
"Tadi aku lihat mantan istrimu,"
Vanilla tersenyum miring menatap gelagat aneh yang ditunjukkan oleh kakaknya. Terlihat sekali kalau Devan tidak suka ketika Vanilla menyebut Lovi sebagai mantan Istrinya.
"Dia masih istriku, Vanilla!"
"Kalian sudah bercerai," gumam Vanilla yang sebenarnya merasa takut telah mengibarkan bendera peperangan pada Devan.
"Aku akan mempertahankan milikku,"
"Sayangnya, mereka tidak ingin kau pertahankan,"
*********
Jane tampak sibuk menggangu Vanilla yang sedang menyiram tanaman di taman mansion.
"Aku perhatikan kamu jadi menyukai pekerjaan yang merepotkan ini?"
Vanilla menoleh dan tiba-tiba saja merasa salah tingkah.
"Karena kekasihmu seorang cleaning servis?"
Vanilla menatap tajam sepupunya yang kini terbahak. Vanilla langsung memutar selang air ke arah Vanilla.
Tentu saja mengundang kehebohan gadis yang masih single hingga saat ini.
"Aku dan dia bukan sepasang kekasih, Jane!"
"Vanilla! hentikan airnya sekarang!"
Vanilla mengeluarkan lidahnya mengejek. Ia semakin membuat Jane basah. Kini Ia yang terbahak.
"Orang sepertimu memang pantas diberi pelajaran!" geram Vanilla. Ia berjalan menuju sumber air. Menambah kecepatan air yang mengalir.
Jane sudah benar-benar basah. Dan Vanilla senang melihatnya.
"Vanilla, plis hentikan!"
Jane sudah mengeluarkan segala macam bujuk rayunya agar Vanilla menghentikan kegiatan gilanya itu. Wujud protesnya mulai dari kasar hingga lembut.
"VANILLA!"
Gadis yang merasa dipanggil itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Devan berdiri di depan pintu masuk taman. Lelaki itu masih mengenakan pakaian kerjanya.
Devan kembali tinggal bersama orangtuanya. Untuk apa Ia tinggal di rumah tanpa Istri dan anak-anaknya?
Lovi benar-benar mengajukan perceraian. Devan hanya tinggal menunggu keputusan dari pihak yang berwenang.
__ADS_1
Belum ada pembicaraan apapun mengenai hak asuh anak apalagi harta yang menjadi hak Lovi serta anak-anaknya. Devan belum mempunyai keinginan untuk bertemu dengan Lovi. Ia membenci Lovi, sangat. Perempuan itu yang akan memisahkan Ia dengan anak-anaknya.
"Kenapa?! dia memang pantas disiram. Seharusnya bukan air yang aku pakai, tapi oli. Biar wajah yang selama ini dirawat dengan biaya mahal, hancur dan buruk rupa,"
"BURUK RUPA?!"
Devan menggeleng tak habis pikir. Sebenarnya berapa usia mereka? kenapa perilakunya seperti Andrean dan Adrian?
"Vanilla jangan merusak taman yang sudah indah itu,"
'Kalau ada Lovi di sini, maka dia akan histeris menyaksikan taman yang sebelumnya begitu menawan berubah menjadi berantakan,'
Hatinya berbicara kenyataan lain. Dulu, Lovi yang merawat taman ini hingga begitu menawan ketika dipandang mata.
"Kenapa? Tidak ada yang menyukai taman ini juga. Lebih baik aku hancurkan saja sekalian,"
"Untuk apa kamu merawatnya beberapa hari ini?"
"Karena kekasihnya cleaning servis, Devan. Jiwa-jiwa kebersihan sudah mulai menguasai raga Vanilla,"
Jane mengatakannya dengan gaya hiperbola yang membuat Vanilla semakin kesal.
"Aku rasa kamu yang menyukai lelaki itu,"
"Hah?! aku menyukai cleaning servis? yang benar saja, Cantik?"
Jane tertawa geli. Sampai-sampai wajahnya memerah dengan air mata yang perlahan mulai turun. Devan memandang sepupunya itu dengan aneh.
