si sulung yang tenang malah sudah berbaring di ranjangnya. Setelah melepas sepatu, Ia langsung menenggelamkan tubuh kecilnya dalam kenyamanan yang membuatnya terlena hingga perlahan menutup mata.


-------

__ADS_1


Andrean be like : "Serah lu dah Drian. Lu ngambek, gue molorrrr. BHAAYY"


HELAWWW ONTY-ONTY ONLENNYA MA TWINS. GIMANA KABARNYA HR INI? SEMOGA BAIK DAN SEHAT SELALU YAAA. ORG NEW NORMAL, W MAH MSH SANTUY DI RUMAH. KELEAN GMN? MSH JD KAUM REBAHAN? KL MSH, KITA SEFREKUENSI BRATI🤣🤣


__ADS_2