
Adrina tumbuh menjadi gadis yang memiliki rupa menawan. Ia menuntut ilmu di sebuah universitas yang berbeda dengan Andrean dan Adrian.
Meskipun lingkungan pendidikan mereka telah berbeda, tapi pertemanan mereka tetaplah terjalin. Thalia dan Revin, sahabat mereka saat kecil kuliah di negeri seberang.
Adrian baru saja tiba di rumahnya usai menyanyi di sebuah acara televisi. Ia disambut oleh adik perempuannya yang sudah menantikan dirinya sejak tadi.
"Yan, antar aku ke kafe X ya. Aku ingin mengerjakan tugas kelompok di sana,"
"Kerjakan saja di rumah. Ngapain di kafe?" tanya Adrian dengan sorot tajam.
"Biar tidak membosankan, makanya di kafe. Tidak usah banyak bicara! antar aku, cepat!"
"Ck! aku baru pulang, Auris."
"Ya sudahlah, aku naik mobil sendiri.,"
Dalam hati, Auristella yakin sekali kakak nya tidak akan mengizinkan. Auristella sudah bisa mengendarai mobil. Adrian yang mengajarkannya dan sekarang Ia menyesal karena setiap Adrian tidak mau mengantar pasti Auristella mengancam akan mengendarai mobil sendiri.
Adrian tidak akan membiarkan adiknya mengendarai mobil sendiri karena usia nya masih terlalu dini walaupun kemampuan nya sudah tidak diragukan lagi. Adrian sempat mendapat amarah dari Devan karena telah lancang mengajarkan Auristella berkendara. Namun Adrian meyakinkan Devan bahwa Auristella tidak akan menggunakan kemampuan berkendaranya dalam waktu dekat.
"Diantar Andrean saja,"
"Ean belum pulang,"
Auristella menghentak kakinya. Ia yang sudah berada di halaman rumah, berniat akan masuk lagi ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya. Iya, Auristella sudah memiliki mobil. Di ulang tahunnya yang ke lima belas tahun beberapa bulan lalu, Ia mendapatkan mobil mewah dari Andrean. Mobil sport yang sudah di ubah design nya menjadi serba merah muda sengaja dipersembahkan oleh Andrean untuk adiknya yang pada saat itu menjadi juara di kompetisi internasional bermain piano. Mobil itu menjadi hadiah karena Ia sudah menjadi juara dan juga hadiah ulang tahunnya.
Adrian menahan lengan adiknya. "Ya sudah, aku antar kamu."
"YESSS, THANK YOU MY BABY BOY,"
"Jaga mulutmu, Auris. Aku bukan baby boy,"
"Tapi kamu dan Andrean akan terus menjadi baby boy kata Mommy,"
Adrian berdecak seraya memutar bola matanya. Ia melangkah menuju mobilnya. Di susul Auristella yang berjalan riang di belakang tubuh kokoh kakaknya. "Yan, Adrina diantar siapa itu?" ujar Auristella sedikit berjinjit agar bisa berbisik di telinga kakaknya. Anak yang sebentar lagi memasuki sekolah menengah atas itu memiliki tinggi sebatas bahu Adrian saja.
Auristella menunjuk ke depan, tepatnya rumah Adrina. Adrian mengikuti arah pandang adiknya.
Adrina keluar dari mobil di susul seorang laki-laki yang sepertinya seusia dengan Adrina dan Adrian.
__ADS_1
"Kekasihnya mungkin," gumam Adrian terlihat tidak peduli.
"Kamu tidak cemburu?"
"Dia hanya temanku,"
"Teman?" tanya Adrina kurang yakin mendengar ucapan kakaknya.
Mereka berdua beberapa kali jalan berdua. Bahkan Adrian pernah lupa dengan janjinya untuk menjemput Auristella karena terlalu sibuk dengan Adrina. Itu pertama dan terakhir kalinya karena Auristella marah besar pada kakaknya. Bahkan kemarin pun sempat diungkit lagi oleh Auristella.
"Mereka serasi, tidak seperti denganmu."
Gigi Adrian bergemelutuk. Dengan gemas, Ia menarik pipi adiknya. Auristella senang kalau Adrina, sahabat kakaknya punya kekasih. Posesif nya mulai timbul lagi terhadap sang kakak.
******
"Aku pergi dulu ya,"
"Tidak menunggu aku selesai mengerjakan tugas?"
"Tidak, nanti minta dijemput dengan driver saja,"
"Iya, driver aku 'kan kamu, Yan."
"HAHAHAHAHA,"
Setelah Auristella keluar dari mobilnya, Adrian segera meninggalkan kafe dimana adiknya akan mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman nya.
Semua anggota kelompok Auristella sudah datang. Mereka tinggal menunggu Auristella. Salah seorang dari mereka menyambut kedatangan Auristella dengan pertanyaan.
