My Cruel Husband

My Cruel Husband
Perhatian Devan untuk adiknya


__ADS_3

"Selamat tidur, Lov."


Mereka akan berpisah tak jauh dari kamar yang ditempati Devan di lantai bawah. Sebelum Devan masuk, Lovi menahan tangannya.


"Ada apa? Kamu merindukan kita tidur bersama. Sebentar lagi, Lov. Harus bersabar sedikit lagi ya,"


Lovi menarik kulit perut lelaki itu dari luar kaus putihnya. Devan tampak menawan sekalipun mengenakan kaus dan celana selututnya itu. Namun melihat kejahilan di matanya, Lovi merasa kesal.


"Kamu harus meminta maaf pada Vanilla,"


Ucapan Lovi membuat ringisan Devan terhenti. Alisnya menukik tajam.


"Kamu mendengarnya tadi?"


Lovi menggigit bibirnya seraya mengangguk pelan. Ia harus jujur karena tidak mungkin tiba-tiba saja ia menyuruh Devan untuk meminta maaf pada Vanilla kalau tidak tahu biduk permasalahannya.


"Maaf aku tidak sengaja,"


Devan tersenyum lalu membawa tubuh Lovi dalam pelukan. "Tidak masalah. Aku hanya bertanya," tangannya kian mengikat pinggang Lovi saat perempuan itu ingin melepaskan.


"Aku sudah melakukan hal yang benar,"

__ADS_1


"Tidak, kamu menyakitinya. Dan seharusnya kamu tidak membandingkan aku dengan Vanilla. Jelas dia lebih baik daripada aku yang--"


Bibir Lovi yang terbuka langsung dibungkam oleh Devan dengan bibirnya. Ia memberi tahu pada Lovi melalui ******nnya kalau mereka sama-sama baik. Tidak ada yang lebih baik.


Devan melepas tautan bibir mereka. Ia membingkai wajah perempuan yang beberapa jam kedepan akan kembali menjadi Istrinya.


"Vanilla sudah keterlaluan. Aku khawatir dia seperti aku nantinya,"


"Memang kamu seperti apa?"


Lovi menyeringai jahil. Ingin tahu sejujur apa Devan padanya.


Devan berdecak malas membahas masa lalunya yang gelap dulu. Ia menekan pipi Lovi hingga bibir perempuan itu mengerucut.


***


Sinar matahari sudah naik dari peraduannya. Belum sempurna, namun sinarnya cukup mengganggu lelap seorang gadis yang semalaman menghabiskan waktu untuk menangis.


Vanilla beranjak. Ia melirik sekilas tubuhnya sendiri. Pakaian yang dikenakannya semalam masih melekat sempurna. Ini karena terlalu malas meminjam baju pada Lovi mengingat Ia tidak membawa apapun dari rumah. Sebelumnya juga Ia tak punya niat untuk menginap di rumah kakaknya. Namun karena party selesai tengah malam, maka Vanilla mengambil jalan aman.


"Vanilla, kamu sudah bangun?"

__ADS_1


Suara ketukan pintu dan Kakaknya terdengar dari luar kamar tamu yang dia tempati. Vanilla memilih diam lalu beranjak ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan menyikat giginya.


"Vanilla, ini baju ganti untukmu,"


Vanilla masih mendengar jelas kalimat sang kakak karena pintu kamar mandinya tak ditutup. Ia mendengus dan bergumam,"Untuk apa memikirkan aku lagi? Semalam aku dibentaknya lalu dibanding-bandingkan dengan Lovi,"


"Vanilla! Aku yakin kamu sudah bangun. Jawab aku, Vanilla!"


Lovi menyentuh punggung Devan hingga lelaki itu menoleh. Lovi tak bisa sarapan kalau Devan berteriak-teriak seperti ini sampai terdengar ke lantai bawah.


"Devan, letakkan saja bajunya di sana. Pasti Vanilla keluar. Aku sudah katakan, dia butuh waktu. Kamu tidak bisa memaksanya,"


Devan akhirnya menuruti ucapan Lovi. Ia meletakkan pakaian yang baru dibeli orang suruhannya di atas meja kecil tak jauh dari kamar yang ditempati Vanilla.


Devan turun terlebih dahulu dengan wajah kusut. Sampai kapan Vanilla seperti ini? Devan benar-bebar tidak nyaman bila harus berada di situasi dingin seperti ini bersama Vanilla dalam jangka waktu yang lama.


Lovi menggeleng melihat punggung Devan yang sudah menjauh. Mereka sama-sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah maka perang dingin pun tak bisa terhindarkan lagi.


Pintu kamar Vanilla terbuka menampilkan gadis itu yang sedikit lebih segar. Alis Vanilla terangkat menatap Lovi yang berdiri di depan kamar.


"Ada apa?" Tanya gadis itu singkat. Malas berbasa-basi dengan perempuan yang dibela kakaknya semalam.

__ADS_1


-------


Ini br 3 ep ya? ya ga si? Aku lupa soalnya udh up brp kli😂😂 Kl udh byk vomment aku bkl up mlm ini jg. TERIMA KASIH UNTK KM YG BAIK HATI UDH MENINGGALKAN JEJAK💙😚


__ADS_2