
Saat Adrian memasuki kamar Vanilla, Ia melihat gadis itu tengah mengusap body lotion di kedua tangan dan kakinya.
Adrian segera naik ke atas ranjang Vanilla. Sehingga Vanilla sedikit terkejut. Adrian belum mengeluarkan suara sehingga Vanilla tidak tahu kalau yang ada di dekatnya saat ini adalah Adrian.
"Aunty, ini Adrian."
"Oh Aunty kira orang jahat masuk ke kamar Aunty,"
Adrian dan Vanilla sama-sama terkekeh. Ingatan Vanilla terlempar pada kejadian beberapa hari lalu. Dimana Jhico dengan lancang masuk ke dalam kamar mengikuti dirinya hanya untuk meyakinkan Vanilla yang saat itu tidak ingin menikah dengan Jhico.
"Memang orang jahat bisa masuk? itu orang-orang berbadan besar yang ada di bawah tugasnya untuk apa kalau bukan untuk menjaga mansion?"
Vanilla menggapai wajah keponakannya, ingin memiting pipi bulat itu. Adrian segera meraih kedua tangan Vanilla lalu mengecupnya singkat.
"Adrian akan menginap di sini supaya Aunty ada teman. Bolehkah?"
"Tentu boleh. Aunty memang kesepian,"
Tidak perlu ditanya seberapa besarnya harapan Vanilla agar keponakannya itu menginap di mansion setelah mendengar kabar Lovi yang melahirkan. Vanilla juga yakin kalau Andrean dan adiknya tidak memiliki teman di rumah. Biasanya ada Lovi yang selalu menemani mereka berkegiatan.
"Kalau Mommy tidak pernah kesepian karena ada Daddy. Aunty mungkin harus cari yang seperti Daddy biar ada temannya di sini,"
Sebenarnya Adrian tidak niat untuk mengejek atau membuat Vanilla kesal. Ia hanya mengatakan apa yang di dengar dari bibir Lovi setiap Ia mengeluh 'Bosan, kesepian, tidak ada teman, dan lain-lain.'
"Kalau Mommy tidak kesepian. Karena ada Daddy,"
"Daddy kerja, Mommy. Sekarang hanya kita yang ada di rumah,"
"Tetap saja menurut Mommy tidak ada rasa sepi,"
Adrian hanya menghela napas kesal saat Lovi menyanggahnya. Jadi Ia simpulkan, mungkin Vanilla seperti Lovi. Tidak akan kesepian bila ada sosok seperti Devan di sampingnya.
****
"Devan, aku mau cerita."
"Cerita saja. Aku dengarkan,"
__ADS_1
Lovi berdecak lalu meraih bantal untuk mendorong wajah Devan yang sibuk bermain game di ponsel.
Devan masih setia duduk di samping bangsal istrinya. Anak mereka sudah tertidur usai diberikan makanan oleh Lovi. Seharusnya ini waktu yang tepat untuk mereka berdua kembali mempererat kedekatan setelah belakangan ini hanya Auristella yang menyita seluruh perhatian mereka.
"Apa, Lov?"
"Aku mau cerita!"
"Ya, cepat cerita. Aku dengar,"
Devan segera meletakkan ponsel di atas nakas karena merasa Lovi sudah mulai kesal dengannya.
"Jadi apa yang harus aku dengar?"
"Aku selalu lupa untuk mengatakan ini padamu. Aku sebenarnya penasaran juga,"
Devan mengangkat sebelah alisnya menatap sang istri yang kini tersenyum tipis.
"Akhir-akhir ini Adrian dan Andrean selalu cerita tentang gurunya yang diam-diam selalu penasaran tentang kamu,"
"Maksudmu?"
Devan mengangguk jujur. Ia memang kenal karena hampir setiap mengantar kedua anaknya selalu bertemu dengan wanita cantik itu.
"Kenal, ada apa? dia guru anak kita, jadi sudah seharusnya aku mengenal dia,"
"Dia selalu bertanya tentang kamu,"
"Aku tidak peduli. Yang terpenting bukan aku yang melakukan itu. Dan jangan katakan, kalau hal itulah yang membuat kamu berpikir keras sebelum akhirnya sering pendarahan kecil sampai keram di perut sebelum melahirkan?"
