My Cruel Husband

My Cruel Husband
Tante kepo


__ADS_3

Semua orang yang melintas di dekat Devan, menatap aneh lelaki itu. Devan dengan tampilan penuh kharisma sedang membeli balon.


Devan tidak peduli dengan pandangan orang-orang. Yang terpenting anaknya bahagia. Apa salahnya membeli balon? Bukankah seluruh ayah di dunia ini memang harus sedikit mengorbankan rasa malunya hanya untuk anak? Devan sedang melakukan itu. Dengan sabar Ia menunggu penjual mengambil balon dengan karakter kereta thomas. Devan senang saat karakter kesukaan anaknya ada di antara banyaknya karakter lain di balon-balon tersebut.


"Terima kasih,"


"Uangnya terlalu banyak,"penjual itu berseru memanggil Devan. Ia baru menyadari kalau Devan memberi uang yang jumlahnya jauh lebih banyak dari harga balon.


"Ambil saja sisanya,"


Penjual balon itu tersenyum seraya memandangi punggung dan uang di tangannya. Ia meletakkan uang tersebut di dadanya.


"Semoga keluargamu selalu bahagia," Ia berdoa untuk pembelinya yang baik hati itu. Ia semakin semangat untuk berjualan agar bisa secepat mungkin bertemu dengan keluarganya di rumah yang telah menantikan uang untuk makan.


***


"Daddy kenapa lama?"


Padahal belum lima menit Devan jauh dari mereka, Adrian sudah melayangkan protesnya saja.


Ia duduk di tengah-tengah anaknya lalu memberi kedua balon itu pada mereka.


"Yeayyy punya balon!"


Adrian mengangkat balonnya tinggi-tinggi seraya melompat kegirangan. Devan berdecak dan menarik lengan kecil anaknya.


Adrian tidak boleh kelelahan. Tapi sudah berapa kali Ia melompat hari ini? setelah itu pasti mengatakan ingin muntah.

__ADS_1


"Nanti mual lagi. Jangan seperti itu,"


Andrean memainkan balonnya dalam diam. Hal itu tak luput dari perhatian Devan.


"Kamu tidak senang punya balon?"


"Senang,"


Rambut anaknya sudah mulai memanjang hingga tersentuh angin sedikit langsung berantakan. Devan menata rambut Andrean.


"Lalu kenapa diam saja?"


"Dad, kembali ke kamar lagi yuk. Ada tante jahat di sini. Andrean malas melihatnya,"


Devan memperbaiki duduknya kemudian menatap anak sulungnya lamat-lamat.


"Itu, dekat-dekat sama Tante jahat buat Andrean mual,"


Devan ingin tertawa tapi melihat raut kesal Andrean, Ia mengurungkan niatnya itu. Devan mengikuti arah yang ditunjuk Andrean. Matanya langsung bertemu dengan mata milik gadis yang paling dibencinya namun pernah sangat dicintainya.


Devan kembali mengalihkan perhatiannya pada Andrean. Sial! Kenapa haru bertemu gadis itu lagi?!


Adrian masih sibuk dengan balon barunya. Tiba-tiba saja Ia lupa dengan balon-balon di rumahnya. Memang begitu dia. Kalau ada yang baru, pasti yang lama tidak dianggap.


"kenapa kamu menyebutnya Tante jahat?"


Andrean bersandar di kursi seraya bersedekap dada. Sementara Devan menantikan jawabannya.

__ADS_1


"Dia memang jahat. Pernah marah-marah,"


"Marah? Pada siapa? Mommy?"


Entah mengapa nama Lovi langsung berkeliling di otaknya. Apakah Elea pernah mencari masalah dengan Lovi? Kalau Ya, maka Devan akan memberi pelajaran untuknya. Dan juga Devan perlu memarahi Lovi yang tidak pernah mengatakan perihal itu padanya.


"Bukan..." suara Andrean memelan saat Tante jahat itu mendekati kursi dimana mereka duduk saat ini.


"Kalian sakit? Itu kepalanya kenapa diperban?"


"Tante kepo kalau kata Aunty Vanilla!"


Adrian asal menjawab saja tanpa melihat orang yang telah menegurnya. Mungkin kalau Ia sadar sosok itu adalah Elea yang tempo hari membentaknya, Ia akan lebih sangar daripada sekarang. Mengingat ada Devan yang akan menjadi malaikat penolongnya dari Elea, si Tante jahat.


Devan tak mau melirik sama sekali gadis di dekatnya yang sedang menggenggam tangan kekasihnya, yang kalau Devan tidak salah ingat, bernama Kevin.


"Siapa?" Kevin bertanya pada Elea. Lelaki itu baru saja mengalami kecelakaan motor saat mengikuti balapan. Kevin sering mengalami hal itu. Namun Ia tak bisa menghentikan hobinya.


"Anaknya dia,"


Elea tampak enggan menyebut nama Devan. Devan mendengus pelan. Elea enggan, apa lagi Ia? Devan lebih daripada jijik.


"Devan, yang pernah bertemu kita beberapa waktu lalu 'kan?"


-----


YUHUUU DEVAN MENYAPA KLEAN PAGI INI SEPERTI BIASAAA. JGN LUPA VOTE & KOMEN YOOO. TENCUUU💙😚

__ADS_1


__ADS_2