My Cruel Husband

My Cruel Husband
Pagi bersama


__ADS_3

Lalu kenapa Devan malah menginginkan bubur kacang hijau yang baru. Sangat jelas kalau bahan yang digunakan adalah kacang hijau. Dimana letak perbedaannya?


"Tapi aku mau yang baru, Ma. Aku tidak ingin makan yang sudah menjadi bekas Lovi. Pliss, buatkan aku ya ma?" Devan yang selama ini terkenal angkuh, keras kepala, dan kejam bisa berubah menjadi manja juga rupanya.


"Bekas? Lovi kan hanya mengambil sedikit tadi malam. Lagipula dia mengambilnya dengan sendok lalu dimasukkan ke dalam mangkuk itu. Tidak menyantap langsung di dalam wadah bubur. Kamu aneh-aneh saja, Devan."


Konyol!


Benar-benar konyol menantunya ini. Entah apa yang terbesit di dalam otak tampan dan jeniusnya itu.


"Apa yang bekas aku?"


Lovi berdiri di seberang pantry yang menjadi tempat Devan duduk saat ini. Ia menatap Devan dengan datar.


Lovi baru saja turun dari kamar. Dan kalimat yang baru saja didengarnya membuat Ia bingung sekaligus kesal.


Devan tersenyum manis seraya mengerling. Ia mengisyaratkan Lovi untuk duduk di sebelahnya.


"Kenapa memangnya kalau bubur itu bekas aku? Jijik sama aku? Iya?" Tukasnya dengan tajam. Devan langsung menggeleng begitu dirinya didorong dengan paksa untuk mengaku.

__ADS_1


Senata terkejut mendapati kehadiran Lovi yang tiba-tiba. Bukankah Ia sudah meminta Lovi untuk diam di kamarnya? Kenapa perempuan itu malah turun dan memilih berdebat dengan mantan suaminya?


"Tidak, Sayang. Aku tidak jijik, Lov. Tapi---"


Devan meneguk ludahnya kasar. Otaknya sedang berpikir keras dalam memilah kata yang sekiranya tidak menyinggung Lovi.


"Tapi apa?! Kamu tahu, semalam aku makan menggunakan wadah lain. Tidak mungkin air liurku menetes di sisa bubur yang masih ada di lemari pendingin. Jangan drama, Devan!" Nada bicaranya benar-benar menggambarkan kalau saat ini Lovi tengah sakit hati hanya karena perkara bubur kacang hijau.


Devan langsung bangkit dan menarik lembut tangan Lovi agar duduk. Sungguh, Ia tidak berniat untuk membuat Lovi kesal pagi ini.


Hari pertama setelah sekian lama mereka tidak menikmati pagi bersama, rasanyatidak mungkin Devan membiarkan Mantan istrinya dirundung emosi.


Lovi berdecak dan melepas sentuhan Devan di lengannya.


"Tapi kenapa? Bubur itu enak. Aku saja ingin memakannya lagi,"


Senata menghela napas pelan. Paginya kali ini benar-benar hancur karena mantan suami istri yang bersitegang karena hal kecil. Yang lelaki tidak bisa menahan keinginannya sementara yang perempuan tidak berhenti menuntut penjelasan.


"Lovi, berikan yang Devan inginkan! Masak bubur kacang hijau sekarang!" Titahnya dengan lugas yang mengundang tatapan protes dari Putrinya. Sementara Devan tersenyum puas.

__ADS_1


****


Sinar matahari mulai keluar dari persinggahannya. Memperjelas jati diri dan perannya di bumi ini.


Adrian bangun lebih dulu dari sang kakak. Matanya mengerjap ketika cahaya benda langit berwarna oranye itu memaksa masuk melalui retinanya. Ia duduk lalu mengacak rambut lebatnya.


"Andrean, bangun! Andrean sudah pagi,"


Ia membangunkan kakaknya yang memang selalu bangun lebih siang daripada dirinya kalau hari libur. Jemari Adrian mulai melancarkan aksi. Ia menarik rambut tipis yang ada di sudut telinga Andrean hingga si sulung itu berteriak kesakitan.


"Bangun! Hanya dengan itu Andrean bisa bangun," ucapnya dengan kesal. Ia bangkit dari ranjangnya dan menurunkan pembatas besi yang ada diantara dirinya dan Andrean. Devan memang sengaja memesan ranjang dengan pembatas itu mengingat kedua anaknya selalu saja bertengkar masalah tempat tidur. Tidak ada yang ingin mengalah, oleh sebab itu pembatas besi menjadi ide Devan agar kedua anaknya tentram. Siapapun bisa dengan mudah menaik dan menurunkan pembatas tersebut.


Melihat Andrean yang kembali tertidur, Adrian kembali memutar otaknya. Ia menurunkan pembatas besi di ranjangnya dengan Andrean tentu saja ada tujuannya.


Adrian mendorong tubuh Andrean sampai kakaknya itu bergeser ke ranjang miliknya. Dengan posisi tengkurap, Andrean berteriak geram.


"Adrian, jangan ganggu bisa?!"


-----

__ADS_1


Tinggalkan jejak (like, poin/koin, komen, ratting) yaaa. Terima kasih~


__ADS_2