Rahang Devan mengeras. Dia sudah mendapat peringatan dari dokter yang menangani Lovi. Semakin dekat dengan waktu persalinan, kondisi Lovi memang terlihat menurun. Namun selalu berakhir baik-baik saja.
"Tapi aku baik-baik saja sekarang. Tidak perlu membahas itu, Devan."
"Perkara kecil dan tidak penting seperti itu jangan kamu bawa ke dalam otak. Untuk apa? Aku tetap milikmu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"
"Aku cemburu tapi tidak bisa jujur,"
__ADS_1
Lovi merangkum wajah Devan yang masih serius menatapnya.
"Masalah itu bukan yang utama mengganggu pikiranku,"
"Lalu apa?"
"Menurutmu Jhico lelaki baik atau bukan?"
"Hei! kenapa jadi membahas dia?! kau menyukainya?"
Lovi menggeram kesal. Belum selesai Ia bertanya, Devan sudah menyanggahnya.
"Semenjak pertemuan itu, aku tidak bisa berhenti berpikir mengenai rencana Mama dan Papa untuk hidup Vanilla ke depannya,"
Devan menghembuskan napas lega. Pikirannya langsung panas saat tiba-tiba saja Lovi membawa nama Jhico dalam pembicaraan mereka.
"Mereka tahu yang terbaik untuk Vanilla,"
"Aku tahu betul bagaimana rasanya menikah tanpa keinginan sendiri. Dan kondisi Vanilla yang seperti itu membuat aku semakin khawatir,"
Devan bangkit untuk duduk di sebelah Lovi. Membawa istrinya itu dalam pelukan. Lalu mengusap kepalanya. Lovi benar-benar tulus menyayangi Vanilla. Bahkan sampai berpikir sama seperti apa yang ada di otak Devan.
"Sebelumnya kamu terlihat sangat mendukung pernikahan mereka. Kenapa sekarang malah seperti ini?"
"Tiba-tiba saja aku merasa takut,"
"Jhico menginginkan Vanilla. Seperti apa yang dikatakan Papa, dia bisa melihat ketulusan di mata Jhico. Sekarang aku sudah mencoba untuk menerima Jhico. Awalnya aku tidak menyetujui keputusan itu karena tindakannya yang benar-benar kurang ajar pada Vanilla. Seburuk apapun adikku, dia tidak berhak mencium Vanilla. Tapi setelah kupikir-pikir, laki-laki itu tanggung jawab juga. Dia menerima semua yang dilakukan Papa setelahnya. Lalu kemarin, tanpa pikir panjang dia menggantikanku untuk menjemput Vanilla di kampusnya,"
Lovi diam menikmati waktu yang terus berjalan. Semua ucapan Devan membuatnya sedikit tenang. Devan yang kakaknya saja sudah menyerahkan semuanya pada Raihan. Maka apa yang harus Ia takutkan lagi? Vanilla akan bahagia dengan kehidupannya.
"Aku sangat menyayangi Vanilla. Maaf kalau aku terlihat aneh seperti ini dalam mengkhawatirkannya,"
"Tidak masalah, Sayang. Kamu adalah bagian dari diriku, jadi apapun yang aku rasakan pasti akan kamu rasakan juga. Dan terima kasih sudah menyayangi adikku. Walaupun tidak sedikit dia menyakitimu,"
-----------
SELAMAT MALAM SEMUAAA. GIMANA ACARA NYATENYA? LANCAR? AKU SENGAJA DTG PAS KALIAN KIRA² UDH SELESAI NYATE BIAR BACANYA FOKUS TRS GA KELUPAAN MENCET LIKE SAMA VOTE. KL LG SIBUK NYATE BARANG KALI KALIAN GK SEMPET NGELIKE, KOMEN, NGEVOTE 😂 CANDA ZHEYENG ;) TERIMA KASIH LHOOO BUAT DUKUNGANNYA :) KUCINTA KALIAN😘🤗
__ADS_1
BTW, NILLAKU UDAH UPDATE YAWW. SILAHKAN DICEK :)