
Devan keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya. Ia dan Lovi sudah mandi namun Lovi belum mengenakan dress yang dikenakannya karena ketiga anak mereka belum dipersiapkan. Lovi selalu menjadi yang terakhir tampil memukau bila ada acara seperti ini. Karena Ia harus mengurus suami dan anaknya dulu.
Devan meraih jas yang diangsurkan istrinya. Pakaian yang sama dengan Raihan, dan kedua anak laki-lakinya untuk dikenakan selama pesta pernikahan Vanilla yang akan berlangsung beberapa jam lagi.
Auristella sedang diberi makan oleh Lovi. Dan kedua kakaknya sedang bermain bersama sepupu yang lain. Ada para penjaga mereka yang ditugaskan untuk memastikan keamanan selama orangtua mereka sibuk mempersiapkan semuanya di dalam kamar.
Auristella menyemburkan susu di dalam mulutnya. Kemudian Ia terkekeh. Anak itu suka mengerjai Mommy-nya.
"Sudah kenyang mungkin, Lov.'
"Dia baru minum sedikit,"
Devan ikut menatap Auristella yang kini merengek ingin diturunkan dari pangkuan Lovi dan dijauhkan dari dada Lovi.
"Sepertinya Auris ingin bermain,"
Devan pergi ke walk in closet untuk mengenakan pakaiannya di sana. Setelahnya Ia kembali mendekati Istri dan anak terakhirnya.
__ADS_1
Lovi meletakkan Auristella di atas permadani yang berada di depan televisi lalu meraih boneka berwarna merah muda untuk menghilangkan rasa bosan putrinya.
Seraya memperhatikan sang anak, Devan melilitkan tali pinggang sementara Lovi keluar. Devan yakin istrinya itu memanggil kedua anak mereka.
Lovi mencari-cari mereka di ruang bermain tidak ada. Ia langsung panik namun beruntungnya Ia bertemu dengan Rena yang baru saja mengunjungi kamar Vanilla untuk memastikan putrinya itu tampil sempurna malam ini.
"Mereka bermain di kamar Zio,"
Informasi itu akhirnya membuat Vanilla mengubah alur langkahnya. Sejak awal datang ke sini mereka memang kerap sekali mengunjungi kamar saudara-saudara Devan yang lain. Terutama kamar uncle mereka, Zio, yang selalu menjadi korban Adrian. Seluruh anak kecil yang berada di keluarganya terkadang membuat Zio ingin mati berdiri. Ia belum memiliki anak bahkan istri. Tapi hidupnya seperti seorang laki-laki yang sudah memiliki banyak anak. Setiap mereka bertemu, pasti ada saja yang anak-anak itu lakukan untuk membuatnya kesal.
Seperti sekarang, Adrian sebagai pemimpin menginstruksi Kayla, Jemmy dan yang lainnya bergantian menunggangi Zio layaknya kuda.
"Uncle ini bagaimana? laki-laki tidak boleh lemah! ayo semangat!" Saat ini ada dua anak di atas punggungnya. Adrian dan Jemmy, kakak Kayla. Kayla menjadi penonton yang menyoraki dengan riuh. Seolah mereka sedang berada di sebuah perlombaan. Padahal hanya Zio yang menjadi kuda saat ini.
"Adrian, cukup!" Andrean mengeluarkan suara tegasnya. Membuat mereka semua diam tidak berkutik. Kayla langsung menghentikan teriakan dan tepuk tangannya. Begitu pun dengan Adell, Mora, dan Dein.
Adrian dan Jemmy turun dari punggung Zio yang sudah tersengal. Sial! Ia harus meminta ganti rugi pada orangtua mereka semua. Biaya untuk melakukan akupuntur tidak boleh Ia keluarkan dari sakunya sendiri.
__ADS_1
Zio harus membuat perhitungan untuk sepupu-sepupunya yang memiliki anak senakal mereka.
Adrian menghentak kakinya kesal lalu keluar dari kamar. Sesaat Ia membanting pintu, kepala Mora hampir saja menjadi korban pintu karena mereka semua mengikuti langkah Adrian.
Mora mengusap dadanya terkejut sekaligus mengucap syukur karena kepalanya tidak jadi membesar dibagian kening. Adrian benar-benar menyebalkan.
Hanya sesaat saja Adrian merajuk. Setelah sampai di koridor yang menjadi penghubung antar kamar, mereka kembali sibuk bermain. Saat ini Adrian dan Jemmy menjadi panglima perang di dua kelompok yang telah dibagi.
Andrean duduk di sofa yang berada di sudut seraya memijat keningnya. Memalukan sekali, Ya Tuhan.
"Andrean, kamu tidak mau menjadi anggotaku? jangan diam saja. Berhenti memikirkan masalah hidup. Nanti kalau sudah dewasa, kamu tidak bisa lagi seperti ini," Andrean menatap adiknya semakin datar. Rahang yang belum tegas milik anak sulung Devan itu terlihat mengeras.
Di masa kecil saja Ia tidak mau seperti itu. Apalagi ketika dewasa? haish! Andrean tidak mau berbuat memalukan seperti adiknya.
--------
SELAMAT MALAM MANTEMAN ONLENKU🤗 ABSEN YG UDAH BACA DAN TINGGALIN JEJAK!! THANKISS😘
__ADS_1