My Cruel Husband

My Cruel Husband
Masih kuat buat Lovi hamil


__ADS_3

----- Males baca ini? yaudh MUNDUR AJA!!!


OKAYYY? GK MAKSA KOK :)


---------


"Adrian sudah lebih baik?"


Rena dan Senata membawa kedua cucunya ke food court. Andrean meminta es krim tadi. Dan adiknya yang masih suntuk itu pun tak ingin kalah.


"Sudah, Grandma Sena. Kan sudah ada es krim," gigi mungil itu akhirnya nampak juga. Kedua neneknya menghela napas lega.


Hanya memerlukan cara sederhana untuk membuat mereka bahagia. Seperti anak kebanyakan, mereka tidak menginginkan barang-barang mewah. Cukup kasih sayang, perhatian, dan juga makanan kesukaan. Semudah itu memang. Oh tak lupa pendidikan. Itu penting untuk masa depan mereka. Mereka pun akan menjadi orangtua kelak. Bagaimana bisa membelikan anak mainan kalau otak tak ada isinya.


Senata meletakkan paper bag di atas meja. Ia menggeleng pelan melihat isinya.


"Sudah aku katakan, aku merajut baju untuk mereka. Seharusnya tidak perlu sebanyak ini, Rena."


Rena terkekeh. Ia mengusap bibir Andrean yang dipenuhi es krim sebelum menjawab Senata.


"Itu hari yang bahagia untuk mereka. Persiapannya harus memukau,"


"Mereka lebih bahagia kalau orangtuanya ingat hari penting itu,"


Senata menatap kosong pada cucunya yang kini saling bergurau. Adrian mengolok kakaknya yang makan berantakan padahal wajahnya sendiri sudah seperti badut. Es krim dimana-mana.


"Kita culik saja mereka berdua. Biar Devan dan Lovi gila sekalian,"


***

__ADS_1


"Lovi, suamimu masih menunggu." Desira berseru heboh. Sampai-sampai Lovi dan Fifdy yang tengah berduyun menyiram dan menyapu taman rumah sakit menoleh.


"Suamimu ke sini?"


"Desira, kamu kenapa rajin sekali sih memperhatikan dia?" Lovi menggeram kesal. Temannya tidak bisa diajak kompromi dalam mengacuhkan Devan. Dari tadi sibuk mengabsen kehadiran Devan lalu melaporkannya pada Lovi.


Devan berbincang dengan salah satu petinggi rumah sakit yang kebetulan ingin keluar, duduk di dekat post satpam, sampai Devan makan di dalam mobil pun Ia tahu. Benar-benar!


"Lovita, suamimu ke sini?" Fifdy mengulangi pertanyaannya.


Lovi menghempas selang air setelah Ia matikan. Ia menjawab dengan malas.


"Ya," katanya dengan singkat.


"Lovi, kamu jahat sekali pada Devan. Nanti aku rebut dia, kamu jangan menangis semalaman ya?!"


"Dimana dia?"


Alis Desira terangkat. Dia siapa? Kenapa pula Lovi harus memasang raut masam seperti itu?


"Devan. Dimana dia?"


"Tadi aku lihat dia lagi duduk di--" matanya mengedar untuk mencari Devan.


"Dia berdiri di depan mobilnya itu,"


Sedari tadi Devan memang tak jauh dari Lovi sehingga Desira mudah melihatnya. Terlihat sekali kalau lelaki itu sebenarnya bosan menunggu Lovi tapi Ia berusaha untuk tetap diam, ingin tahu sampai mana Lovi mampu mengerjainya.


Lovi berbalik dan tak jauh darinya, Devan memang tengah bersandar di kap depan mobil silvernya. Namun lelaki itu tampak sibuk dengan ponsel.

__ADS_1


Seperti bodyguard saja lelaki itu. Kemanapun Lovi bertugas maka Ia akan mengikuti dengan gaya elegan tentu saja sehingga orang lain tidak tahu kalau dia tengah bertindak gila dengan menjadi ekor Lovi.


Lovi meninggalkan kedua temannya untuk menghampiri Devan. Ia meninju lengan Devan dengan pelan agar lelaki itu mengalihkan fokus dari ponselnya.


"Cepat pulang! Kenapa masih di sini?!" Lovi menahan suaranya yang terasa ingin meledak, menghancurkan telinga mantan suaminya.


"Aku sudah katakan aku akan menunggumu,"


"Devan--"


"Ya, Sayang. Aduh sudah lama kamu tidak memanggilku lembut begitu,"


Lovi memutar bola matanya. Lembut darimana? Suaranya bahkan seperti orang yang sedang menahan mulas saat menyebut nama Devan. Penuh penekanan, tidak ingin berteriak karena memalukan.


"Kamu seperti anak kecil. Ingat umurmu sudah tua! Berhenti melakukan ini padaku,"


Rahang Devan mengetat. Bukan emosi tapi gemas. Ia menarik kulit pipi Lovi sampai pemiliknya menghempas tangannya tidak terima.


"Tua tapi masih kuat buat kamu hamil. Mau aku buat hamil? Biar aku buktikan,"


"Ya Tuhan berikan aku kesabaran lebih dari ini. Menghadapi dia memang akan membuatku cepat mati sepertinya,"


"Tidak usah mimpi! memangnya aku mau hamil anakmu lagi?"


-------


**Dibilg kl males, ga ush baca kawaann๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ drpd bwt moodku jelek. MUNDUR AJAAA bwt yg gk suka ya ya ya๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œaku nulis apa yg aku suka, bkn yg km suka. Cari yg sesuai sm keinginan kalian aj. bosen? kn udh diperingatin dr kpn tau. Ini drama yg berkepanjangan. Ga ush baper shayy aku cuma kasih pilihan ;) ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


~SEKYAN & MAACIW**~

__ADS_1


__ADS_2