My Cruel Husband

My Cruel Husband
Pertemuan Relasi (revisi)


__ADS_3

Devan membawa Lovi masuk ke dalam kamarnya untuk kali pertama. Lovi duduk di atas lantai yang dingin di kamar Devan. Menatap sepatu laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya itu.


"Apa yang kamu pikirkan dengan menggunakan gaun sial*n ini?"


Lovi menutup matanya rapat saat Devan berteriak dengan ancang-ancang menendangnya.


"Jawab aku!" Devan terlihat sangat geram. Ia merendahkan tubuhnya dan merangkum kedua sisi wajah Lovi. Membuat perempuan itu semakin ketakutan.


"Memangnya kamu siapa berani memakai pakaian seperti ini? Hah?!" Devan memperhatikan setiap bagian di wajah kecil itu dengan pandangan merendahkan.


Devan berbisik di depan bibir tipis yang sedang bergetar menahan isakan itu, "Berniat untuk menjual tubuhmu pada lelaki lain? Kamu hanya milikku! Ingat posisimu!"

__ADS_1


"Walaupun kamu pantas dengan pakaian ini, Tapi tidak seharusnya kamu memakai itu disaat aku sudah memiliki kamu," ujar Devan dengan pelan, penuh hinaan. Lovi menangis dalam diam. Seperti sebelumnya, Ia tidak bisa melakukan apapun bila Devan sedang dikuasai amarahnya. Walaupun ini semua bukanlah kesalahannya. ia menggunakan gaun terbuka ini atas ancaman Vanilla. Namun ia tidak bisa mengatakan kebenaran itu. Bila ia melakukan itu, bukan hanya Devan yang menyakitinya namun Vanilla pun akan melakukan hal yang sama nantinya.


Lovi tidak bisa jujur jika ia ingin hidupnya selamat. Lovi harus mengunci mulutnya serapat mungkin tanpa membantah.


"Ganti pakaianmu dan masuk ke kamarmu sekarang!" Devan membentak dan membuat perempuan itu bangkit dari posisinya untuk melaksanakan perintahnya dengan cepat sebelum emosinya kembali membara.


Lovi berusaha bangun dan berjalan keluar dari kamar Devan. Devan mengeraskan rahangnya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar saat pintu kembali ditutup.


Ia memaki dengan geramnya dan kembali bergabung di dalam suasana pesta meriah yang digelar di mansion mewahnya tersebut dalam rangka merayakan keberhasilan Proyek besarnya kali ini.


Di kamarnya, Lovi langsung membebaskan tubuhnya dari pakaian yang telah menjerumuskannya itu. Dengan tangis yang belum berhenti ia melakukan semuanya sendiri. Lovi menangis seraya membasuh seluruh tubuhnya di bawah tetesan air yang deras. Tidak ada yang tahu dengan perasaan Lovi sekarang. Semuanya sibuk menikmati Pesta yang memiliki Euforia luar biasa itu. Bahkan semua pelayan pun dibebaskan untuk bergabung. Lovi sendiri dalam kesedihannya. Biasanya ada Netta yang selalu menjadi teman sekaligus keluarga. Perempuan itu memberinya penerangan untuk terus melanjutkan hidup dan menyongsong kebahagiaan di masa depan.

__ADS_1


Disaat Lovi tidak yakin akan datangnya kebahagiaan di dalam hidupnya, Justru Netta tidak pernah berhenti untuk memberinya semangat.


Lovi menumpahkan semuanya dibawah pancuran air shower yang menerpa tubuhnya. Lovi merasa semua kesedihannya bisa berangsur hilang hanya dengan menangis sendirian di dalam kamar mandi tanpa ada yang mengetahui. Emosi yang tidak bisa ia keluarkan hanya bisa disampaikan dengan laju air mata.


Lovi keluar dengan balutan Bathrobe dan mengambil pakaian tidurnya. Malam ini Lovi meninggalkan hingar bingar pesta yang sedang berlangsung di lantai dasar.


Lovi menoleh kaget saat pintu kamarnya di paksa terbuka oleh sesorang di luar sana. Tak lama, sosok Vanilla dan Jane memasuki kamarnya dengan langkah memburu.


Mereka kembali berbuat ulah. Seolah permasalahan yang tadi mereka buat belum cukup. Mereka melihat Devan keluar dari ruangan ini. Dan senyum bahagia langsung terpatri di wajah keduanya. Mereka yakin kalau Devan baru saja menyakiti perempuan malang ini.


**************

__ADS_1


YUHUUU AIM CAMBEKKK💃💃😂 gimana-gimanaaa?? pnjg kan ep nya?? pliss jgn protes kurang panjang guiseee krn jujur susahh nyari ide monmap ajanii. Nikmati aja yg aku hidangkan OCEEE :) Jgn lupa like, comment, fav, vote samaaa follow aku nyaa. Makazzeehh lhooo


__ADS_2