My Cruel Husband

My Cruel Husband
Hanya kebetulan


__ADS_3

Lovi terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba saja merasa mual. Ia langsung beranjak dari ranjang dan berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa tidak nyaman di perutnya.


"Kenapa aku begini--- HUEK HUEK"


Lovi bahkan belum selesai dengan kalimatnya namun isi perutnya kembali memaksa untuk dikeluarkan. Padahal Lovi belum makan apapun pagi ini. Air putih saja belum Ia teguk.


"Lovi, ada apa denganmu?"


Lovi tidak menjawab Mamanya karena masih menunduk di wastafel mengeluarkan sesuatu yang terasa mendorong kuat perutnya.


Senata memasuki kamar putrinya. Ia segera berjalan ke kamar mandi. Menghampiri anaknya yang terlihat sangat lemah. Tangan Senata bekerja untuk mengusap punggung Lovi.


Melihat Lovi yang semakin parah, Senata bergegas ke dalam kamar untuk mengambil minyak aroma therapi agar mual Lovi sedikit hilang.


Begitu didapatkannya, Ia segera mengoleskan cairan tersebut di leher anaknya sambil dipijit pelan.


"Apa yang kamu makan, Lovi? Kenapa bisa mual sampai seperti ini?"


Lovi menghela napas lalu bersandar pada wastafel. Ia menggeleng tidak tahu. Ia sendiri juga bingung dengan penyebab mualnya ini.


"Aku tidak makan apapun yang membahayakan. Kemarin aku makan bekal, tidak membeli apapun di luar selama bekerja,"


Memang begitu adanya. Lovi sibuk di hari pertamanya bekerja sebagai seorang cleaning service oleh karena itu tidak ada waktu untuk sekedar mencari makan. Lovi sudah mempersiapkan makan siangnya dengan baik.


"Kamu makan terlambat?"

__ADS_1


"Tidak, Ma. Aku makan pada jamnya,"


Senata memperhatikan anaknya yang kini tersengal seraya memejam. Seperti sedang menahan rasa sakit.


Tak lama Senata berdecak. Sepertinya Lovi tidak makan malam. Ia tahu karena apa. Lovi memang mempunyai napsu makan yang buruk. Makan hanya ketika merasa lapar saja.


"Sekarang kamu harus sarapan,"


Senata membantu Lovi berjalan ke ranjangnya. Lovi duduk di tepi kemudian menahan tangan Senata yang akan berjalan keluar, mengambil sarapan untuknya.


"Aku akan turun, Ma."


Senata menatap putrinya tajam. Lovi tidak bisa melihat dirinya sendiri? Lovi sangat pucat hingga membuat Senata tak henti meringis khawatir.


"Aku juga belum memasakkan sarapan untuk Andrean dan Adrian,"


Senata tahu kekhawatiran Lovi. Anak-anaknya akan selalu menjadikan masakan Lovi sebagai makanan kesukaan mereka.


Senata tidak ingin lagi mendengar bentuk protes dari Lovi. Ia segera keluar dari kamar lalu menutup pintunya.


Senata turun dan melihat Devan yang terduduk di pantry dengan pandangan kosong. Ia sedikit bingung. Kenapa Devan bangun sangat pagi? Bahkan suara ayam saja belum terlalu terdengar.


Senata memasuki dapur dan Devan menyadarinya. Ia mengerjap dan berdehem pelan kemudian menatap punggung Senata yang mulai menyibukkan diri di dalam dapur.


"Ma, apa yang kau lakukan sepagi ini?"

__ADS_1


Senata tersentak ketika disapa lebih dulu. Ia akan melakukannya tadi, namun Ia merasa segan. Takut mengganggu Devan yang sedang nyaman dalam lamunan kosongnya. Walaupun semalam interaksi mereka tidak lagi begitu kaku. Bahkan Devan tanpa ragu memeluknya dan mengubah panggilan untuknya.


Senata menoleh dan tersenyum. Kemudian menjawab dengan suara hangatnya.


"Membuat sarapan tentu saja. Kau sendiri kenapa melamun di sana?"


"Aku baru saja muntah tadi,"


Senata mengerjapkan matanya terkejut. Telinganya masih berfungsi dengan normal. Namun Ia perlu meyakinkan sekali lagi.


"Kamu muntah? Kenapa?"


Senata melihat Devan yang menghela bahunya ke atas seraya menggeleng.


Tidak ada yang tahu bagaimana dentuman di dada Senata saat ini. Apakah ini hanya kebetulan? Bagaimana mungkin Lovi dan Devan mengalami hal yang serupa.


Oh tidak tidak!


Mereka sudah bercerai sebulan yang lalu. Tidak ada sentuh menyentuh. Bahkan ini pertama kalinya Devan bermalam di bawah atap yang sama dengan putrinya.


"Aku ingin lemon tea hangat, Ma."


Senata mengerinyit. Lelaki yang sudah menjadi mantan suami dari putrinya itu kenapa tiba-tiba menjadi manja?


-----

__ADS_1


Vote (poin&koin), ratting, komen jgn lupa yaa!! Maaciw :)


__ADS_2