My Cruel Husband

My Cruel Husband
Mengasuh tiga anak


__ADS_3

Vanilla duduk di dekatnya. Ia mengangkat kaki Andrean lalu meletakkan kaki kecil itu di atas pahanya.


"Adikmu dimana?"


"Di taman tadi. Tapi sekarang sedang membuat ulah sepertinya. Aunty dengar sendiri 'kan suaranya yang berisik itu?"


Memang seharusnya Vanilla tak bertanya. Karena pekikan heboh Adrian sudah terdengar sejak Ia menapakkan kakinya di rumah ini.


"DADDY JAHAT!"


"Daddy jahat? Ya sudah besok-besok tidak usah minta mainan pada Daddy,"


"Mommy, Daddy jahat. Mommy saja yang belikan Adrian mainan ya?"


"Devan, masakanku belum selesai. Jangan ganggu Adrian lagi. Kamu bisa lebih dewasa, tidak?"


Devan merengut. Padahal niatnya baik. Ingin membersihkan kening Adrian yang juga berlumuran tanah. Namun anak itu malah mengiranya ingin balas dendam. Biar Lovi saja yang membersihkan katanya. Ya Tuhan. Sampai-sampai Ia dikatakan jahat.


Devan menurunkan anaknya dari gendongan. Lalu pergi meninggalkan dapur. Daripada Ia membentak, itu lebih jahat lagi. Lovi menggeleng pelan. Semenjak menikah kembali Lovi memang terasa mengasuh tiga anak. Tidak terbayang kalau anak dalam kandungannya sudah lahir. Pasti akan semakin rusuh dan setiap harinya Lovi akan naik darah.


Devan melewati adiknya. Ia masuk ke dalam ruang kerja. Vanilla hanya bisa menatap bingung.


Devan membanting tubuhnya di kursi kebesaran yang selalu menjadi tempatnya menyelesaikan pekerjaan.


Di sana Ia menghela napas kasar seraya mengusar wajah. Suasana tenang dari ruangan ini mampu meredakan sedikit rasa kesalnya.

__ADS_1


Devan memilih untuk berkutat dengan pekerjaan. Kalau sudah waktunya makan malam, Lovi pasti menghampirinya di sini dan berusaha membujuknya.


***


Lovi melanjutkan masak ditemani anak bungsunya yang selalu menjadi ekor Lovi. Membuat Lovi risih namun mau bagaimana lagi? Dia sedang tidak memiliki teman untuk bertengkar sehingga memilih untuk sibuk bersama Lovi.


"Duduk di sana saja, Tuan kecil,"


Adrian menggeleng tegas saat ditawari duduk di meja bar oleh Serry. Netta tampak menyenggol lengan Serry lalu menggelengkan kepalanya memberi isyarat 'jangan ganggu anak itu'.


"Awas, jangan terlalu dekat Mommy. Nanti kamu terkena minyak panas,"


Lovi mendorong lembut anak bungsunya yang tengah memeluk pinggang Lovi. Lovi takut tangannya terkena minyak panas yang sedang bersatu dengan udang di atas katel.


Tingginya belum mumpuni untuk melihat apa yang dimasak. Namun Ia tahu dari aromanya kalau itu udang asam manis. Itu olahan udang kesukaan Adrian.


"Nanti ya. Sebentar lagi matang," diberi pengertian seperti itu Ia mengangguk. Sebenarnya bosan berada di dapur. Tapi kalau bergabung dengan Andrean juga pasti Ia lebih bosan lagi.


Vanilla memasuki dapur. Dan Adrian belum menyadari. Karena terlalu sibuk menatap punggung Ibunya yang sedang memasak.


"Suamimu kenapa?"


Lovi menoleh saat suara Vanilla singgah di telinganya. Begitu pula Adrian yang langsung terpekik senang. Mood buruknya setelah bertengkar dengan Devan langsung hilang entah kemana.


"YEAAY AUNTY DATANG,"

__ADS_1


"Bertengkar dengan Adrian," Lovi menjawab pertanyaan itu lalu mematikan kompor karena masakannya sudah selesai.


"Karena apa?"


Vanilla beralih pada keponakannya. Ia menatap Adrian yang kini tersenyum lebar.


"Adrian, ada apa dengan Daddy?"


"Devan hanya ingin membasuh keningnya yang terkena tanah. Lalu dia marah,"


Lovi yang menjelaskan biduk permasalahannya. Lovi mengajak Vanilla dan Adrian untuk meninggalkan dapur.


Adrian menggenggam tangan Vanilla seraya berjalan riang, mereka mengikuti Lovi.


"Kalian jangan keterlaluan memancing emosi Daddy,"


Lovi duduk di sofa yang bersebrangan dengan Andrean, Vanilla dan Adrian segera menyusul.


"Maksudmu?" Alis Lovi terangkat menatap Vanilla yang kini tampak acuh tak berniat untuk melanjutkan perkataannya. Ia hampir saja kelewat batas. Vanilla hanya tidak ingin kakaknya menyakiti diri sendiri karena takut emosinya mengorbankan Lovi dan kedua anak mereka.


Devan yang menyendiri di ruang kerjanya Saja membuat Vanilla khawatir.


------


EH ITU YG NGUMPET BACANYA, KENALAN MA AKU NAPA ;) JEJAKNYA MANA NIYYY? AH IRIT KLEAN. AKU AJ GK IRIT UP😂😂

__ADS_1


__ADS_2