My Cruel Husband

My Cruel Husband
Cemburu


__ADS_3

Keheningan memenuhi mobil yang dikendarai Devan. Sepanjang perjalanan hanya Andrean dan Adrian yang mendominasi percakapan.


"Nanti Daddy tunggu kita sampai selesai?"


Tanpa perlu berpikir Devan langsung mengangguk. Ia tersenyum sekilas pada Andrean yang kini menolehkan kepalanya ke kursi belakang.


"Mommy juga?"


Setelah sekian lama terjadi perdebatan, akhirnya Lovi menyetujui keinginan anaknya untuk diantar oleh Devan dan juga dengannya ke sekolah sepak bola mereka.


Namun sepertinya keinginan Andrean kali ini tidak bisa lagi dipenuhinya. Kebersamaannya dengan Devan akan semakin lama. Dan Lovi tidak nyaman.


"Iya, Mommy juga."


Devan menatap Lovi melalui kaca di atas kepalanya. Lelaki itu tersenyum geli menatap mantan istrinya yang melayangkan tatapan protes.


"Apa-apaan kamu?!" Lovi menahan suaranya agar tetap tenang.


Rasanya Lovi ingin sekali menarik telinga lelaki di depannya ini. Mengingat posisinya begitu memudahkan Ia untuk melakukannya.


"Jangan pekerjaan lagi yang menjadi alasanmu. Kamu harus ingat sayang, aku bisa melakukan apapun yang tidak ada dalam bayanganmu sebelumnya,"


Lovi tahu kalimat itu sarat akan ancaman. Pekerjaan yang baru digeluti Lovi sehari terancam hilang dari genggamannya.


"Setelah selesai dengan kegiatan mereka, aku bisa mengantarmu untuk bekerja," dengan tenang tanpa rasa bersalah sedikitpun Devan mengatakan hal itu.

__ADS_1


Lovi mendengus. Memangnya semudah itu menghadapi atasannya yang akan marah kalau Ia lepas tanggung jawab menggantikan salah satu rekannya?


"Aku cleaning service. Tidak seperti kamu yang dengan bebas menentukan jam kerja,"


Devan tersenyum puas. Tanpa perlu Ia mencari tahu, akhirnya Lovi memilih jujur.


"Mommy dan Daddy berbicara apa sih? Berdebat lagi? Memangnya yang di rumah tadi belum selesai dibahas ya?"


Devan tidak menjawab begitupun Lovi. Ibu dua orang anak itu memilih untuk mengusap kepala Adrian yang kini menoleh padanya. Ia menggeleng dan mengecup kening Adrian yang tampak mengerut kebingungan.


Salahnya juga yang selalu menimpali ucapan Devan. Seharusnya mereka memang tidak perlu mengibarkan bendera peperangan jika sedang bersama dengan kedua anak mereka.


****


Devan membawa Lovi ke sebuah restoran yang tak jauh dari keberadaan anak-anak mereka yang tengah berlatih.


"Kamu pesan apa?"


Lovi mengetatkan rahang kecilnya. Sudah berkali-kali Devan bertanya hal yang sama.


"Telingamu masih berfungsi dengan normal?"


Tawa Devan meledak. Lovi semakin dibuat emosi olehnya. Lovi ingin sekali terbebas dari suasana kurang nyaman itu.


"Ada Elea di sana. Kamu tidak ingin memintanya bergabung?"

__ADS_1


Lovi sudah menyangka dengan reaksi selanjutnya dari lelaki di depannya. Ia terdiam seraya memicing ke arah Lovi. Terlihat tidak suka dengan kalimat Lovi.


"Di sana dia bersama seseorang,"


Mata Lovi melirik sudut restoran. Sialan! Kebetulan macam apa ini? Ia dengan santai memberi informasi itu pada mantan suaminya. Sementara dirinya sendiri mati-matian menahan gejolak dalam hati.


"Aku tidak peduli, Lov."


Devan bisa membuktikan ucapannya kali ini. Ia tidak mengikuti apa yang dilakukan Lovi. Menatap kemesraan seorang gadis dengan prianya. Mereka tampak berbincang mesra. Dengan pria yang tak henti menyentuh wajah Elea.


Lovi tersenyum miring melihat itu. Tidakkah Devan yakin ingin melewatkan pemandangan manis itu?


"Devan, mereka sangat mesra. Kamu tidak cemburu?"


Membuat Devan gerah sepertinya akan terdengar adil. Agar bukan dia saja yang merasa takut--- takut kehilangan.


"Aku tahu kamu cemburu sekarang,"


Lovi tertawa dengan wajah pongahnya. Lelucon macam apa itu?


"Cemburu? Aku bahkan melupakan fakta kalau kita pernah menikah,"


Devan berdecak. Tangannya terulur untuk mengetuk kening Lovi yang kini meneguk minumannya. Tidak tahu saja dia kalau mantan istrinya itu sedang cemas sekarang. Berusaha menghilangkan perasaan khawatir Devan akan kembali pada Elea.


------

__ADS_1


Pg ini up krn semalem trnyata mataku gk bs di ajak kompromi :( maapin yaaa telat ngepost ep tmbhnnya. Ntr up lg kl dukungan kalian byk. Hehehe


__ADS_2