
"Vanilla..."
"Ya, kamu tahu Devan adalah lelaki yang mudah terpancing emosinya,"
Sepertinya Lovi terlalu peka hingga menyadari ada maksud terselubung di setiap kalimat yang diucapkan Vanilla hingga Ia menuntut penjelasan. Padahal menurut Vanilla, Ia sudah sehalus mungkin menyampaikan maksudnya yang berbeda dari apa yang ditangkap Lovi.
Vanilla bangkit untuk membersihkan tubuhnya. Adrian masih bergelantungan di lengannya.
"Aunty mau mandi. Kamu sudah mandi 'kan?"
Adrian melepaskan tangan Vanilla. Ia mengangguk dengan raut bangganya.
"Sudah dong. Adrian sudah bersih. Aunty masih penuh kuman,"
****
"Ya, Ada apa, Pa?"
"Besok kamu sudah datang ke kantor?"
"Ya, ada apa?"
"Besok ada rapat di kantor Papa. Kamu pun begitu,"
"Ferro belum kembali?"
"Lusa sepertinya,"
Lovi membuka ruang kerja Devan. Ia menatap Devan yang tengah mengetuk-ngetuk meja dengan bolpoin seraya berkomunikasi dengan seseorang di telepon.
Devan mengangkat kepalanya, Ia tersenyum pada Lovi dan mengisyaratkan perempuan itu untuk mendekat.
"Dia bekerja padaku, Pa. Jangan mengambil alihnya,"
Suara tawa Raihan di sana terdengar begitu keras. Lovi bergumam dalam hati membenarkan praduganya kalau seseorang di seberang sana adalah Raihan.
__ADS_1
Raihan hanya berguyon saat mengatakan Ferro akan menjadi orang kepercayaannya setelah kembali dari Amerika, mengurus perusahaan kecil miliknya sendiri. Lusa Ferro akan kembali bekerja pada Devan karena putra bungsu Ferro sudah bisa di lepas untuk mengurus perusahaannya.
Orang kepercayaan Raihan tengah sakit keras mengingat usianya juga sudah lebih renta daripada Raihan.
Devan menarik Lovi untuk duduk di atas pangkuannya. Lovi menggeleng malu. Wajahnya sudah semerah strawberry sekarang.
"Ayolah, kenapa kamu malu tapi mau begitu?"
"Papa malu tapi mau? Maksudmu?"
Devan tergagap dan tertawa tanpa suara. Papanya memiliki telinga yang cukup tajam juga rupanya. Padahal Devan sudah berbicara sepelan mungkin.
"Aku tutup ya, Pa? Ada Istriku di sini,"
Raihan berdecak di seberang sana. Ia mencibir kelakuan putranya yang seperti remaja labil, tak henti bermesraan.
"Yang diperutnya belum lahir, Devan. Jangan kamu buat lagi yang baru,"
panggilan diputuskan secara sepihak. Usai mengatakannya, Raihan menutup sambungan telepon.
"Kenapa?"
"Si tua bangka iri padaku,"
Lovi yang mendengarnya saja kesal padahal kalimat itu bukan untuknya. Apa lagi Raihan?
Ia meraup mulut suaminya dengan ringan tanpa memikirkan sentuhannya itu bisa membuat sisi lain Devan terbangun. Sekecil apapun sentuhannya, pasti berhasil membuat Devan meraung liar.
"Makan malam dulu. Bekerjanya nanti lagi,"
Lovi akan pergi usai mengatakan itu, namun secepat kilat Devan menarik lengan Istrinya hingga Lovi berhasil duduk di atas pangkuannya. Tangan kekar Devan menahan perut Lovi yang ingin bangkit.
Lovi memukul tangan suaminya "Devan, kita harus makan malam," Devan hanya bergumam dan mengeratkan pelukannya seraya menyerukkan kepalanya di leher belakang Lovi.
"DADDY MOMMY DIMANA KALIAN?"
__ADS_1
Ya Tuhan.
Anak itu benar-benar pengganggu!
***
Rena merasa terganggu saat suaminya tiba-tiba tertawa. Ia mendelik namun Raihan terlihat tak peduli.
"Kenapa Papa tertawa begitu? Ada yang lucu dari obrolan bersama Devan tadi?"
Raihan mengangguk dengan tawa yang belum sepenuhnya terhenti.
"Pasti dia lagi memakiku sekarang,"
"Kenapa memangnya?"
Rena mulai tertarik mendengarkan. Ia menekan tombol pause pada remot televisi yang sedang menampilkan drama.
"Ya Papa kesal saja pada Devan. Dia sudah punya anak tapi kelakuannya seperti anak yang baru dimabuk cinta,"
Ia berdecak seraya menggeleng pelan kemudian melanjutkan ucapannya,
"Kasihan Lovi."
"Papa juga dulu begitu. Sebelum bicara, coba ingat diri sendiri,"
Raihan terbahak lagi. Ia tak memungkiri kalau ucapan Rena memang benar adanya. Setelah Ia menyakiti Rena bertubi-tubi di awal pernikahan mereka, Raihan memang berubah seratus delapan puluh derajat. Ia tak lagi menjadi lelaki brengs*k.
Sehingga pernikahannya kembali hangat. Berbeda dengan Devan, Raihan masih merasa beruntung karena pernikahannya dengan Rena tidak sampai kandas.
Ia berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Rena serta kedua anaknya. Mengambil kembali hati Devan dan Vanilla bukanlah perkara mudah karena Raihan sudah menyakiti mereka terlalu dalam.
-----
Mon map td pagi aku gk up krn magerđemg kleyan aj yg mager ninggalin jejak :p
__ADS_1