My Cruel Husband

My Cruel Husband
Auristella Bonanza Vidyatmaka


__ADS_3

Devan hampir sampai di kampus Vanilla namun telepon masuk dari Senata membuatnya langsung berbalik arah.


"Lovi akan melahirkan, Devan. Sekarang sudah dalam perjalanan ke rumah sakit,"


Senata terpaksa meninggalkan kedua cucunya di rumah bersama Serry dan Netta karena Ia tidak mungkin membiarkan Lovi ke rumah sakit hanya bersama supir.


Setelah Devan sampai di rumah sakit, Senata memutuskan untuk kembali karena khawatir dengan Andrean dan adiknya yang tadi masih tidur.


"Hati-hati, Ma. Terima kasih sudah membawa Lovi secepat ini,"


Senata tersenyum mengangguk. Ia bangkit setelah menepuk pelan pundak Devan yang tampak kacau saat ini. Padahal melihat Lovi melahirkan bukanlah sesuatu yang baru untuknya.


"Mama pulang dulu. Nanti akan ada supir yang membawa pakaianmu,"


*******


Senata sampai di rumah dan sudah menemukan Rena yang duduk di depan televisi. Menatap layar tidak fokus.


"Bagaimana dengan Lovi?"


"Aku tidak menunggu sampai prosesnya selesai. Karena khawatir dengan si kembar,"


Senata dan Rena memasuki kamar kedua cucu mereka. Adrian rupanya bangun, Ia terduduk di tepi ranjang seraya menatap sang kakak yang masih lelap dalam tidur.


Adrian tampak melamun, lalu mengusap rambutnya dengan kasar.


"Kenapa sudah bangun? sekarang belum pagi, Sayang."


"Mommy dimana?"


Senata melirik Rena yang kini tersenyum pada Adrian. Mereka mendekati Adrian yang rupanya memiliki firasat kurang nyaman. Rasa sakit yang sedang dialami Lovi mungkin sampai padanya.

__ADS_1


"Sebentar lagi adik bayi keluar dari perut Mommy,"


Mulut kecil Adrian membulat seiring dengan matanya yang juga terkejut.


"Hah?! memang sudah waktunya?"


Ia menatap serius kedua neneknya untuk menantikan jawaban yang jelas.


"Iya, sekarang kamu tidur. Jadi besok tidak mengantuk saat ingin bertemu dengan adik bayi,"


****


"Apakah berbahaya, Dok?"


"Selama cepat ditangani, maka semuanya akan baik-baik saja,"


Devan menghela napas gusar. Pikirannya bercabang. Lovi baru selesai menjalani operasi Caesar dan bayi mereka berjenis kelamin perempuan. Namun Auristella Bonanza Vidyatmaka, begitu namanya, harus mendapat perawatan khusus karena mengidap Transient Tachypnea of Newborn (TTN) yang disebabkan oleh adanya cairan di dalam paru-paru.


Setelah memastikan bahwa semua diagnosisnya benar, diputuskan Auristella harus menjalani perawatan khusus untuk sementara waktu.


Dokter mengatakan Devan tidak perlu khawatir. Karena masalah ini sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Dan biasanya tidak akan lama. Seperti pada umumnya, Auristella ditangani dengan pemberian oksigen.


****


"Andrean! bangun cepat! sebentar lagi kita punya adik,"


Belum ada kabar apapun dari Devan namun Adrian sudah rusuh sendiri malam-malam seperti ini. Sampai mengganggu tidur kakaknya.


"Andrean cepat bangun!"


Teriakannya sampai membuat Rena dan Senata menegur anak itu.

__ADS_1


Di saat kedua neneknya sibuk memikirkan Lovi, dan kedua anak kembar itu sibuk adu mulut karena Adrian yang membuat Andrean kesal, tiba-tiba saja telepon dari Devan masuk.


Rena langsung mengangkatnya tanpa menunggu lama. Ini yang dinantikan sejak tadi.


"Ma, bayinya perempuan."


Senata dan Rena menghela napas lega. Andrea dan Adrian pun otomatis terdiam. Mereka sudah mengerti apa yang dibicarakan Devan.


Rasa bahagia tentu saja menyelimuti Rena dan Senata yang diam-diam sangat menginginkan cucu perempuan. Selama kehamilan, Lovi dan Devan memang lebih memilih untuk tidak ingin tahu jenis kelamin anak mereka.


"Syukurlah, Kami senang mendengarnya."


"Tapi Auris sakit. Harus ditangani dulu untuk beberapa hari kedepan. Doakan ya, Ma. Supaya proses penyembuhannya tidak lama,"


Raut bahagia langsung berubah menjadi khawatir, sama seperti tadi. Kedua cucu mereka masih menjadi pendengar yang baik.


"Tachypnea,"


"Ya Tuhan, semoga Auris cepat pulih,"


Devan mengangguk pelan mendengar harapan Rena. Suara Senata juga terdengar menyahuti. Semuanya menginginkan kesembuhan Auristella. Devan bisa menangkap suasana sepi di sekitar kedua Mamanya. Mungkin Andrean dan Adrian tidak ada yang terbangun dan Ia bersyukur.


"Devan hanya ingin mengatakan itu saja. Nanti kalau Lovi sudah lebih baik, kami akan kembali menghubungi kalian,"


Devan tidak tahu kalau anak-anaknya langsung menyerbu kedua nenek mereka dengan berbagai pertanyaan setelah telepon ditutup.


------



Jd writer block itu susah tuang ide ke cerita gesss. Bkn susah tuang teh yak wkwk. COBA TINGGALKAN JEJAK DI SINI👇TENCUUU

__ADS_1


__ADS_2