My Cruel Husband

My Cruel Husband
Miss Acha mencurigakan


__ADS_3

"Adrian, Tidak dijemput Daddy lagi?"


Andrean langsung memicing saat gurunya yang baru saja menyelesaikan pengajaran bertanya seperti itu. Miss Acha yang diam-diam selalu memperhatikan kegiatan anak kembar itu selama di sekolah.


Adrian menggeleng dengan polosnya, "Tidak, Miss. Kami dijemput Grandma Senata,"


Andrean yang sedari tadi diam menyadari kalau gurunya itu tengah menghela napas panjang.


"Memang kenapa? biasanya Daddy yang jemput?"


"Daddy sibuk bekerja. Karena sebentar lagi adik bayi keluar, jadi Daddy harus rajin bekerja sebelum izin menjaga Mommy dan Adik nanti,"


*****


Siang tadi Lovi minta diantar oleh Senata ke rumah sakit karena perutnya tiba-tiba saja terasa keram. Lovi khawatir bayinya sudah mulai mencari jalan keluar tanpa Ia ketahui.


Menjelang sore Ia memutuskan untuk segera pulang karena menurut dokter, bayi dalam kandungannya belum menunjukkan tanda-tanda untuk dilahirkan jauh sebelum perkiraan.


Sampai di rumah, Lovi menemukan kedua anaknya. Adrian sudah pasang wajah kusut, kesal karena bukan Senata yang menjemputnya.


"Pasti karena pulang dengan supir saja ya?"


Lovi menebak dan jawabannya tentu saja anggukan mantap dari anak itu. Adrian sudah senang karena hari ini akan dijemput oleh Senata, bukan Daddy nya. Ia berencana untuk bermain dulu di wahana. Namun karena Senata gagal menjemputnya maka gagal juga hasrat bermainnya terpenuhi.

__ADS_1


"Mom, kenapa ya Miss Acha itu selalu bertanya tentang Daddy?"


Senata ikut menatap sang cucu seperti halnya Lovi. Ia menahan tawa saat Andrean memasang wajah yang penasaran namun tetap dingin. Ada perasaan tidak suka juga di matanya.


"Maksudmu?"


Adrian menyahuti dengan semangat, lupa dengan kesalnya, "Oh iya, Mom. Benar kata Andrean. Tadi karena Daddy tidak terlihat menjemput kita, Miss Acha langsung bertanya. Kata Aunty Vanilla kalau seperti itu namanya kepo. Jadi Miss Acha itu kepo tentang Daddy, dari lama, Mom."


*****


Devan datang ke mansion orangtuanya karena ingin meminta Rena menginap di rumahnya untuk sementara waktu menemani Lovi yang sebentar lagi melahirkan anak ketiga mereka. Bila hanya mengandalkan Senata, khawatir wanita itu tidak sanggup menghadapi dua bocah kembar di rumah. Terutama Adrian, karena anak itu lebih banyak tingkah dari kakaknya. Sementara nanti, bila waktunya sudah tiba, Devan akan terus menemani sang Istri di rumah sakit.


Namun baru juga sampai di mansion, Vanilla meminta untuk diantar ke kampus olehnya. Walaupun Ia sangat lelah, namun Devan tidak bisa menolak keinginan adiknya yang belakangan ini tidak pernah meminta apapun pada Devan.


Devan menurunkan sedikit kaca mobilnya untuk menatap lebih jelas, dan bodohnya Ia berharap bisa mendengar pembicaraan mereka. Sayang, jaraknya tidak memungkinkan.


Apakah Vanilla tidak tahu kalau Ia masih ada di sini? Renald juga sepertinya tidak menyadari kehadiran Devan. Mungkin Ia kira Vanilla hanya diantar oleh supir seperti biasa bila tidak bersama Jane.


Devan mengingat sosok Renald sama-samar. Sejak tadi Ia berusaha mendapatkan namanya dalam memori ingatan.


*****


Devan : Sayang, aku pulang terlambat ya karena pekerjaanku masih ada yang belum selesai.

__ADS_1


Meskipun sudah ada pesan tersebut, tetap saja Lovi merasa khawatir Devan belum pulang. Karena semenjak Lovi hamil, Devan tidak pernah bekerja di kantor lebih dari jam delapan malam.


"Mom, kenapa belum tidur? menunggu Daddy ya?"


Lovi tak henti menatap jam dinding di ruang tengah. Sudah jam sembilan, belum ada tanda-tanda Devan pulang. Kedua anaknya sudah tertidur, namun karena Lovi meninggalkan mereka, Andrean terbangun.


"Iya, Sayang. Kamu mau minum?"


"Tidak, tadi mencari Mommy, tapi tidak ada. Ternyata Mommy di sini,"


"Nona, Tuan Devan biar saya saja yang menunggu. Nona seharusnya sudah istirahat sejak tadi,"


Netta dan Serry yang menemani Lovi menonton sedari tadi merasa khawatir dengan kondisi Lovi.


"Devan sebentar lagi pulang. Kalian tidur saja. Tidak perlu menemaniku. Seharian bekerja, pasti melelahkan,"


Karena semenjak kehamilan Lovi membesar, semua pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh Lovi kini dilimpahkan kepada mereka. Devan tidak mengizinkan istrinya untuk berkegiatan terlalu banyak.


--------


Ada yg nyariin aku gk? *plak kepedean lu🤣Mon maap br hadir gegara aku kena writer's block gess. MAMPIR-MAMPIR KE LAPAKNYA SI VANILLA. UDH 8 REBU VIEWERS ASEEKK PDHL BLM SEMINGGU. TENGKYUU MANTEMAN


__ADS_1



__ADS_2