My Cruel Husband

My Cruel Husband
Drama di pagi hari


__ADS_3

Devan saja berusaha untuk melakukan perannya dengan baik. Ia akan sering mendatangi kedua anaknya guna mencurahkan seluruh cinta dan kasih sayang untuk mereka.


Lalu kenapa Lovi malah seolah mengabaikan perannya? Devan juga yakin kalau Ia telah memberikan semua hal terbaik untuk Lovi agar dalam memprioritaskan anak-anaknya Ia tidak merasa kekurangan.


Tapi apa yang Ia lakukan sekarang? Benar-benar membuat Devan emosi. Lovi seperti perempuan yang serba kekurangan. Apa perlu Devan tarik saja semua harta simpanan yang sudah di berikan pada Lovi?


"Kamu tahu hal itu dari siapa?"


"Tadi malam Mommy mengatakan itu pada kami. Adrian, benar 'kan?"


Ia melirik adiknya yang langsung mengangguk pada saat itu juga. Rahang Devan mengeras.


"Bahkan tadi pagi saat membangunkanku Mommy mengatakan hal itu lagi,"


"Dimana Mommy bekerja?"


Andrean tampak berpikir. Ia menatap Adrian yang juga kebingungan.


"Hmm... dimana ya... sepertinya di---"


"Andrean, Adrian, Grandma Sena datang,"

__ADS_1


Ketiganya langsung menoleh pada Senata yang baru sampai di depan pintu kamar kedua anak kembar itu. Senata tampak berdiri kaku di sana. Untuk pertama kalinya bertemu dengan Devan setelah peristiwa bodoh yang menjadikan Ia sebagai penyebab dari terlukanya Lovi.


Mata tajam Devan benar-benar membuat Senata seperti terlempar pada masa lalu. Dimana Devan dengan dingin memerintahkan anak buahnya untuk menembak kakinya yang saat itu benar-benar jahat telah mengorbankan putrinya sendiri demi uang.


"Grandma Sena, nanti Adrian dan Andrean mau jalan-jalan. Grandma Sena tidak boleh ikut ya,"


Siapa lagi yang dengan angkuhnya mengucapkan kalimat itu kalau bukan Adrian, putra bungsu Devan dan Lovi.


"Ya, Sayang." Suara Senata terdengar pelan. Ia berencana untuk kembali ke lantai bawah. Sungguh, menantunya itu benar-benar mengalirkan aura yang membuat siapa saja merasa segan.


Devan menyeringai ketika melihat wanita tua itu tampak menampilkan gelagat yang aneh. Memangnya Ia akan menggigit? Kenapa rautnya terlihat sangat ketakutan? Urusan mereka sudah selesai kalau saja Senata kali ini benar-benar memperlakukan anak dan mantan istrrinya dengan baik. Tapi kalau sebaliknya, maka Ia tak akan ragu untuk kembali membuat perhitungan.


"Ayo mandikan Andrean, Daddy!" Seru Andrean.


"Adrian juga!" Sela Adrian yang tak ingin kalah dengan sang kakak.


Devan segera menurunkan Andrean dan Adrian dari pangkuannya. Ia melepas satu persatu pakaian anak-anaknya.


"Adrian sudah lama tidak melihat Daddy memakai baju santai seperti ini,"


Devan kembali menjadi sosok melankolis sekarang. Ia tersenyum lirih pada sang anak yang mengatakan demikian. Memang sudah lama rasanya mereka tidak tinggal di bawah atap yang sama.

__ADS_1


"Iya, biasanya kalau datang selalu memakai baju kaku itu,"


Devan terkekeh setelahnya. Ia mengusap puncak kepala Andrean dan Adrian yang sudah polos. Segera Devan membawa mereka ke dalam kamar mandi.


"Mommy akan seperti ini setiap hari? Bekerja sangat pagi, dan kalian akan dirawat oleh Grandma Sena dan para pelayan,"


Devan kembali bertanya mengenai Lovi. Karena di dalam sudut hatinya Ia masih merasa khawatir. Khawatir akan anak-anaknya dan juga Lovi, tentu saja.


"Iya, tapi tidak masalah, Daddy. Mommy bekerja juga untuk Andrean dan Adrian. Kalau Mommy bersenang-senang di luar sana, barulah Andrean kesal,"


Seharusnya Devan senang melihat kedewasaan yang ditunjukkan oleh anak sulungnya. Namun tetap saja Ia merasa kesal dan tidak terima dengan Lovi yang memutuskan perkara tersebut secara sepihak.


Devan meraih botol shampo dan mulai membersihkan rambut lebat kedua anaknya. Tangannya bergerak namun pikirannya masih melayang entah kemana sehingga tidak sengaja tangan Devan yang masih penuh dengan busa perlahan turun dari kepala Adrian menuju matanya. Tentu saja kamar mandi itu langsung dipenuhi dengan suara teriakannya.


"DADDY, MATAKU PEDIH!"


Devan langsung tersadar dari kebodohannya. Dengan cepat Ia membilas kepala dan juga mata Adrian yang sudah menjadi korban lamunannya.


-------


Hadeuh aku up byk dr kemarin tp kok Vote& Komennya makin anjlok ya? hmm siapa nih yg gk ninggalin jejaknya di lapak ini?

__ADS_1


__ADS_2