My Cruel Husband

My Cruel Husband
Senjata makan tuan


__ADS_3

Lovi buru-buru mengalihkan matanya saat Elea tanpa diduga menatap ke arahnya.


Lovi berteriak dalam hati. Ia ingin pergi sekarang juga. Sungguh tidak ingin melihat hal setelah ini. Karena yang selanjutnya terjadi adalah Elea datang menghampirinya dan Devan bersama dengan pria yang masih setia dalam genggamannya.


"Hai, Devan!" Sapanya dengan hangat. Nama yang disebut lebih dulu tentu saja mantan kekasihnya. Mengingat fakta itu, Lovi kembali merasa berang.


Devan tidak menjawab. Bahkan melirik pun enggan. Lovi yang tahu akan situasi mengambil alih apa yang seharusnya Devan lakukan.


"Hai Elea, kamu ingin bergabung? Silakan duduk di sini,"


Kalimat Lovi langsung mendapat tatapan protes dari Devan. Lelaki itu bahkan menendang pelan kaki Lovi di bawah meja. Namun sepertinya Lovi memang ingin bermain-main dengan Devan. Membuat lelaki itu semakin frustasi ketika harus menghadapi Elea dan kekasih barunya.


"Frustasi? Hei bodoh! Ingat anak-anakmu!" Batin Devan mengejek.


Elea benar-benar duduk di samping Devan. Sementara kekasihnya bersebelahan dengan Lovi.


Sialan!


Lovi benar-benar cari masalah!


"Lihat saja rubah kecil. Kamu akan mendapat hukuman," emosi Devan kian membara ketika melihat Lovi yang tanpa canggung mengawali perbincangan dengan mereka.


"Aku dengar dari berita yang beredar di luar sana kalau Ayahmu meninggal karena kecelakaan? aku turut berduka cita, Elea."

__ADS_1


Sekeji apapun Glen dan Elea padanya, bahkan hampir merenggut nyawa, Lovi tetaplah perempuan berhati lembut. Yang dengan mudah melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain. Mendengar berita duka yang tengah dialami Elea tentu saja Ia benar-benar merasa sedih.


Ia tidak tahu saja penyebab matinya si tua banga Glen itu. Kalau Lovi tahu pembunuhnya adalah Devan, kira-kira bagaimana reaksinya? Ah Devan penasaran.


Lelaki dengan segala kelicikannya itu berhasil memutar balikkan fakta. Kecelakaan katanya? Sampai menjadi abu, kecelakaan macam apa itu? Devan berusaha mengulum senyum miringnya.


Elea tahu kalau Devan adalah sosok yang berdiri dibalik kematian ayahnya. Namun saat ini Ia hanya mampu menatap Devan dengan tajam. Memperhatikan raut Lelaki itu dengan pandangan sarat balas dendam.


"Devan, kamu tidak mau mengatakan apapun pada Elea?"


"Sayang, kamu benar-benar membuatku kesal hari ini," Devan menggeram dalam hatinya.


Ia menggeleng dengan senyum hangat. Masih fokus pada Lovi. Hanya pada mantan istrinya. Sementara kedua orang yang ada di depannya itu Ia anggap sebagai kotoran. Devan tanpa ragu mengusap pelan kepala Lovi.


"Kalian saling mengenal?"


"Ya, Elea adalah--"


"Anak-anak kita sepertinya sudah menunggu kita menjemputnya, Sayang. Bagaimana kalau kita pergi sekarang juga?" Devan menekan dua kata terakhirnya. Agar Lovi segera menghentikan permainan ini. Sungguh, berada dalam radius sangat dekat dengan Elea kembali membuka luka lebar di hatinya. Nyawa Lovi yang hampir melayang karena ulah Glen, sampai sekarang tak kunjung membuat amarah Devan mereda.


Ketika akan bangkit, Elea menggenggam tangan Devan. Lovi yang menyaksikan itu langsung mengalihkan pandangan.


Oh ****!

__ADS_1


Senjata makan tuan. Ia yang berniat untuk membuat Devan cemburu. Sekarang malah dia yang merasakan hal itu.


"Kamu tidak mengucapkan bela sungkawa untuk ayahku?"


Devan menghempas tangan Elea. Hanya itu? Baik, akan dia lakukan agar bisa cepat-cepat bebas dari suasana mencekam di sana.


Devan kembali duduk masih menggenggam erat tangan mantan istrinya.


Ia menatap Elea dengan tajam. Rahang kokoh itu tampak mengeras.


"Aku turut berduka cita atas kematian ayahmu. Semoga surga menjadi tempatnya. Walaupun aku tidak yakin. Mengingat begitu banyak---"


"Devan, katakan dengan benar. Anak kita sudah menunggu,"


Lovi sudah menyerah saat ini. Ia sama tidak nyamannya dengan Devan.


"Aku bingung berada diantara kalian,"


"Kamu tidak perlu mengerti, Kevin."


"Hmm baiklah,"


-----

__ADS_1


Vote(Poin&koin), komen, Ratting jgn lupa yaaa. Ep slnjtnya di up kl komen tembus 60 yaa bs gaaa? **ga maksa sih. Cuma pen tau aj seberapa semangaddnya klean menantikan ep slnjtnya😂😂


~Terima kasih**~


__ADS_2