
Kediaman yang beberapa waktu lalu hanya ditempati oleh Lovi dan kedua anaknya, kini dikunjungi oleh keluarga besar Devan lagi untuk menyambut kembalinya Lovi dan si kembar dari rumah sakit.
Lovi dan anak-anaknya memang sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Sesekali mereka akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan semua tetap baik-baik saja setelah keluar dari rumah sakit.
Terutama untuk Lovi yang dua hari lalu mengalami pendarahan karena Ia sudah mulai melanggar aturan dokter yang tak mengizinkannya untuk turun dari tempat tidur. Lovi mengunjungi anak-anaknya karena merasa kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik.
Hari terakhir di rumah sakit, Devan meminta dokter untuk benar-benar memastikan kondisi Lovi dan anak-anaknya sebelum pulang.
Mereka bertolak dari rumah sakit pukul tujuh pagi dan tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah megah itu.
Rena sudah kembali lebih dulu untuk mempersiapkan kehadiran Lovi dan cucunya. Dan siang ini sepupu-sepupu Devan sudah datang untuk menjenguk sekaligus memberi ucapan selamat pada Devan dan Lovi atas kehamilan Lovi yang ketiga ini. Pertama, tentu saja si kembar, Dan yang kedua keguguran saat pernikahan mereka mulai goyah- Karena selama mereka dirawat di rumah sakit, hanya beberapa dari mereka yang berkunjung.
Devan membantu Lovi untuk berbaring. Devan mendorong pelan bahu perempuan itu agar Ia tidur namun Lovi menggeleng.
"Tidur, Lov. Kamu kenapa keras kepala sih?"
Devan menumpuk bantal di belakang tubuh Lovi agar Ia bisa bersandar dengan nyaman.
"Aku mau di bawah, ngobrol-ngobrol. Kalau tidur bisa nanti malam,"
Devan tak menjawab, Ia akan keluar dari kamar, namun Lovi menahan lengannya. Devan kembali duduk di tepi ranjang.
"Kamu butuh apa lagi?"
__ADS_1
Lovi menggeleng, matanya menatap Devan dengan pandangan memohon. Lovi selalu tidur. Tubuhnya remuk juga karena terus-terusan berbaring.
"Aku--"
"Kamu dengar dokter mengatakan apa? Telingamu masih ada 'kan?"
Tangan Devan terulur untuk meraih telinga Lovi. Perempuan itu berdecak dan menepis tangan Devan.
"Ini masih punya telinga, dan aku yakin masih berfungsi dengan baik," lanjut lelaki itu. Ia mengangkat sebelah alisnya dengan senyum menyebalkan.
"Kalau kamu bosan, nanti aku temani di sini. Tapi aku harus izin dulu pada si kembar. Mereka akan mencariku nanti, dan kita akan terganggu,"
Devan mengatakannya dengan seringai nakal. Sial! Otaknya mulai beraksi setelah beberapa hari membeku karena runtutan kejadian yang membuatnya hampir mati.
Lovi beringsut menjauhi Devan yang mulai mendekati wajahnya. Lovi sudah kaku sekarang. Mungkin karena sudah lama tidak sedekat ini dengan Devan.
Ia memukul pundak Devan yang sedang menampilkan raut seperti penjahat kelamin. Lovi ketakutan walaupun tahu kalau Devan tidak serius.
Devan membuang napasnya setelah itu mengacak rambut Lovi. Lovi terlalu serius menanggapi kejahilannya.
Devan berdehem sebentar, Ia menunduk untuk meraih tangan Lovi. Ia tidak sabar menantikan jawaban Lovi.
"Kamu sudah memikirkan jawabannya, Lov?"
__ADS_1
Lovi refleks menggeleng. Namun Devan tidak sedih, Ia malah tersenyum. Devan tahu kalau perempuan itu butuh waktu dan kondisinya pun tidak cukup baik untuk memutuskan perkara penting itu.
"Aku akan menunggu sampai kapanpun. Sekarang, yang harus kamu pikirkan memang kondisimu dan bayi kita,"
Terasa berat mengatakan itu. Karena jujur, Devan tidak ingin perasaannya larut dalam ketidak pastian seperti ini. Ia butuh jawaban secepat mungkin. Namun Ia sudah berjanji untuk menjadi lelaki yang pengertian.
"Kalau aku tidak mau menjawab?"
Sebenarnya Lovi hanya bertanya asal. Ia penasaran saja dengan tekat Devan. Apakah sekuat yang Devan tunjukkan selama ini? Kalau memang ya, maka itu bisa dijadikan bahan pertimbangan olehnya.
"Aku sudah mengatakannya tadi. Sampai kapanpun, aku akan tetap menunggu kamu siap menjadi istriku kembali,"
****
"Uncle, masih sore kenapa mau barbeque?"
"Memang tidak boleh?"
"Sudah izin pada Daddy? Ini taman Mommy jadi hancur,"
Adrian menggaruk kepalanya yang tak gatal memperhatikan sekelilingnya. Mereka akan mengadakan barbeque party di taman belakang bukan taman utama.
-----
__ADS_1
Maap aku br bs up malem😠krn diriku syakid lageee. Mereka udh pulang nih, gk mau kasi selamat? pake Vote & komen jg bole ;) lempar poin bwt yg kaya akan poin yaaa😂😂 TERIMA KASIH💙😚