My Cruel Husband

My Cruel Husband
Fitting busana pernikahan


__ADS_3

Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Tangan Adrian selalu mengganti musik yang sedang diputar audio mobil. Hal itu membuat Devan berdecak.


"Sayang, kamu sebenarnya mau lagu apa? Jangan diganti terus. Daddy lagi mau menikmati lagunya, kamu malah seenak hati menggantinya," lepas juga kedongkolan dalam hatinya. Tidak mengerti dengan anaknya itu. Kurang kerjaan, sengaja membuat Devan kesal, atau memang tidak suka dengan lagunya? Entahlah.


"Daddy berisik! Ini mobil Adrian, jadi suka-suka Adrian,"


Mobil dia katanya?


Kapan dia membelinya? Bukankah yang diketahuinya hanya mainan saja? Rupanya Adrian tidak lagi tertarik pada mobil mainan.


Ya memang apapun yang dimiliki Devan pasti akan berujung pada kepemilikan anak-anaknya. Namun Devan tak menyangka kalau anaknya itu sudah menginginkan mobil ini sekarang. Ini sebuah kode untuknya, bukan? Agar Adrian cepat-cepat memiliki mobil.


"Nanti Daddy belikan. Asal kakimu sudah sampai saja ke bawah,"


Lovi menahan tawanya saat Devan mengatakan hal itu dan Adrian langsung melonjak-lonjak kesal.


"Sudah sampai! Adrian sudah besar, Daddy!"


"Perlu Daddy ingatkan berapa usiamu?barang kali kamu lupa. Rupanya bukan Daddy yang menjadi pak tua, tapi kamu,"


***


Mereka telah sampai di sebuah butik ternama yang terkenal dengan keindahan maha karya dari designer pemiliknya yang merupakan putri dari sahabat Rena.

__ADS_1


Clara tersenyum menyambut mereka. Sempat terjadi obrolan kecil antara Rena dan Clara. Sementara Lovi dan Devan memilih duduk di sofa yang disediakan. Andrean pun setia berada di samping kedua orangtuanya berbeda dengan sang adik yang menjelajahi butik dengan tatapan terpana. Ia memandangi satu persatu manekin yang digunakan sebagai media untuk menampilkan busana yang dijual secara keseluruhan.


"Cantik-cantik gaunnya," komentar dari mulut kecil Adrian mengundang perhatian Clara. Gadis itu tersenyum hangat.


"Terima kasih, tampan. Berapa usiamu?"


Adrian mengalihkan perhatiannya dari kecantikan gaun-gaun di sana. Ia menjawab seraya membalas senyuman Clara.


"Empat tahun, sudah besar 'kan?"


Clara merasa terhibur dengan kehadiran anak itu. Sementara Devan, entahlah dia merasa apa. Yang jelas kepalanya sejak tadi sudah pening apalagi saat Adrian hampir menjatuhkan salah satu manekin.


Anak itu benar-benar tidak bisa diam. Tidak merasa jera setelah dibentak Elea habis-habisan karena tingkahnya yang terlalu aktif.


Lovi tentu saja langsung bangkit menghampiri anaknya yang berbuat ulah itu. Beruntung tidak benar-benar jatuh.


"Seharusnya rusak saja tadi biar Daddy ganti,"


Devan membulatkan mata. Ingin memekik rasanya. Sesantai itu Adrian mengatakannya. Tidak tahu saja dia harga gaun-gaun di sana semahal apa. Dipikirnya tidak jauh berbeda dengan harga mainannya.


Clara tak mampu lagi menahan ledak tawanya. Tangannya yang sangat pintar dalam berkarya itu terulur untuk mengusap kepala Adrian.


Clara mengarahkan mereka untuk memasuki sebuah ruangan khusus untuk karyanya yang benar-benar memukau, diperuntukkan untuk para petinggi yang memiliki banyak uang untuk membeli salah satunya.

__ADS_1


"Ini gaunnya. Silakan dicoba, Lovi."


Lovi menerimanya dengan senang hati. Lalu Ia memasuki fitting room untuk mengetahui secara langsung apakah gaun itu muat dengannya atau tidak. Mengingat perutnya sudah sedikit membesar.


"Ini milikmu, Devan."


Devan memasuki ruangan berbeda dengan Lovi. Mereka bersebelahan dan sama-sama menilai diri sendiri dengan balutan busana pernikahan itu di depan cermin besar.


"Grandma, Daddy dan Mommy kenapa masuk ke dalam situ? Mau ganti baju?"


"Ya, sayang,"


"Baju untuk Adrian dimana?"


"Setelah ini ya? Kita lihat Mommy dan Daddymu dulu,"


Adrian mengangguk saja setelah mendengar penjelasan Neneknya. Ia tak ingin kalah dengan kedua orangtuanya.


Devan keluar terlebih dahulu dan sambutan riuh langsung terdengar dari mulut anak bungsunya.


"Daddy tampan sekali. Aduh, Adrian tidak boleh kalah ini," kalimat konyol yang membuat siapa saja tak habis pikir kalau yang mengatakan itu adalah anak berusua empat tahun.


-----

__ADS_1


Aku labil tdnya nama Clara itu aku buat jd Setha. Tp trllu mirip sm Mamanya Lovi makanya ak gnti Clara. Kl kalian nemu typo terutama masalah nama mohon koreksinya yaa. Soalny aku edit ini buru" jd tkut ada yg kelewat😂 Terima kasih untk kalian yg baik hati ;)


__ADS_2