My Cruel Husband

My Cruel Husband
Anak boss


__ADS_3

"Tadi Adrian dilarang masuk oleh bapak itu, Dad. Padahal ini kantor Daddy, jadi suka-suka Adrian. Kenapa dia melarang? Dasar menyebalkan!"


Oh rupanya dia yang bersikeras untuk masuk ke dalam ruangan. Tentu saja lelaki itu menyerah. Lebih baik membiarkan Adrian berlaku sesukanya daripada Ia yang dipecat karena anak itu laporan pada sang ayah. Namun caranya itu dianggap Devan sebuah kesalahan. Karena pekerjaan tetaplah pekerjaan dan tidak seharusnya Adrian seperti ini. Ia akan semakin menganggap remeh semuanya.


"Siapapun tidak boleh masuk ke ruangan itu apa lagi sedang rapat. Adrian jangan seperti ini, Sayang."


Adrian melempar mobil-mobilan yang ada di sofa hingga berserakan di lantai. Kemudian Ia membanting tubuh kecilnya di sofa.


Devan berusaha menahan diri. Jangan sampai Ia berbuat kesalahan di hari pertamanya bekerja. Sekalipun Adrian yang salah, pasti di mata Lovi Ia tetaplah pihak yang bersalah dan egois. Oleh sebab itu untuk menghindari perdebatannya dengan Lovi, Devan harus banyak-banyak mengalah. Ia tidak mau Istrinya terlalu banyak beban pikiran. Adrian pasti mengadu setelah ini.


"Kangen Mommy. Adrian mau pulang saja!"


Devan mengangkat anaknya dalam pangkuan. Tidak mungkin Ia mengantar Adrian pulang sementara rapat sudah Ia tunda seenak hati. Diwakilkan oleh Ferro pun tidak bisa karena proyek Ini lebih penting daripada sekedar meladeni rajukan anak itu.


Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana kerjanya. Lalu menekan nomor relepon sang istri. Barang kali setelah mendengar suara Lovi, Adrian bisa berhenti membuat Devan hampir stress.


"Hallo Mommy,"


"Hai, Sayang. Ada apa menelpon Mommy?"


"Daddy marahi Adrian. Adrian mau pulang saja,"


Benar apa kata Devan. Mengadu 'kan? Devan kembali diuji kesabarannya.


"Hallo, Lov. Bagaimana keadaanmu hari ini?" Devan mengeluarkan suaranya dan juga menampilkan sedikit wajah karena layar ponsel sudah dipenuhi wajah sang anak.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Ada apa dengan Anakmu?"


"Anakmu, Lov."


Lovi terkekeh mendengar suara pelan suaminya. Terlalu putus asa menghadapi Adrian atau bagaimana?


"Dia datang ke ruang rapat hanya untuk mengatakan kalau dia mengantuk dan ingin pulang. Coba kamu bayangkan berada diposisi aku sekarang,"


Devan hanya bisa memandang Istrinya yang tergelak. Kenapa semua orang terlihat bahagia di atas kesulitannya? Menghadapi anak empat tahun ini benar-benar menguji kesabaran.


"Sabar, Devan."


"Aku sudah berusaha untuk itu. Tapi---"


"Adrian mau pulang,"


"Katakan pada Daddy. Karena Mommy tidak akan diizinkan untuk menjemputmu,"


"Aku tidak mungkin mengantarnya pulang sekarang. Dan lebih tidak mungkin lagi kalau aku menyerahkannya pada orang suruhanku. Mereka kurang aku percaya selain diriku sendiri,"


Lovi tersenyum menyadari kekhawatiran Devan. Sekeras apapun hati lelaki itu, kalau sudah berurusan dengan anak pasti akan lembut juga.


"Adrian diam di sana dulu. Tunggu sampai Daddy selesai bekerja. Setelah itu, kalian akan pulang,"


"Terlalu lama, Mommy."

__ADS_1


Devan menengadahkan kepalanya ke atas mengumpulkan kesabarannya lebih banyak lagi.


"Adrian sayang dengan Mommy?"


Sontak Ia langsung mengangguk pasti. Dan Lovi tersenyum melihat anaknya yang mulai mencair.


"Ya sudah, dengar apa yang Mommy katakan. Ini juga salah Adrian. Kenapa mau ikut Daddy ke kantor kalau tidak nyaman berada di sana?"


Devan bersorak dalam hati. Tidak biasanya Lovi berada di pihaknya. Namun tidak seperti Adrian, Devan lebih memilih untuk menyembunyikan kebahagiaannya. Kalau tidak, Adrian pasti akan semakin kesal.


"Itu Adrian, Mom?" Suara Andrean terdengar tak jauh dari Lovi.


"Ya,"


"Kapan pulang?"


"Mau sekarang, Andrean." Adrian menjawab dengan lantang seolah melupakan ucapan Lovi tadi.


"Jangan sekarang. Daddy bahkan baru bekerja sebentar,"


Huh! kenapa tidak ada yang menyetujui keinginannya?padahal Adrian belum puas membuat ayahnya kesulitan. Ini belum tengah hari dan pekerjaan Devan masih menumpuk, tapi Adrian sudah berhasil membuat energi Devan terkuras karena berusaha tenang.


------


Udh dr kmrn aku up cuma 3 kali. Ada yg nyadar? krn aku capek jujur😂lama" gk kuat kl hrs 4 ep. Mngkn kl aku lg mau, bkl up kyk biasa. Dukungannya jg kendor nih gk kyk biasa. ADA TYPO? KASI TAU AKU YAA. Aku edit ini pas lg ngantuk soalnya😂😂TINGGALKAN JEJAK YAWWW😚💙

__ADS_1


__ADS_2