My Cruel Husband

My Cruel Husband
Belum bisa bertemu


__ADS_3

Lovi menemani Devan untuk melihat lokasi hotel milik perusahaan Devan yang sebentar lagi akan dibangun.


Bila sedang bekerja, Devan tidak pernah melirik sekitar. Ia fokus pada tujuannya. Lovi pun tahu diri kalau di saat seperti ini, Ia tidak bisa mengganggu suaminya yang tengah berbincang banyak mengenai hal-hal apa saja yang sekiranya bisa menjadikan hotel itu berkembang dengan baik.


Lovi menunggu di salah satu kafe yang tidak jauh dari keberadaan suaminya itu. Lovi membiarkan suaminya menyelesaikan urusan lalu setelahnya mereka akan makan siang bersama.


Lovi sudah menghabiskan satu mug minuman andalannya, lemon tea. Hampir setiap datang ke kafe atau restoran, pasti minuman itu yang diinginkannya.


Lovi melihat-lihat foto yang diambilnya selama di London. Terkadang ia tersenyum tipis. Menyenangkan sekali rasanya bisa pergi berdua dengan Devan. Walaupun Lovi tidak bisa menutupi rasa rindunya dengan ketiga malaikat kecil yang berada di Manhattan itu, tetapi Lovi mencoba untuk menikmati waktunya dan Devan sekarang. Ternyata seperti ini rasanya bulan madu setelah memiliki anak.


"Jadi hotel ini akan aku buat untuk semua kalangan. Segalanya harus tetap meninggalkan kesan baik untuk pengunjung. Kenyamanan adalah poin penting,"


"Mengerjakannya santai saja. Asal hasilnya maksimal,"


"Baik, Tuan."


"Aku tidak ingin kalian terlalu mengejar waktu sampai kualitas dinomor duakan,"


Devan pergi setelah banyak memberikan pesan untuk semua bagian yang turut serta dalam pembangunan bisnis barunya tersebut.


Devan mengejutkan Lovi dengan cara mengecup pipi perempuan itu dari belakang. Lovi menoleh seraya mengusap dadanya.


"Aku pikir lelaki gila,"


"Huh?"

__ADS_1


"Yang gemar mencium sembarangan itu gila,"


"Sembarangan saja mulutmu,"


"Apa yang salah dari ucapanku? benar bukan? selagi ada kamar, tidak boleh menampilkan kemesraan di depan umum, Sayangku."


Devan yang sempat kesal langsung menahan senyum. Lovi jarang sekali memanggilnya seperti itu. Ada rasa aneh yang meletup-letup di hatinya.


"Sayangku?"


"Iya, aku menyayangimu," ujar Lovi seraya mengerling lucu.


"Oh Tuhan, menggemaskan sekali kamu, Lov. Ingin rasanya aku bawa kamu ke atas ranjang lagi," otak sintingnya mulai berkelana tidak jelas. Devan menggeleng untuk mengusir pikiran kotornya.


*******


Lucas mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sehingga pada sore yang dijanjikan oleh Raihan, Ia tidak bisa datang ke mansion.


Raihan datang untuk menjenguk orangtua dari menantunya itu. Tanpa ada yang tahu, sekalipun istrinya sendiri. Setelah selesai bekerja, Ia langsung meminta supirnya melajukan mobil ke salah satu rumah sakit.


Lucas sangat bahagia sekaligus tidak menyangka dengan kehadiran Raihan. Ia akan bangkit seraya mempersilahkan Raihan dan pengawalnya duduk, namun Raihan menahan geraknya itu.


"Tetap berbaring saja. Maaf kami mengganggu waktu istirahatmu,"


"Tidak, Tuan--"

__ADS_1


"Jangan panggil aku seperti itu. Kau pun pernah menjadi seperti diriku dulu. Seharusnya aku juga memanggilmu dengan sebutan itu,"


Lucas menggeleng pelan. Ia bukan lagi orang yang berpengaruh. Dulu, semua orang akan memanggilnya seperti itu sebagai bentuk rasa hormat. Tetapi sekarang, Lucas bukan lagi sosok pemimpin, dan Ia terlalu banyak memiliki keburukan yang membuatnya tidak pantas lagi diperlakukan baik oleh orang lain.


"Terima kasih sudah peduli,"


Raihan menjelajahi keadaan di dalam ruang perawatan Lucas. Tidak ada siapa-siapa di sana kecuali Lucas sendiri. Apakah tidak ada yang menemani lelaki paruh baya itu?


"Maaf, kau tinggal sendiri di ruangan ini? tidak ada yang menjagamu?"


"Aku tidak memiliki siapapun yang peduli padaku,"


"Keluargamu?"


"Entah dimana. Kami sudah lama hidup sendiri-sendiri,"


"Aku lihat, Lovi pun sama sepertimu. Apakah tidak ada satupun keluarga yang peduli pada kalian?"


"Sejak aku dihukum, mereka tidak pernah hadir untuk memberi dukungan,"


"Artinya menantuku pun merasakan hal yang sama?"


"Ya, kalau ada keluarga kami yang membantu Lovi, tidak mungkin Lovi menjadi bagian dari keluargamu bukan? Lovi tidak akan bertemu dengan Devan,"


-------

__ADS_1


__ADS_2