My Cruel Husband

My Cruel Husband
Mommy


__ADS_3

Vanilla membanting tas kuliahnya ke sofa. Wajahnya sangat kusut karena pengalamannya di hari ketiga berada di kampus barunya benar-benar menyebalkan. Seorang cleaning servis berhasil membuat mood Vanilla hancur dalam sekejap.


Gadis itu menghempas tubuhnya seraya meletakkan kaki di atas meja. Matanya menatap sinis ke arah Devan yang melintas di dekatnya seraya mengerinyit bingung.


"Apa?! kenapa melihatku seperti itu?!"


Devan terkejut ketika adiknya membentak. Ia berjalan mendekati Vanilla yang langsung ditolak gadis itu dengan lemparan tasnya.


"Sialan kau Vanilla!"


Vanilla menutup kedua telinganya tak ingin mendengar Devan yang memaki. Devan sangat kesal tiba-tiba diperlakukan seperti itu oleh adik kesayangannya.


Devan menatap lurus Vanilla setelah duduk berhadapan dengan adiknya itu.


"Ada apa denganmu? dan kenapa bajumu kotor? apa yang kamu lakukan?" tanya Devan tanpa henti. Vanilla menyingkirkan tangannya yang tadi menutup telinga.


"Karena cleaning servis itu baju mahalku rusak. Kamu harus menggantinya!"


Hm?


Devan tak bisa menahan rasa bingungnya. Apa yang Ia perbuat sampai Vanilla menuntut pertanggung jawaban?


"Kenapa aku yang harus menggantinya? dasar gadis gila!"


Devan harap kalimat terakhirnya tidak didengar oleh gadis yang sedang dalam mood buruk itu. Namun nyatanya Vanilla menangkap dengan jelas kalimat penuh ejekan yang dilayangkan Devan.


"Kamu yang akan gila kalau Lovi tidak bangun juga. Buktikan saja ucapanku ini,"


Sial! Vanilla membuat Devan merasa direndahkan. Devan memang akan gila kalau Lovi tidak bangun dalam waktu dekat. Buktinya saja, Devan suka menyendiri dengan senyum mengembang, bahkan Ia juga sering berbicara dengan angin. Vanilla yang kebetulan melihat tingkah kakaknya itu tersenyum mengejek. Ia punya alasan yang kuat untuk membuat Devan mati kutu bila mereka bertengkar. Sekarang waktu yang tepat untuk membuat Devan terdiam karena rasa malunya.

__ADS_1


"Kamu tidak punya orang yang dicintai. Wajar kalau kamu tidak tahu rasanya gila karena rindu,"


Vanilla memasang wajah seolah ingin muntah. Ia geli mendengar Devan berbicara seperti itu dan jujur saja sudut hatinya merasa tersinggung.


"Pergilah kamu! jangan ganggu aku di sini. Bangunkan saja Lovi supaya dia bisa mengobati penyakit jiwamu,"


*************


Devan mengeluarkan kedua anaknya dari dalam boks lalu membawa mereka ke tengah ranjang. Andrean dan Adrian langsung mendekati Lovi yang masih tertidur kaku dengan segala peralatan medis yang menunjang kehidupannya.


Devan sengaja meletakkan kedua anaknya jauh dari jangkauan infus yang melekat di tangan Lovi. Karena mereka pernah membuatnya terlepas hingga akhirnya infus harus di pasang ulang padahal baru diganti karena sudah waktunya.


Darah yang keluar dari punggung tangan Lovi membuat Andrean dan Adrian menangis histeris seolah mereka juga merasakan kesakitan ketika lagi-lagi tangan Ibu mereka ditusuk oleh jarum tajam itu. Tatapan keduanya sangat menggambarkan perasaan bersalah yang dimiliki. Oleh karena itu, Devan langsung membawa anaknya keluar dari kamar agar mereka tidak melihat perawat yang sedang bekerja menangani Lovi.


