My Cruel Husband

My Cruel Husband
Dua wanita gila


__ADS_3

"Wanita hamil sangat disukai oleh Lelaki hidung belang, Anakku,"


Lovi menggeleng dengan wajah penuh air mata. Tawa menggelegar Ibu kandungnya berhasil membuat Lovi berkutik. Ia tidak bisa keluar dari situasi menyeramkan saat ini. Sebentar lagi Lovi akan kembali melayani Lelaki hidung belang.


"Jangan menangis!!" Bentak Berry.


Senata mengatakan pada Berry mengenai keberadaan Lovi. Wanita yang melahirkan Lovi itu dengan tega bekerja sama dengan Berry untuk menjual Lovi. Berry tidak memenuhi kesepakatan yang telah disetujuinya dengan keluarga Devan dimana setelah Lovi menjadi milik Devan, maka tidak ada yang boleh menyentuh Lovi sedikitpun.


"Mama, Aku mohon lepaskan aku," ucap Lovi meminta belas kasihan. Ia menggerakkan kedua tangan dan kakinya yang terikat dengan kencang. Kemungkinan Lovi untuk pergi sangatlah kecil.


"Tidak bisa, Sayang. Kamu adalah sumber uangku," jawaban Ibunya berhasil membuat Lovi terpekur. Ia tidak menyangka hidupnya akan seburuk ini. Semua orang yang ada di dekatnya seolah ingin membunuhnya secara perlahan. Ia merasa tidak ada yang benar-benar baik padanya.


Berry tertawa bahagia mendengar sahabat karibnya itu berkata dengan nada manis pada Lovi. Berry pun mengakui Kalau Senata adalah wanita gila. Gila akan harta sampai harus mengorbankan anak kandungnya demi mendapatkan itu semua.


"Kamu tidak mau berkorban untukku? Hanya dengan cara ini aku bisa hidup bahagia,"


Apakah masih kurang pengorbanan Lovi selama ini? Ia harus bergelut dengan kerasnya hidup di saat usianya yang masih belia. Lovi harus bertahan hidup dengan menjadi tawanan Berry.


"Lepaskan aku!!" teriak Lovi menyakitkan. Ia berusaha lepas dari jeratan kedua wanita gila itu. Walaupun tangannya sudah berdarah karena gesekan tali pengikat, Lovi tidak juga menyerah.


"Kamu terlihat menyedihkan," ucap Berry dengan pandangan merendahkan. Senyum miringnya hadir dikala Lovi masih menggerakkan kedua kakinya di udara. Ikatan itu terasa menyengat di kulit Lovi.

__ADS_1


Berry keluar dari gudang dimana Lovi di tawan, lalu mengambil sepiring nasi busuk tanpa lauk untuk di konsumsi oleh Lovi.


Ia membanting piring itu di depan Lovi membuat Lovi beringsut ketakutan.


"Makan itu!!"


Dengan suara dalamnya, Lovi menjawab,


"Aku tidak mau!"


Berry maju selangkah lebih dekat dengan Lovi kemudian merendahkan tubuhnya untuk membuat Lovi kesulitan mengambil napas.


"Beraninya kamu membantahku?!"


"Jangan terlalu menyiksanya, Berry! Ingat, dia akan di pakai sebentar lagi,"


Napas Lovi tidak beraturan. Pandangan matanya sudah tak tentu arah. Bayangan-bayangan buruk sudah berputar di kepalanya.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Jangan mengaturku!!" Tegas Berry membuat Senata terdiam. Dalam hal ini, Senata yang sangat membutuhkan uang. Sementara yang memegang kendali adalah Berry maka Ia harus lebih bersabar dalam menghadapi wanita penjual para gadis belia itu.


"Kamu akan melewati malam yang panjang, Lovi. Oleh karena itu, cepat habiskan makanan ini agar kamu bisa bertahan,"

__ADS_1


**************


"Alat itu bekerja dengan baik, Tuan," Lapor Ferro pada Devan yang sedang sibuk menelusuri laptopnya.


"Ya, aku menemukannya,"


"Tuan sangat pintar. Bahkan aku sendiri tidak menyangka, Tuan akan meletakkan alatnya di dalam tubuh Nona Lovi,"


Ferro salut dengan sikap otoriter yang di miliki Devan hingga akhirnya berguna dalam situasi yang penting seperti sekarang. Devan menanam alat pendeteksi di tubuh Lovi agar Ia selalu mengetahui keberadaan Lovi. Ia melakukannya tanpa sepengetahuan Lovi. Alat itu membuat Devan sangat bersyukur. Ia tidak kehilangan jejak Istrinya yang kini dalam bahaya.


Dengan kecanggihannya, Devan dengan mudah melacak keberadaan Lovi saat ini tanpa membutuhkan waktu yang terlalu lama. Devan bangkit dari duduknya. Berusaha untuk mengurangi kepanikan yang melandanya.


"Siapkan semuanya untuk mengepung tempat itu, Ferro!! Siapapun yang aku temui di sana, aku pastikan akan mati,"


"Akan aku lakukan, Tuan,"


Ferro bergegas menyiapkan para pengawal yang akan di ikut sertakan dalam menembus pertahanan tempat yang akan mereka datangi.


"Tunggu aku, Lov,"


****************

__ADS_1


kyknya udh lama aku gk up😂 maap telat yakk. Jgn lupa like, comment & vote nya. maaciwwww


__ADS_2