
Sebenarnya Lovi sangat jarang menghabiskan waktu di sana karena koleksi tanamannya kurang banyak, tidak seperti taman utama. Lovi ingin melengkapi koleksinya namun sudah terlanjur disibukkan dengan urusan perceraiannya, setelah itu Ia juga sudah sibuk bekerja. Sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan itu.
"Daddy tidak pelit seperti kamu. Pasti dia mengizinkan,"
Zio yang sedang sibuk menata segalanya terhenyak begitu mendengar sahutan seseorang yang tadi dibicarakannya.
"Kata siapa?"
Zion terkekeh menatap Devan yang kini memicing padanya.
"Uncle, tadi Adrian sudah bilang. Susah sih di ajarin,"
"Anak Devan benar-benar minta di panggang!"
Adrian menyulut ayahnya. Ia mendekati Devan lalu menggoyang lengan Devan.
"Dad, lihat, taman Mommy jadi berantakan."
"Aduh, Adrian suka makan cabai ya sayang?" Joanna menimpali seraya mempersiapkan bumbu. Di sebelahnya ada Kayla, anak bungsunya yang ikut-ikutan memegang sendok pengaduk bumbu. Jo menepuk tangan Kyala dengan pelan. Bagaimana bisa mengaduk itu berdua?aneh-aneh saja Kayla ini.
"Suka dong Aunty Jo. Suka banget banget banget malah," mata kecil itu mengerling hingga membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas sekaligus minta dilempar seperti halnya yang dirasakan Zio saat ini. Yang sangat ingin melempar anak bungsu Devan ke luar angkasa.
"Kau pikir ini rumahmu, ya?"
Devan angkat bicara lagi. Ia tidak marah sebenarnya namun tidak ada yang memberi tahu acara ini sejak tadi. Atau karena Ia terlalu sibuk bersama Lovi di kamar? Tidak melakukan apapun, hanya menunggu perempuan itu hingga terlelap. Mengajaknya bicara seraya memberi sentuhan di kepala, akhirnya Lovi tertidur juga. Padahal tadi Ia mengeluh karena diminta istirahat terus. Nyatanya tubuh Lovi memang membutuhkan itu juga untuk saat ini.
"Kapan lagi bisa party? Sebagai perayaan untuk kebahagiaanmu lah,"
"Vanilla, tolong ambil kecap ya?"
__ADS_1
"Tidak ada waktu," Vanilla menjawab dengan ketus dan Ia masih sibuk bermain ponsel. Berbaring di atas permadani yang di gelar di atas rumput bersama Dallina dan Jane yang juga sibuk dengan ponsel. Mereka tidak ada bantu-bantunya sama sekali.
"Dallina, Jane, haish! Kalian ini kenapa malas sekali sih? Ambil kecap!"
Jane mendorong kepala Vanilla kesal. Ia sedang berchatting ria bersama pasangan yang tak kunjung menyatakan kepemilikan atas dirinya, karena Vanilla Ia harus menghentikan kegiatannya itu.
"Dallina, mentega kurang,"
"Ya Tuhan, ambil sendiri bisa 'kan Jo? Kamu masih punya kaki,"
"Aku sedang memegang ini,"
Matanya melirik wadah kecil berisi mentega dan sedikit kecap yang sedang Ia aduk-aduk. Bumbu kacang sudah siap. Sementara bumbu kecap belum.
"Aunty, kita mau buat daging yang ditusuk-tusuk itu?"
Adrian mengangguk antusias.
"Iya,"
"Tadi katanya mau barbeque,"
Kakinya menghentak kesal. Ingin senang tapi takut diberi harapan palsu. Adrian sudah merindukan sate yang sering dikonsumsinya kalau sedang berkunjung ke Indonesia.
"Uncle Zio saja yang barbeque. Kita mau sate,"
"ASIKKK YEAAY MAKAN SATE,"
Zio yang mendengar itu langsung melemparkan jari tengahnya pada sepupu perempuannya itu.
__ADS_1
"Sial*n kau!"
"Bumbu untuk barbequenya sudah aku siapkan juga bodoh! Lihat dulu itu!" Matanya hampir menggelinding saat melirik bumbu barbeque yang berada tak jauh dari Zio.
"Tolong, bicara yang baik. Di sini bukan hanya wilayah orang dewasa. Dilarang berucap 'Sial*n* dan 'bodoh'. Nanti anakku--"
"KAMU BARUSAN NGOMONG APA?! TIDAK BOLEH BICARA BEGITU, TAPI KAMU SENDIRI--"
"Hei, Joanna hati-hati urat di lehermu lepas,"
Rena yang baru masuk ke taman langsung menegur Jo yang sedang adu mulut dengan putranya yang kini duduk santai di atas rumput.
"Lama!"
Jane dan Dallina yang baru saja menyerahkan kecap dan mentega langsung terkena sembur Joanna.
Vanilla terkekeh melihat itu. Beruntung bukan dia yang mengambilnya.
Jhon baru datang setelah mengambil audio pemutar musik di dalam rumah Devan untuk menemani mereka party nanti.
"Kenapa, Sayang? Suaramu sampai terdengar dari dalam,"
"Coba kecilkan suaranya, Jhon. Lovi tidak begitu kalau marah,"
Jo mencabut rumput dengan tangan kirinya yang tidak menyentuh bumbu lalu dilemparkannya rumput itu pada Devan.
-----
Walopun aku up sekaligus, tp vommentnya jan irit yaaa. Kn biasanya gt :( VOTE & KOMEN JGN IRIT WOYY. Udh kebaca blm?😂😂 maap gk nyolot kok, SANTUYY, gosah kzl ya Shayy ;)
__ADS_1