Devan merasa hatinya teriris. Ia gagal menjaga malaikatnya dan kedua anaknya. Seharusnya Ia tidak membuat Andrean dan Adrian menangis. Kedua anaknya menangis karena Ibu mereka terluka. Devan adalah laki-laki paling tidak berguna di dunia ini, begitulah pikirnya.


Adrian merengek dengan bibir mengerucut menatap Devan seolah meminta pembelaan. Devan langsung membawa putra bungsunya ke atas pangkuan.


"Boleh menyentuh Mommy tapi jangan menyakitinya. Okay, baby boy ?" bisiknya di telinga Adrian. Lalu kembali menurunkan anaknya itu.


Saat Andrean ingin mengulangi perbuatannya tadi, Devan menginterupsi anak sulungnya dengan kalimat lembut,


"Biarkan adikmu membangunkan Mommy."


Awalnya Adrian mengecup wajah Lovi dengan lembut. Tangan mungilnya Ia gunakan untuk mengusap kening Lovi.


Andrean tak tinggal diam. Ia pun melakukan hal yang sama dengan Adrian. Mereka bosan melihat Lovi yang selalu tertidur. Kedua jagoan Devan itu menginginkan Lovi bangun lalu bermain bersama mereka.


Devan tersenyum tipis melihat interaksi di depannya. Ketiganya adalah orang-orang yang sangat berarti dalam hidup Devan. Mereka mampu merubah hati Devan yang keras layaknya batu perlahan mengikis. Devan yang tidak pernah merasa terharu selama hidupnya, kini merasakan hal itu.

__ADS_1


Devan tidak sanggup melihat pemandangan di depannya. Perasaan bersalah kian menghujam jantungnya. Lelaki itu menunduk dalam sampai tidak sadar kalau manik hitam Lovi mulai mengerjap.


"Mommy!"


Devan langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar suara kedua anaknya untuk pertama kali. Apakah mereka sudah bisa berbicara?


Devan mengalihkan tatapannya pada objek yang menjadi penyebab keriuhan Andrean dan Adrian. Lelaki itu membulatkan mata dan langsung mendekati Lovi yang sudah membuka matanya secara sempurna.


"Ya Tuhan, terimakasih engkau sudah mengembalikan kebahagiaanku," seru Devan dengan hati yang sangat berbunga. Ia merasa segala kesedihan yang hinggap dibenaknya selama ini meluap entah kemana.


Usai mengusap wajahnya penuh rasa syukur, Devan duduk di sampung Istrinya, ditengah Adrian dan Andrean.


"Lov? apa yang kamu rasakan? bagian mana yang masih sakit? oh Tuhan, aku lupa memanggil dokter. Sebentar, ya."


Perasaan senangnya merubah sosok Devan yang selama ini tenang menjadi riuh. Devan menekan tombol di dekat kepala Lovi tak sabaran agar dokter segera datang memeriksa kondisi Istrinya.


"Mommy,"


Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Andrean dan Adrian. Karena memang sebelumnya mereka belum pandai berbicara. Mommy adalah kata pertama yang mereka ucapkan.


"Ya, Sayang Mommy sudah bangun," jawab Devan mengalihkan tatapan pada kedua anaknya. Ia mengerti keterdiaman Lovi saat ini. Istrinya masih terlalu lemah untuk menjawab rasa kaget mereka. Beberapa bulan terjebak dalam kondisi kritis, bukanlah hal mudah untuk berdaptasi.


Devan meraih kedua anaknya dalam pangkuan agar mereka lebih dekat dengan Lovi.


"Mereka sangat merindukanmu. Aku pun sama, Lov. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi, ya?"


************


Hr ini baru kelar US aku lgsng up baek kan aku?😂 aku tau kalian merindukan daku eh salah maksudnya Lovi wkwkwk. Makanya aku up deh. Semoga suka yaaa jgn lupa tinggalkan jejak spy aku lebih semangaaaddd.

__ADS_1


__ADS_2