My Cruel Husband

My Cruel Husband
Hangatnya Vanilla


__ADS_3

Vanilla dan Jane turun dari mobil bersamaan dengan Kedatangan Devan. Kedua gadis itu menyapa Devan yang wajahnya terlihat kusut.


Vanilla dan Jane baru saja menghabiskan waktu beberapa bulan untuk berlibur ke negeri gingseng. Korea, adalah negara impian Vanilla selama ini. Ia tidak pernah diizinkan oleh kedua orangtuanya untuk pergi ke sana seorang diri dengan alasan tidak ada sanak keluarga yang bisa mengawasi gadis itu. Berbeda dengan negara tempatnya kuliah.


"Diam! jangan ganggu aku!" geram Devan saat lengannya digamit oleh Jane. Gadis itu mencebik kesal lalu menghempas lengan kekar sepupu kesayangannya.


Adrian dan Andrean yang sedang bermain di ruang keluarga tidak menyadari kehadiran ayahnya. Mereka sibuk merangkak kesana-kemari, tak luput dari pengawasan Rena, kedua baby sitter dan juga Raihan yang sudah lebih dulu pulang dari kantor.


"Kamu sudah ke rumah sakit?" tanya Rena pada putranya.


Vanilla masuk bersama dengan Jane dan duduk di ruangan yang sama. Keduanya membongkar belanjaan yang mereka beli selama berlibur.


"Aku akan ke rumah sakit, lalu membawa Lovi pulang,"


Mendengar kalimat gila itu, sontak semua mata di sana menatap Devan. Bahkan tangan Vanilla dan Jane tergantung di udara.


Raihan mengangkat sebelah alisnya. Tak lama lelaki paruh baya itu terkekeh sinis.


"Kamu semakin gila. Apa tujuanmu membawa Lovi ke sini? untuk melindungi Lovi atau melindungi..."


"Aku akan lebih mudah mengawasinya bila Lovi di sini," sela Devan.


***************


Devan membanting ponselnya saat mendengar kabar bahwa ayah Elea belum juga sadarkan diri. Devan harus rela mengubur keingannya untuk segera membunuh sebelum si tua sialan itu bangkit dari keadaan komanya.


Di lain sisi Devan bersyukur ketika mendengar dari orang suruhannya bahwa Glen terkena serangan jantung usai memberi perintah pada pasukannya untuk membunuh Lovi. Memang seharusnya seperti itu. Siapapun yang mencelakai Lovi harus merasakan hal yang sama menyakitkannya.


Devan pastikan ketika Glen bangun, Ia akan membunuhnya. Membunuh seseorang ketika selesai dari masa kritisnya terdengar menyenangkan bukan? Devan memang pembunuh yang cerdik.

__ADS_1


Suara notifikasi kembali membuat Devan bangkit dari bayangan rencananya.


Ke ruanganku sekarang.


**************


Setelah mandi, Vanilla turun ke lantai bawah. Ia melirik dua keponakannya yang tengah di suapi oleh Rena dan seorang baby sitter.


Tiba-tiba Ia menghampiri Adrian. Lalu mengisyaratkan baby sitter itu untuk pergi. Gadis itu mengambil alih makanan Adrian. Si bungsu itu tampak tersenyum dengan mulut yang tak henti bergumam.


Rena mengerinyit bingung. Apa yang akan dilakukan oleh putrinya itu?


"Aku yang akan menyuapimu," ucap Vanilla pada Adrian.


Rena berusaha menggigit lidahnya yang ingin bertanya. Seharusnya Ia senang melihat Vanilla yang mulai perhatian dengan anak Devan.


Vanilla mendengus lalu membersihkan sekitar bibir Adrian yabg sudah dipenuhi oleh noda.


"Diam! kamu terlalu aktif ternyata," titahnya. Anehnya, Adrian yang terkenal dengan sifat keras kepalanya malah menurut pada Vanilla.


