
Para pengawal Glen melakukan pembalasan. Namun mereka tidak tahu kalau seluruh tubuh Devan Telah dipasangi alat anti peluru yang sangat bagus dalam menjaga keamanan tubuh.
Devan sudah memperkirakan itu semua.
Mereka melakukan baku hantam sementara Glen sudah tergeletak lemah karena dua peluru yang berhasil membuat kepalanya berlubang.
Raihan mendekati Glen. Ia berdiri di hadapan Glen. Raihan tersenyum miring sebelum akhirnya memberikan kepalan tangannya yang keras untuk menghajar tubuh ringkih itu.
Ia tidak berada di sisi Devan. Karena Ia yakin Devan bisa membasmi para pengawal bodoh itu seorang diri. Bahkan Raihan mengisyaratkan orang-orang Devan untuk diam sejenak, tanpa perlu membantu Devan yang kini semakin membabi buta menghabisi satu persatu dari mereka.
"Pengawalmu bodoh! Tidak ada otak sampai-sampai membiarkan Tuan mereka tertembak oleh putraku,"
Raihan tertawa merendahkan. Ia melepas kasar kerah kemeja yang dikenakan Glen hingga lelaki itu tersungkur.
"Setelah kau, Elea yang akan aku bunuh,"
Glen semakin terbatuk-batuk karena cairan merah terasa mendorong tenggorokannya.
Ia menatap Raihan dengan dingin. Bibirnya masih bisa melakukan perlindungan untuk anaknya.
"Jangan sentuh anakku!"
__ADS_1
Raihan terbahak menyeramkan. Dengan kondisinya yang sangat lemah, tapi Glen masih bisa membentaknya. Memangnya Raihan takut? Tentu saja tidak, justru Ia semakin semangat untuk membuat lelaki itu bertekuk lutut hingga mengeluarkan kata 'Maaf' untuk menantunya.
"Kalau begitu kenapa kau menyentuh menantuku? Kau tahu, aku tidak akan pernah melakukan sesuatu bila kau tidak menginginkannya,"
Napas Glen terengah. Matanya sudah tidak fokus menatap Raihan.
"Rupanya kau penasaran dengan siapa kau bermain. Devan tidak akan pernah membiarkan orang sepertimu hidup tenang,"
Devan sudah berhasil menghabisi lawannya. Cairan berwarna merah yang berserakan sudah menjadi bukti betapa gilanya dia sekarang. Semua pengawal Glen sudah terkapar tidak bernyawa.
Devan menghampiri lelaki pembuat masalah yang hampir menjadikannya gila karena Lovi yang tak kunjung sadar dari koma pada waktu itu.
Devan mengisyartkan pengawalnya untuk membawa tubuh Glen ke atas mobil yang sudah disiapkan.
Rencana gila Devan selanjutnya adalah membawa lelaki yang sudah pingsan itu ke atas gunung untuk kemudian dijadikan abu.
Devan juga meminta mereka untuk memeriksa seluruh tubuh Glen guna memastikan tidak ada satupun senjata tajam yang masih lelaki itu simpan.
Ketika salah satunya menemukan pistol dan pisau kecil di saku celana Glen, Ia tersenyum miring kemudian diraihnya untuk dimusnahkan bersama sang pemilik nanti.
*****
__ADS_1
"Lakukan tugasmu dengan baik. Aku akan menyaksikannya di sini. Pasti terlihat sangat menyenangkan ketika tubuh lemah itu perlahan berubah menjadi abu,"
Devan dan Raihan duduk menyaksikan sesuatu yang akan dilakukan oleh beberapa orang yang diberi tugas oleh Devan.
Devan memang kejam. Ia sudah mengatakannya dari dulu bukan? Maka siapapun harus bertindak lebih hati-hati padanya. Devan tidak akan membiarkan dirinya atau orang-orang yang disayanginya tersakiti. Penyakitnya pun seolah mendukung kuat karakter kejam Devan.
Devan dan Raihan memang tidak akan menyentuh sebelum disentuh lebih dulu. Siapapun yang berani menyentuh kehidupan mereka maka artinya sudah siap untuk mendapatkan risiko yang menyakitkan.
Glen, adalah korban yang kesekian kalinya untuk mereka. Menyingkirkan orang semacam Glen bukan hal yang sulit bagi Raja dan Putra penguasa bisnis itu.
"Papa belum puas kalau Elea masih bisa hidup di luar sana dengan tenang," tukas Raihan dengan tajam. Ia melirik sekilas pada Devan, berusaha melihat perubahan di wajah anaknya.
Yang Ia dapatkan membuatnya tersenyum. Devan tetap datar tanpa ekspresi. Ia kira Devan akan mengerinyit tidak suka ketika mendengar kalimatnya.
"Dia juga harus merasakan apa yang dialami oleh ayahnya. Dia adalah penyebab kesakitan Glen. Benar-benar anak durhaka,"
Raihan terkekeh tak habis pikir. Karena membela gadis itu, Glen harus merasakan panasnya neraka lebih cepat.
-----------
SAMPAI SINI DULU YAAAA. JGN LUPA TINGGALKAN JEJAK. JEJAKNYA CUMA VOTE, RATTING, POIN, & COMMENT AJA KOK ;) HEHEHEHE
__ADS_1