My Cruel Husband

My Cruel Husband
Menjaga rahasia


__ADS_3

Anak itu tidak peduli dengan Devan yang semakin dilanda khawatir. Dan hal yang sama pun dilakukan oleh Adrian tanpa Devan sadari.


Dengan pintar Adrian membalas telak ucapan Devan yang mengatakan kalau pisau juga berbahaya untuknya. Tanpa Devan tahu, Adrian pun merasa sangat khawatir. Padahal Adrian tidak tahu mengenai penyakit ayahnya. Ia hanya mempunyai perasaan kalau apapun benda tajam yang ada di dekat ayahnya akan menimbulkan bahaya.


"ADRIAN! KEMBALIKAN PISAU ITU SEKARANG! CEPAT!"


"Devan..."


Suara lirih seseorang berhasil membuat Devan terhenyak. Ia terbangun dari halusinasinya. Mata Devan mengerjap berusaha sadar dengan sempurna.


Devan mengusap wajahnya agar memberi tampilan baik-baik saja dimata orang yang telah mendapatinya dalam keadaan seperti ini.


Begitu Devan berbalik, sosok Senata berdiri di hadpannya dengan wajah bingung. Ia bersyukur karena bukan Lovi yang ada di sana.


"Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Senata dengan suara pelan. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya tadi. Devan berteriak seorang diri. Hingga mengundang rasa penasaran Senata.


"Devan..."


"Skizofrenia," jawab Devan dengan pandangan kosongnya. Ia menunduk tak bisa menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Devan malu, Devan tertekan dalam situasi ini.


Senata menutup mulutnya tak percaya. Matanya berkaca lalu berjalan semakin mendekati Devan. Entah mendapat keberanian darimana, Ia memeluk Devan sangat erat. Berusaha untuk memberi kekuatan pada Devan.

__ADS_1


"Aku mengidap Skizofrenia, Ma."


Pertama kalinya juga untuk Devan memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan yang lebih hangat. Rasanya Ia mendapat kasih sayang seorang Ibu dari dua arah. Pelukan ini mengingatkan Devan pada pelukan yang selalu Rena berikan setiap kali Ia berada pada titik terendah.


"Dan aku harap, Mama bisa menjaga rahasia ini dari Lovi dan anak-anakku,"


Senata melepaskan pelukannya. Ia merangkum wajah hancur Devan yang baru kali ini didapatinya.


"Lovi harus tahu. Dia harus tahu kalau kamu butuh dukungannya,"


"Tidak, ini merupakan aib untukku. Aku malu, dan aku tidak bisa melihat kekhawatirannya,"


"Devan---"


"Aku baik-baik saja tanpa perlu mereka tahu. Itu lebih baik daripada aku harus melihatnya bersedih,"


Senata pun tak bisa menahan laju air matanya. Lovi sangat beruntung memiliki Devan yang begitu memikirkan perasaannya. Saat ini Ia benar-benar menyesali keputusan Lovi yang sebelumnya sangat Ia dukung mengingat Ia tahu betul betapa kejamnya Devan di awal dan di akhir pernikahan putrinya.


"Apa kondisimu semakin memburuk?"


Senata melepaskan wajah menantunya. Ia menatap lekat Devan yang kini tersenyum.

__ADS_1


"Aku sudah membaik. Aku tidak pernah lalai lagi dalam meminum obat. Karena aku sadar, kalau aku harus sembuh demi Lovi dan anak-anakku,"


"Ya Tuhan... Aku tidak mengira kalau selama ini kamu berhasil menipu banyak orang dengan kondisimu yang terlihat baik-baik saja. Nyatanya kamu tersakiti seorang diri, Devan."


Devan mengusap sudut matanya yang basah. Devan menghela napas seraya menutup matanya sejenak.


"Bukan aku yang tersakiti. Tapi Lovi. Oleh karena itu aku tidak ingin menyakitinya lebih dalam. Jadi, bisakah Mama menyimpan rahasia ini baik-baik?"


Devan menatap Senata dengan harapan yang begitu besar. Semua akan baik-baik saja kalau Senata tidak membuka mulut mengenai penyakitnya.


Senata tampak berpikir. Ia ragu, dan Ia takut tidak bisa menepati ucapannya nanti.


"Aku mohon, Ma."


Melihat mata lelaki itu yang tampak sangat memohon, akhirnya Senata mengangguk. Dan Devan tidak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya.


Devan kembali memeluk Senata. Ia mendapat usapan lembut di punggungnya dan kalimat dorongan. Devan memang membutuhkan lebih banyak orang sebagai sumber semangatnya agar bisa sembuh dari penyakit tersebut. Dan Senata dengan senang hati menjadi salah satunya.


"Kamu harus sembuh, Devan. Jangan lupakan Tuhan untuk setiap langkahmu,"


-------

__ADS_1


**SHEVANO DAN WHY JG UDH UP YAAA. SILAKAN MAMPIR TRS TINGGLKN JEJAKNYA. KLIK AJA PROFILKU, TRS CEK NOVEL" AKU YG LAIN.


Terima kasih**~


__ADS_2