My Cruel Husband

My Cruel Husband
Si pemilik hati


__ADS_3

"Maaf-maaf, Sayang. Daddy tidak sengaja mengenai matamu,"


Devan bertambah khawatir ketika melihat anaknya yang masih menangis bahkan kini wajahnya memerah. Tangan kecil Adrian juga terangkat untuk mengusap-usap matanya dimana hal itu malah semakin menambah rasa pedihnya. Karena tangan Adrian juga baru saja memainkan shampo.


"Jangan di pegang matanya. Lihat, tanganmu juga ada busa,"


Devan menarik lembut tangan Adrian agar menyingkir dari mata bulat yang selalu menatap antusias kepadanya itu.


Devan mencuci tangan Adrian agar busanya hilang. Lalu Ia kembali meniup mata Adrian.


Andrean jadi penikmat drama konyol pagi ini. Adiknya itu ada-ada saja. Paling bisa membuat orang-orang di rumah gempar. Terbukti dari suara panik Serry yang terdengar memasuki kamar mereka.


"Tuan Adrian, kenapa menangis?"


Andrean rasa Daddynya tidak akan menjawab Serry. Karena Ia masih sibuk mengurusi adiknya yang berkali-kali lipat lebih manja ketika bertemu dengan Devan.


"Tidak ada masalah apapun, Serry." Jawabnya dengan berseru kencang. Ia kembali menatap Adrian yang kini berada dalam gendongan ayahnya.

__ADS_1


Devan tidak peduli lagi bajunya akan basah mengingat anaknya baru saja bersentuhan dengan air.


"Maaf, Sayang. Daddy benar-benar tidak sengaja," dengan lembut dan sabar Ia berusaha menghentikan tangis Adrian.


"Daddy, Andrean mandi sendiri saja," ucap si sulung yang langsung disambut senyuman hangat dari Devan yang masih dilanda panik.


Tangan Devan terulur untuk mengusap wajah anak sulungnya. Ia benar-benar terharu dengan sikap Andrean yang sudah terlihat semakin dewasa. Ia akan menempatkan diri sebaik mungkin sebagai seorang kakak yang sudah seharusnya mengerti kalau Ia harus lebih banyak mengalah dengan adiknya.


"Daddy keluar ya?"


"Iya,"


"Okay, Daddy." Serunya dengan semangat. Sebelum Devan keluar, Ia masih bisa melihat anak sulungnya itu meraih shower yang tergeletak menyedihkan di dalam bath up.


Devan keluar dengan Adrian yang masih terisak. Ia menurunkan anak itu di tengah kamar.


"Jangan menangis lagi. Pangeran Daddy yang tampan ini akan terlihat jelek kalau menangis," Devan merendahkan tubuhnya di depan Adrian yang berdiri.

__ADS_1


"Sekarang pakai baju ya?"


Masih dengan sisa isak tangisnya Adrian mengangguk. Semua bagian di wajahnya sudah memerah. Terutama bagian matanya. Devan sampai merasa bersalah melihat itu. Ia akan membawa anaknya ke dokter setelah ini.


****


Saat ini Lovi sudah memasuki waktu istirahatnya. Ia meletakkan sejenak kain pel di sudut ruangan khusus bagian kebersihan.


Di rumah sakit ini Lovi bekerja sebagai cleaning service. Bukan rumah sakit milik mantan suaminya, tentu saja. Oleh karena itu dengan mudah Ia bisa bekerja di sana.


Ketika Ia melamar pekerjaan di rumah sakit tempat anak-anaknya dirawat yang tak lain adalah rumah sakit milik Devan dan keluarganya, Lovi mendapat berbagai tanggapan dari staf rumah sakit. Ada yang tidak menyangka kalau seorang Istri dari pengusaha kaya raya melamar pekerjaan di sana. Dan ada juga yang langsung bisa memastikan kalau Devan dan Lovi memang benar-benar sudah bercerai bukan hanya sekedar kabar miring saja.


Dari sekian banyak tanggapan itu, tidak ada satupun orang yang berani menerima Lovi sebagai pekerja di sana. Gila saja! Mereka masih ingin bekerja di sana. Kalau sampai mereka menerima Lovi, maka apa yang akan dilakukan Devan pada karir mereka?


Lovi memang memilih bungkam atas kabar perceraiannya. Begitupun dengan Devan yang menolak tegas ketika dimintai penjelasan oleh seluruh media. Memangnya untuk apa? Biarkan saja mereka semua bertanya-tanya sampai akhirnya lelah sendiri untuk penasaran.


Devan sudah membungkam seluruh media yang sekiranya mengganggu kehidupannya. Lagi pula diam-diam Devan tetap berusaha memperjuangkan keutuhan keluarganya tanpa Lovi sadari.

__ADS_1


Sampai kapanpun Lovi akan menjadi bagian dari hidup Devan. Devan akan tetap menjadikan Lovi sebagai pemilik hatinya. Devan bisa mengembalikan Lovi dalam pelukannya. Devan yakin Tuhan pun menginginkan kebersamaan mereka lagi. Namun untuk saat ini, Devan sadar kalau Ia membutuhkan sedikit pelajaran dari Lovi.


__ADS_2