"Diantar kakakmu lagi, Auris?" tanya teman Auristella yang laki-laki.
Kelompok Auristella terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan termasuk dirinya. Semua sudah berkumpul di sana.
"Iya diantar Adrian,"
"Sudah terlihat dari mobilnya. Aku hafal,"
Mereka semua menyoraki seorang teman Auristella yang berjenis kelamin perempuan. Dia adalah penggemar berat Adrian, teman Auristella yang lain sudah tahu fakta itu.
__ADS_1
Setiap Adrian mengantar Auristella, pasti hatinya berdebar. Semua hal tentang Adrian, Ia tahu. Kalau ada yang belum diketahuinya, pasti Auristella menjadi tempatnya bertanya. Sampai plat mobil Adrian dia hafal karena Adrian sering mengantar Auristella entah itu ke sekolah atau bila Auristella ingin hang out bersamanya.
*****
Andrean dan beberapa orang yang menjadi bagian dari management artis yang dimilikinya tengah melakukan meeting di sebuah kafe. Kafe itu adalah tempat favorit untuk Andrean, Adrian, dan Auristella kalau sedang pergi bertiga.
Andrean melewati kumpulan anak remaja yang sedang berkutat dengan laptop masing-masing. Aroma parfum dari lelaki dingin nan tampan itu membuat salah satu dari mereka menoleh. Ia hafal betul aroma Andrean.
Wajahnya terperangah melihat Andrean duduk di salah satu kursi yang tidak jauh darinya dan teman-temannya saat ini.
Auristella tidak menyangka kakak sulungnya juga datang ke sini, kafe favorit mereka. Auristella memilih untuk tidak menegur kakaknya karena Andrean juga langsung fokus berbicara dengan beberapa orang yang tidak dikenali Auristella. Tapi kalau mereka melihat Auristella, pasti mereka kenal. Mereka tahu semua keluarga inti dari Andrean, pemilik management artis yang sudah besar namanya.
"Kamu melihat siapa sih?" tanya Oscar, teman laki-laki yang tadi juga bertanya pada Auristella apakah Auristella diantar oleh kakaknya.
"Ada kak Andrean di sana," ujar Ryn, yang merupakan penggemar Adrian. Ryn sangat mengidolakan Adrian pasti tahu tentang Andrean yang merupakan kakak dari idolanya.
"Itu kakakmu juga, Auris?"
"Iya," jawab Ryn, bukan Auristella.
"Astaga, Ryn. Kamu tahu semua tentang Auris?"
"Tentang kak Adrian lebih tepatnya," jawabnya dengan wajah malu-malu. Auristella memutar matanya kesal.
Tidak semua orang tahu tentang Andrean karena Andrean memang jarang sekali tereskpose media sekalipun adiknya seorang artis. Mereka tidak tahu kalau management yang menaungi Adrian adalah management milik Andrean.
Ryn bisa tahu karena Ia rajin bertanya tentang apapun pada Auristella mengenai Adrian. Punya teman yang merupakan adik dari idola membuat Ryn sangat senang.
"Masih kecil sudah genit," ujar Auristella yang mengundang tawa semua temannya, kecuali Ryn.
Tawa mereka sampai ke telinga Andrean. Andrean menoleh mencari sumber suara, tatapannya dan Auristella bertemu. Sedetik kemudian Auristella mengerlingkan matanya pada sang kakak sulung. Sementara Andrean hanya datar saja dan kembali fokus. Auristella mendengus. Andrean seperti tidak kenal dengannya.
"Apa dia lupa kalau aku ini adik nya? huh dasar manusia kutub!" batin Auristella memaki Andrean.
Saat Auristella kembali berkutat dengan tugas bersama anggota kelompoknya yang lain, Andrean mengalihkan matanya pada Auristella. Ia memperhatikan adiknya dari jauh.
Andrean dibuat tersentak saat seorang teman Auristella yang bernama Oscar nampak menghela rambut Auristella ke belakang telinga ketika surai lembut itu terjatuh karena Auristella sedikit menunduk menatap layar laptopnya.
Alis Andrean terangkat. Oscar tahu kalau di sana ada kakaknya Auristella. Tapi dia berani sekali melakukan itu pada Auristella. Andrean tidak menyangka kalau adiknya sudah mulai diperlakukan manis oleh kaum laki-laki, entah itu bentuk ketulusan atau tidak. Auristella tidak sadar kalau Oscar menghela rambutnya. Ia terlalu fokus. Dan itu yang membuat Andrean kesal. Andrean dan Adrian harus ekstra menjaga princess mereka yang satu itu.
__ADS_1
Oscar sa ae yaa wkwkk. Dia blm tau gmn abang-abang nya Auris terutama si Yan (Adrian)🤣🤣