
Beberapa bulan kemudian
Lovi sedang memberi makan sore untuk kedua putranya di ruang keluarga bersama dengan Rena dan Vanilla yang sudah kembali setelah beberapa minggu menginap di rumah temannya. Gadis itu tampak tidak tertarik untuk bermain dengan Adrian dan Andrean. Vanilla sibuk menonton film di laptop kesayangannya.
Rena melihat mata kedua cucunya yang mengarah terus pada Vanilla. Seperti ingin di ajak bermain dan berbincang.
"Kenapa, Sayangku?" tanya Rena pada cucunya. Mereka sudah bisa membalas ucapan orang lain dengan tawa.
"Mereka memperhatikanmu, Vanilla. Tidak ingin menyapa?" tanya Rena yang sudah menatap punggung Vanilla yang duduk di depan televisi.
Vanilla hanya bergumam tanpa mengeluarkan kalimatnya. Tidak ada gerakan apapun yang ditunjukkan Vanilla untuk ikut serta bermain bersama kedua ponakannya.
Lovi diam-diam menghela napas mengerti. Gadis itu semakin membencinya Bahkan sekarang Adrian dan Andrean diperlakukan sama seperti dirinya.
"Bukankah kamu belum makan?" pandangan Rena beralih pada Lovi yang tampak pucat hari ini.
"Nanti saja,"
"Nanti? Ini sudah lewat dari jam seharusnya kamu makan siang, Lovi. Ingat, cucuku masih memerlukan makanan darimu,"
Lovi tidak nafsu makan belakangan ini. Perubahan sikap Devan yang cukup menonjol berhasil membuat pikirannya terganggu. Lovi tidak bisa menerima Devan yang sekarang acuh padanya. Lelaki itu hanya menyapa kedua buah hatinya setiap saat.
"Aku akan makan bersama Devan,"
Mendengar nama Devan, Rena jadi teringat akan masalah yang sedang menimpa rumah tangga putranya.
__ADS_1
"Kamu tidak serius dengan permintaanmu bukan?"
Lovi menatap Anaknya dengan kosong. Pikirannya pun berkelana. Sebenarnya Ia tidak sanggup bila harus merampas kebahagiaan dua makhluk kecil itu.
"Mereka masih memerlukan kalian yang utuh, Lovi,"
Lovi mengangguk. Memang itu kenyataannya. Namun Lovi ingat akan garis yang sudah dibuat Devan sebelumnya.
"Devan yang menginginkan perpisahan itu,"
Mendengar jawab Lovi, Vanilla langsung menoleh tertarik dengan topik pembicaraan antara Lovi dan Mamanya.
"Dia tidak mungkin seperti itu disaat hatinya sudah dikuasai olehmu,"
"Kamu mendapat informasi yang salah, Lovi. Darimana kamu mendengarnya?"
Vanilla langsung mengembalikan tubuhnya ke posisi semula yaitu membelakangi Mereka yang sedang terlibat pembicaraan. Vanilla sadar kalau Lovi menatapnya dengan sorot tipis. Lovi masih melindungi Vanilla dari sesuatu yang seharusnya menimpa gadis itu.
Suara Adrian dan Andrean tiba-tiba saja kembali terdengar setelah sekian lama sibuk dengan mainannya. Mata mereka menatap kedatangan Devan yang tersenyum hangat.
Lelaki itu membawa anak sulungnya, Andrean dalam gendongan. Mencium kedua pipi putranya. Adrian dibuat merengek seolah ingin diperlakukan sama seperti kakaknya.
Rena memasukkan suapan terakhir untuk Adrian sebelum Ia masuk dalam gendongan Devan. Lelaki itu akan berlaku adil pada kedua putranya.
"Amis makananmu, sayang," komentar Devan begitu mencium aroma ikan dari mulut kecil Adrian.
__ADS_1
"Andrean juga makan ikan yang sama. Kenapa kamu tidak menyebutnya amis juga?" gerutu nenek dari Adrian dan Andrean.
"Benarkah?"
Ia tidak sadar kalau ucapannya seolah menuduh Lovi membedakan makanan mereka.
"Tidak mungkin Lovi membedakan makanan mereka. Adrian dan Andrean sama-sama anaknya,"
Rena membela menantunya. Ia menatap tajam ke arah Devan.
"Maafkan aku," ucap Devan seraya terkekeh. Kehangatan itu hanya terjalin di antara Rena dan Devan. Lovi dianggap lelaki itu tidak ada.
Bahkan ketika meminta maaf saja, Devan melakukannya pada Rena.
"Oh Tuhan, kamu belum mandi!! Beraninya kamu menyentuh mereka?"
Devan membulatkan mata. Ia baru sadar akan kesalahannya. Dengan tergesa, Ia mengembalikan Adrian di kursi makannya sebelum Rena mengeluarkan tanduk.
Tapi Terlambat, Rena sudah terlanjur berteriak marah.
"Bersihkan badanmu, Bodoh! Tubuhmu bisa membawa virus untuk cucuku,"
********
kontrakku di ACC dan hrs direvisi adegan kasarnya wkwkwk. Jd mhn maklum yaa kl aku mkn ngaret upnya. Krn emg lg sibuk dg kegiatan sklh jelang UN, ditmbh lg revisi. Trmksh ats pengertian & dukungannya.
__ADS_1