My Cruel Husband

My Cruel Husband
Kamu harus lebih bahagia


__ADS_3

Tidak berlibur sekalipun Lovi tidak masalah. Ia sudah biasa diam di rumah ketika memasuki libur akhir tahun dan musim panas sekalipun.


Devan langsung membalik tubuh Istrinya agar mereka bisa saling beradu tatap dan supaya Lovi bisa melihat kejujuran di matanya.


"Dulu, aku memang selalu berusaha untuk membuat dia bahagia..."


Bahkan menyebut namanya saja Devan merasa jijik.


"Sekarang, aku akan membuatmu merasa lebih bahagia dari apa yang pernah dirasakannya. Aku tidak pernah menganggap kalian sama. Kamu memang membutuhkan liburan sebelum kandunganmu semakin membesar, Lov. Aku ingin membuatmu bahagia lebih dari apapun. Sudah terlalu sering aku menyakitimu. Aku salah melakukan ini? Kamu merasa terluka, Lov?"


Suara Devan semakin pelan. Ia merasa bersalah. Niat hati ingin membahagiakan tapi karena masa lalunya yang luar biasa sial*n, Ia malah berakhir menyakiti Lovi untuk yang kesekian kalinya.


Devan merangkum wajah Lovi dan beberapa kali menggumamkan kata 'maaf'.


Beruntung Devan langsung menjelaskan dan keadaan pun seolah mendukung untuk mereka berbagi keluh kesah. Kedua anak mereka tidur di waktu yang lebih cepat dari biasanya.


"Aku---aku hanya tidak ingin--"


"Kamu tidak ingin hidup dibawah bayang-bayang masa laluku? Kamu pikir aku melakukan ini karena aku menganggap kalian sama?"

__ADS_1


Lovi mengangguk membenarkan tebakan Devan. Elea adalah orang yang ditakuti Lovi saat ini. Bukan karena Lovi tidak punya nyali. Tapi Lovi masih kurang percaya diri. Ia bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan gadis itu. Bagaikan sepatu dan pemiliknya. Elea jauh lebih baik daripada Lovi. Dan percintaan mereka bukanlah hanya beberapa hari. Bertahun-tahun Devan berbagi kasih dengan gadis itu. Kekhawatiran akan ditinggalkan oleh Devan tentulah ada di benak Lovi.


"Aku bisa membawamu kemanapun. Tidak perlu khawatir kalau aku melakukan ini karena belum bisa melupakan masa lalu. Aku pikir, kamu juga berhak untuk aku berikan hadiah seperti ini. Bahkan kalau bisa yang lebih baik dari apa yang pernah aku berikan untuknya. Kamu meminta ke luar angkasa sekalipun akan aku penuhi. Berlebihan memang, tapi itu kenyataannya. Aku harus membuatmu lebih bahagia daripada dia. Itu kewajibanku,"


"Mantan kekasihmu hanya Elea?"


Devan terbahak melihat kepolosan istrinya. Tiba-tiba saja Lovi terlihat penasaran sekaligus khawatir. Devan tak habis pikir dengan perempuan yang terlalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Tidak semudah itu kembali pada masa lalu. Saat ini ada yang lebih menjanjikan kebahagiaan, yaitu Lovi dan anak-anaknya.


"Kenapa kamu tertawa? Ada yang lucu dari pertanyaanku?"


Wajah Lovi terlihat semakin kusut. Bukannya terus menenangkan, lelaki itu malah menjahilinya.


"Oh rupanya cinta pertama dan---hmmpp"


Devan membungkam bibir Istrinya begitu Ia bisa menebak kalimat apa yang akan menerobos keluar dari bibir tipis yang menjadi candunya itu.


"Daddy Mommy! Kalian sedang apa?"


Devan berteriak kesal dalam hatinya. Ia tidak rela saat kemesraannya dengan Lovi diganggu begitu saja oleh biang rusuh yang suka sekali membuat orangtuanya gagal berbagi kehangatan.

__ADS_1


Lovi memiting lengan Devan yang masih berada di pinggangnya. Bibir mereka sudah berpisah sejak tadi tapi pelukan Devan masih saja erat.


"Ada apa, Sayang?"


Adrian keluar menuju balkon. Ia berjalan melenggang dengan santai tidak tahu kalau Devan tengah menahan mati-matian kalimat makiannya.


Kenapa harus Adrian lagi yang melakukan ini? Sekalipun Andrean tidak pernah menjadi perantara Tuhan untuk menegur Devan dan Lovi yang terkadang sama-sama tidak tahu tempat.


"Adrian mau tidur dipeluk Daddy. Ayo masuk, Dad."


Sekejam apapun Devan ketika dihadapkan dengan segala Permintaan sederhana anak-anaknya, Ia pasti akan luluh juga.


"Kamu dan anak-anak kita yang menjadi cinta pertama dan terakhir dalam hidupku,"


Tentunya kedua orangtua Devan serta Vanilla sudah menempati posisi yang berbeda dengan mereka di hati Devan.


-------


LIKE, VOTE, KOMEN, BINTANG 5, FOLOOOWWW YAWW. TENGKYU😚💙

__ADS_1


__ADS_2