Vanilla sedikit menyunggingkan senyum bangganya. Si kecil itu bisa ia kendalikan juga ternyata. Selama ini ia selalu mendengar keluhan Mamanya yang kelelahan dalam menghadapi Adrian. Ternyata keponakannya tidak seburuk apa yang Ia kira.


Tangan mungil Adrian menepuk sendok yang mengarah ke depan mulutnya. Alhasil, makanannya terjatuh. Lagi-lagi Vanilla menghela napas pelan. Ia baru saja memuji Adrian, bukan? sekarang dia sudah bertingkah lagi.


"Kamu sudah mandi, Adrian?" tanya Vanilla. Adrian yang belum bisa berbicara pun hanya bergumam tak jelas seraya menepuk kedua tangannya.


"Mereka sudah mandi," jawab Rena yang mewakilkan cucu bungsunya.


"Lalu setelah ini akan mandi lagi? "

__ADS_1


"Tidak, biasanya Mama akan membersihkan bagian yang kotor dengan air hangat," jelas Mamanya yang membuat Vanilla mengangguk paham. Ia belum pernah mengurus anak kecil. Ini pengalamannya untuk pertama kali. Sepertinya menyenangkan, walaupun membutuhkan kesabaran yang lebih.


"Kenapa tidak disuapi saat belum mandi, Ma?"


"Sebelum mandi, mereka biasanya sudah makan cemilan. Bila harus disuapi makanan berat juga, mereka akan kurang selera,"


***************


Devan memasuki ruang kerja Raihan. Ketika Ia membuka pintu, Raihan sedang membelakanginya nampak menyelesaikan panggilan dengan seseorang di seberang sana.


Raihan berbalik dan Ia tersenyum miring melihat Devan sudah ada di hadapannya. Perasaan Devan tidak enak. Setelah sekian lama Ia tidak pernah memasuki ruangan ini, sekarang Raihan memintanya untuk masuk ke dalam ruang yang dipenuhi dengan rak-rak berisi buku. Keadaannya sama seperti ruang kerja Devan.


Belum sempat Devan menghindar, tiba-tiba saja Raihan mendekati Devan lalu melayangkan dua pukulan tepat diwajah tampan putra sulungnya.


"Pa, cukup! apa salahku?" Devan berusaha melepas cengkraman Raihan di kerah bajunya.


Raihan kembali melakukan hal yang sama. Ia benci ketika Devan bertanya. Ia benci melihat tatapan Devan yang seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


Devan menghapus cairan merah yang menetes dari sudut bibirnya. Ia meraup udara sebanyak mungkin ketika tangan Raihan melepaskannya. Ternyata Raihan belum puas. Ia menghempas Devan hingga terjatuh ke lantai.


"Aku tahu apa yang kamu lakukan dibelakangku, Detektif baj*ngan sial*n!"


*************


**Aku udh revisi bagian" yg shrsnya mmg aku revisi. Krn bbrp hr lalu aku baca komen kalian di episode awal". Ada yg bilang mirip bgt sm cerita sblh. Stlh aku baca komen itu, aku lgsng cari cerita yg dimksd mereka. Dan aku revisi punyaku spy sama" enak. Tolong kalian cek yaa terutama episode : Malam kesakitan, Maaf sayang, persembahan Lovi, kembalinya hidup Devan, pengganti, sakit, dan sayangku...


silakan kalian cek yaa. Krn di akun aku udh bisa baca semua yg aku revisi. Nah aku gk tau kl di akun kalian. Apakah udh ada perubhn dr yg sblmnya kalian baca? KALIAN REFRESH DULU GAYYSS NOVELTOON KALIAAN. kl kalian msh blm bisa jg baca hsl revisinya, tlong ksh tau aku spy aku bs menghubungi pihak MT. Aku berusaha untk cari ide sndri kok :) Sekali lg maaf kl trdpt kesamaan.


Terimakasih readers ats perhatiannya🙇**

__ADS_1


__ADS_2