
Lovi menampar suaminya. Kalimat menyakitkan itu kembali menunjukkan taringnya seolah mencabik hati Lovi hingga koyak.
"Aku tidak mengerti dengan kamu yang seperti ini, Devan. Kamu cemburu? kalau memang iya, tolong jangan buat aku terluka seperti ini,"
Suara Lovi bergetar menahan tangis. Iris matanya berkaca. Air mata sudah menyelimuti matanya yang legam. Lovi berusaha menahannya agar tidak jatuh. Ia tidak ingin menangis di depan Devan. Semuanya seperti masa lalu.
"Kamu tau jawabannya. Dan kamu masih mengulangi hal itu, Lov. Aku tidak suka dengan lelaki manapun yang dekat denganmu apalagi sampai kamu bela di depan aku. Kamu terlihat begitu murahan ketika melakukannya,"
Lovi kehabisan kata-kata. Tenggorokannya terasa dicekik sangat kuat. Semua untaian kata yang keluar dari Devan tertelan dengan pahit.
Ia menunduk, tidak berani menatap suaminya yang sedang dirundung emosi tersebut.
"Dengan kamu menyebut dan membela lelaki lain di depan aku, KAMU TERLIHAT SANGAT MURAHAN!"
Devan menekan kalimat terakhirnya agar Lovi dapat mendengar dengan jelas dan berharap Lovi tidak mengulangi hal itu lagi.
"Kamu murahan, Lovi!"
"DEVAN!" teriak Lovi dan kembali membuat wajah suaminya berpaling. Cukup! sudah cukup Devan melempar timah panas ke hatinya. Ia tidak bisa lagi mendengar perkataan Devan yang lebih menyakitkan.
"Dia hanya pelayan di toko donat, dan kamu menyukainya?"
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyukai siapapun, termasuk kamu!"
Setelah mengatakan hal yang sebaliknya dari kenyataan, Lovi keluar dari kamar lalu membanting pintunya. Ia hanya perlu menenangkan diri di kamar anak-anaknya. Menatap mereka yang lelap dalam tidur selalu berhasil membuat Lovi lega.
Bukan hanya Devan yang bisa melukai perasaannya. Lovi pun bisa membuat ego lelaki itu terasa diinjak-injak. Dan Lovi berhasil melakukannya. Devan sampai menggeram di kamar. Menendang meja rias hingga beberapa benda di atasnya terjatuh.
"Sial*n kalian berdua!"
Kali ini Lovi dan Fifdy membuat Devan meraung tidak terima. Ia tidak bisa melihat Lovi yang begitu memuji lelaki lain. Arti kata 'baik' membuat Devan berburuk sangka. Memangnya sudah sedalam apa mereka saling mengenal? kenapa Lovi bisa menilai Fifdy seperti itu?
Kata itu juga berhasil membuat Devan sedikit tersinggung. Apakah Ia tidak lebih baik daripada Fifdy?
Devan tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ia langsung meraih ponsel yang ada di atas ranjang.
"Buat dia mengalami kecelakaan kecil! akan aku kirim identitasnya,"
Untuk saat ini, Devan tidak akan membunuh lelaki itu. Ia akan melihat sejauh apa perubahan yang ditunjukkan Lovi setelah ini. Kalau Lovi masih dekat dengan Fifdy, maka Devan akan mengambil langkah yang lebih tegas dan menyeramkan untuk Fifdy, selaku pemilik nyawa yang terancam ditangan Devan.
Setelah menyampaikan tujuannya, Devan langsung memutus sambungan telepon. Tanpa memerlukan waktu yang lama, Devan berhasil mengetahui semua hal tentang Fifdy melalui detektif kepercayaannya. Setelah Ia mengirim beberapa hal yang menjadi identitas Fifdy kepada orang yang dihubunginya tadi, Devan keluar dari kamar.
Keinginannya saat ini adalah menghabiskan waktu di kelab malam bersama dengan teman-temannya yang sedang merayakan ulang tahun Deni.
__ADS_1
Rencana awalnya Ia tidak ingin turut hadir dalam perayaan tersebut mengingat kebersamaannya dengan Lovi lebih penting. Namun karena kondisi rumah tangganya saat ini sedang mencekam, maka Devan akan pergi sejenak untuk menenangkan diri.
Ia akan melupakan kisruh rumah tangganya dalam waktu sebentar. Besok atau mungkin lusa Ia akan kembali pada Lovi untuk menyelesaikan semuanya. Perasaannya sebagai ayah yang akan merindukan anak-anaknya, Ia lupakan sejenak juga.
Devan akan kembali bertemu dengan Andrean dan Adrian, jadi tidak seharusnya Ia merasa terpukul seperti ini ketika membayangkan kedua putranya akan menjalani hidup sementara tanpa kehadirannya.
Ia mengendarai mobil mewahnya dengan gila. Hatinya sudah yakin untuk meninggalkan semuanya. Devan perlu membahagiakan dirinya sendiri. Selama ini Ia selalu mengutamakan kebahagiaan Istri dan anak-anaknya tanpa menyadari kalau Ia juga butuh untuk dimengerti dan dibahagiakan. Caranya mudah, hanya dengan menjaga perasaannya. Namun Lovi tidak bisa melakukan itu.
"Hanya dua hari, sayang. Daddy akan kembali,"
**********
**Udh di koreksi, tp pasti ada aj yg kelewat. Jadi mon map ya kl ada typo. Kl dikit-dikit mah anggep aj bumbu penyedap ;) ye ga?🤣🤣
Readers : Mslhnya typo lu ga dikit, Thor! makanya baca napa baca yg bener!
Aing : Udh gaysss... Udh dibaca bgt. Tp ya namanya ngetik malem, hawa dingin membuatku terbuai untk segera ke alam mimpi. Kl udh di atas bantal, di bawah AC pasti mata tuh senyap-senyap. Kelean jg pasti gt KHAAAN?
Jgn lupa Vote, komen, poinnya yak!!! Makasi yaa semuanya. BTW AKU DOUBLE UP INI, MOGA AJA SELESAI DIREVIEWNYA GA LAMA YAWW.
PAPPAYYYY**
__ADS_1