
Sesuai rencananya, pagi ini Devan mulai bekerja kembali. Adrian membuat drama lagi hari ini. Ia memaksa ingin ikut dengan Devan ke kantor. Setelah diberi tahu dengan tegas oleh Lovi, Ia tetap pada prinsipnya yang ingin membuat Devan sakit kepala di kantor.
Akhirnya Devan mengangguk pasrah. Lalu membiarkan anaknya memasuki mobil. Andrean tetap di rumah, katanya ingin menjaga Mommy.
Dengan riang Ia menggenggam tangan ayahnya, memasuki gedung perusahaan yang sudah beberapa hari Devan tinggalkan.
Para karyawan dan staff memandang Adrian dengan takjub. Masih kecil namun auranya benar-benar memikat. Ia membalas senyum para perempuan yang menyapanya hingga Devan mendengus.
"Tidak usah tebar pesona seperti itu. Memang kamu tampan?"
Adrian melepas tangan Devan dengan kesal dan hampir saja Ia menabrak alat pengepel lantai kalau Devan tidak buru-buru menarik lagi tangan anaknya.
"Maaf ya," anak itu tersenyum pada cleaning service yang bekerja. Ia mengangguk dan menunduk segan ketika melihat lelaki yang berdiri di samping Adrian.
"Jangan berbuat ulah di sini, Sayang."
Devan menunduk singkat untuk berbicara seperti itu pada Adrian yang membuang wajahnya dengan gaya pongah.
"Tidak biasanya Boss membawa anaknya,"
"Tidak kalah tampan ya? Kalau dia sudah besar, aku mau menjadi istrinya."
"Tidak heran, ayahnya juga sangat tampan,"
Mereka mengucapkannya dengan pelan namun Devan dan Adrian bisa mendengarnya. Devan hanya mampu menghela napas pelan. Menjadi pusat perhatian oleh para wanita bukan gaya Devan saat ini. Karena cukup Lovi saja yang tertarik padanya. Berbeda dengan Adrian yang memang sudah terlampau percaya diri.
***
__ADS_1
"Daddy rapat dulu ya. Kamu diam di sini. Jangan keluar! Nanti Daddy kunci pintunya,"
Adrian langsung bangkit dari sofa yang menjadi tempat berbaringnya. Ia menghentak kaki kesal dan menatap Devan tidak terima.
"Jangan dikunci! Memangnya Adrian kucing?"
Devan menghela bahu acuh. Dia bahkan lebih nakal daripada kucing. Tidak sadar?
Devan merapihkan berkas-berkas yang diperlukan untuk rapat nanti. Mengacuhkan protesan anaknya yang sudah berbaring di atas sofa seraya merengek.
"Daddy jangan dikunci pintunya. Adrian tidak mau,"
Devan berjalan mendekati anaknya. Dengan lembut Ia membuat Adrian terduduk. Ia mengusap kepala Adrian lalu menyematkan kecupan di keningnya.
"Daddy tidak akan menguncimu di sini. Ada yang menjagamu di luar. Jangan macam-macam!"
"Jangan nakal ya? Adrian diam di sini sampai Daddy kembali,"
***
"Kenapa anda yakin dengan proyek ini? Aku khawatir hasilnya nanti tidak menutupi biaya pembangunan,"
"Harga yang ditawarkan tidak terlalu tinggi dengan fasilitas yang memadai. Pekerja dengan gaji rata-rata menengah sampai ke bawah pun bisa menikmatinya,"
Proyek pembangunan komplek perumahan yang digalangi oleh Devan sedang berada di tahap persiapan. Segalanya sudah sempurna hanya tinggal pembangunan lalu dilaunching. Namun tiba-tiba saja beberapa dari mereka ada yang terlihat ragu padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan.
"Aku--"
__ADS_1
"Daddy, Adrian mau pulang saja. Mau tidur,"
Semua mata memandang ke arah pintu dimana seorang anak tengah berdiri dengan tampang suntuknya. Mata sayu dan rambut yang berantakan.
Devan menghela napas pelan. Selalu saja membantah. Adrian... Adrian.
"Siapa yang memintamu untuk ikut ke sini, Sayang?" Devan bergumam, Ia menengadahkan kepalanya ke atas seraya menghela napas keras.
Kalau bukan anak, sudah Devan usir dengan kejam dia. Huh!
Devan memandang semua rekan kerjanya. Mereka semua tampak maklum. Memang begitu risikonya membawa anak ke kantor.
"Aku permisi sebentar,"
"Ya silahkan,"
Devan berjalan cepat ke arah anak itu. Setelahnya Ia menutup pintu dengan pelan. Ia menatap tajam penjaga ruangan yang berbadan kekar.
"Kamu tidak bisa menahan anak sekecil ini? Tidak malu dengan badanmu?"
Terlampau kesal sampai-sampai orang lain yang menjadi sasaran Devan.
Lelaki yang baru saja terkena semburan lahar panas dari mulut Devan belum sempat mengeluarkan pembelaannya karena Devan sudah membawa sang anak kembali ke ruangannya.
------
Kl ada bocah model kek Adrian di kehidupan nyata, kira" mo kalian apain? karungin, keroyokin, apa sayangin?😂😂JGN LUPA TINGGALKAN JEJAK BEB ;)
__ADS_1