My Cruel Husband

My Cruel Husband
Kesalahan desainer


__ADS_3

Tak lama Lovi pun keluar. Semakin riuh lah ruangan itu karena Adrian. Andrean berdecak malas melihat tingkah adiknya.


"Mommy, ya ampun, ini Mommy? Sangat cantik seperti princess-princess yang sering ditonton Aunty Vanilla,"


Ia membongkar rahasia Vanilla yang rupanya masih menyukai karakter princess. Padahal sikapnya keras tak sesuai sekali dengan princess yang berwajah cantik dan berperilaku baik.


"Seperti prince dan princess!" Akhir dari pujiannya kali ini adalah kalimat itu. Ia menangkup wajah menatap Devan dan Lovi yang jujur saja merasa berbunga saat dipuji oleh anak mereka.


"Bagian perutnya terlalu sempit menutku," Rena mengajukan pendapat seraya memperhatikan perut Lovi yang terlihat sesak dalam balutan gaun itu. Tangan Devan terangkat untuk menyentuh perut Lovi.


"Iya, aku tidak suka melihat ini. Mereka akan kesakitan," dengan lugas Ia menyetujui Mamanya. Ia baru sadar dengan itu. Beruntung Rena memperhatikan lebih detail.


"Aku rasa tidak," Clara mempertahankan pikirannya. Dan hal itu membuat Devan mendelik tak suka.


"Kamu belum hamil, jadi tidak tahu rasanya seperti apa. Kalau memang kamu tidak menyetujui perubahan yang Aku inginkan, aku bisa mencari orang lain yang lebih handal dan tentunya tidak seperti kamu yang terlalu mengutamakan uang daripada kepuasan pelanggan,"

__ADS_1


Clara tersentak beberapa saat. Ia menelan ludahnya pahit. Kalimat itu menyakiti harga dirinya sebagai desainer ternama. Devan benar, Clara memang terlalu mengutamakan uang daripada kepuasan pelanggan yang seharusnya lebih diperhatikan sebagus apapun karyanya.


"Devan..." Lovi memutus tatapan tajam Devan pada gadis itu. Lovi merasa tidak masalah dengan gaunnya. Ia pikir hanya dipakai beberapa jam saja. Berbeda dengan Devan yang terlalu mengkhawatirkan kondisi Lovi dan anaknya.


Rena pun demikian. Walaupun Clara adalah anak sahabatnya, kalau Ia tidak puas maka Ia berhak mengajukan protes. Dan lagi uang yang dikeluarkan untuk membeli busana itu tidaklah sedikit. Tidak seharusnya mereka mendapat kekecewaan seperti ini.


"Baiklah, akan aku perbaiki,"


Rahang Devan masih mengeras walaupun keputusannya sudah disetujui. Ia emosi saat ada orang yang menentang keinginannya.


"Untuk cucuku bagaimana?"


Clara meminta salah satu pegawainya untuk mengambilkan dua stel jas kecil lengkap dengan celana dan dasi kupu-kupu.


Adrian bersorak bahagia menerimanya. Seperti halnya Lovi dan Devan, Andrean juga Adrian pun mencoba pakaian mereka di dalam fitting room.

__ADS_1


Saat Lovi bertanya ingin dibantu atau tidak, mereka langsung menggeleng tegas.


Pakaian milik kedua anak kembar itu tidak mengecewakan sama sekali. Hanya milik Lovi yang sedikit bermasalah. Clara sudah berjanji akan merombaknya, dan Ia meminta waktu pada Devan sampai besok. Dan pakaian itu akan diantar oleh pekerjanya ke rumah Devan.


Keluarga yang lain sudah melakukan fitting baju sebelum mereka. Kira-kira dua hari yang lalu Rena, Senata, Raihan dan seluruh keluarga Devan bertandang ke butik ini. Lovi tidak memiliki keluarga atau lebih tepatnya mereka yang sepertinya tidak ingin diakui keberadaannya. Mereka semua tinggal berpencar. Lovi dan Senata tak bisa menghubungi mereka. Bahkan saat Lovi terjebak di dalam pernikahannya yang terdahulu dengan Devan, tak ada satupun keluarga yang sudi menolongnya. Sampai saat ini tidak ada yang saling mengetahui kabar masing-masing.


Ketika mobil Devan meninggalkam butiknya, Clara menggeram kesal.


"Brengs*k kau Devan!"


Senyum miring mengiringi mobil Devan yang tak lagi terlihat di pelupuk mata.


---------


Aku labil tdnya nama Clara itu aku buat jd Setha. Tp trllu mirip sm Mamanya Lovi makanya ak gnti Clara. Kl kalian nemu typo terutama masalah nama mohon koreksinya yaa. Soalny aku edit ini buru" jd tkut ada yg kelewat😂 Terima kasih untk kalian yg baik hati ;)

__ADS_1


__ADS_2