Namun secepat kilat Ia berubah waspada saat Jane menepuk bahunya.
"Adikmu sedang cemburu denganku,"
"JANE, SIAL*N KAMU! BERHENTI BICARA!"
Jane langsung berlari masuk ke dalam menghindari Vanilla yang mengejarnya seraya membawa sapu lidi. Jane yakin benda tersebut akan dihadiahi Vanilla untuknya.
Devan menghela napas. Matanya menatap rumput-rumput taman yang basah. Keadaan taman sangat jauh dari kata baik-baik saja. Selang air terkapar tak berdaya dengan air yang terus mengalir, gunting rumput pun mempunyai nasib yang sama. Entah apa yang akan dilakukan Vanilla dengan alat-alat itu. Memangnya gadis seperti dia bisa mempercantik taman? Hanya dirinya saja yang bisa Ia percantik, bukan?
Devan mengusap kasar wajahnya. Lalu memanggil pelayan untuk menghilangkan jejak kerusuhan yang ditinggalkan Vanilla dan Jane.
Devan memasuki ruang keluarga. Di sana Ia melihat Rena yang sedang melakukan panggilan. Ia yakin kalau lawan bicara Rena di sebrang sana adalah Lovi dan anak-anaknya.
Devan sangat ingin berbicara juga dengan mereka. Namun gengsi masih menguasai Devan. Rasa rindunya tak mampu menurunkan harga diri Devan.
"Kenapa, Sayang?"
"Daddy dimana, Grandma?"
__ADS_1
Rena melirik anaknya yang mendekat. Ia berdehem sebentar sebelum menjawab,
"Daddy belum pulang. Masih kerja,"
Devan menunduk dalam. Hal yang sama pun dilakukan Adrian. Si bungsu itu langsung dirundung kesedihan ketika lagi-lagi Ia gagal berbicara dengan Daddynya.
"Daddy pulang malam terus, Grandma? nanti Daddy bisa sakit,"
Rena sengaja menyalakan loud speaker di ponselnya agar devan bisa mendengar suara anak-anaknya.
Sekarang, Devan tau betapa mereka menyayangi Devan. Walaupun masih kecil, namun perhatian mereka benar-benar seperti orang dewasa yang sudah mengerti arti kasih sayang sesungguhnya.
"Ya sudah, Grandma. Sampaikan rinduku pada Daddy ya? jangan lupa suruh Daddy untuk telepon aku,"
"Ya, sayang. Sekaramg berikan ponselnya pada Mommy,"
"Bye, Grandma. Hati-hati di sana. Aku juga merindukan Grandpa,"
"Rindu Grandpa atau mainan dari Grandpa?"
Devan bisa mendengar suara tawa Adrian. Hatinya merasa tentram ketika tawa itu mengalun.
"Hallo, Ma?"
suara itu, suara yang selalu membuat Devan luluh. Suara yang begitu dirindukan Devan. Suara yang mampu membuat Devan berubah menjadi gila dalam sekejap.
Seperti saat ini. Devan langsung berusaha meraih ponsel dari tangan Rena. Ia ingin berbicara dengan Lovi tanpa diduga sebelumnya.
Lebih tepatnya bukan berbicara, namun ingin membuat perempuan itu berpikir lebih matang walaupun sudah terlambat.
Niat awalnya yang ingin menjaga jarak dengan Lovi, kini sirna.
"Lovi! aku membencimu!"
Lihatkan? Devan memang gila kalau sudah berurusan dengan Lovi. Ia baru saja mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan isi hatinya.
Devan begitu mudah mengganti kata 'rindu' menjadi 'benci'
Bagaimana Rena tidak mengumpat? Ia kira Devan akan memperbaiki. Ternyata anak lelakinya itu malah semakin merusak.
Selain gila, apa lagi kata yang pantas untuk menggambarkan sosok Devan saat ini?
************
**Gmn persiapan untk lebaran bsk? ketupat, opor ayam, sambel ati ampela kentang, semur daging, dan rendang udh siap?😂😂
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BUAT SEMUA PEMBACAQUWW YANG MERAYAKANNYAAAA
__ADS_1
Btw aku ga jd libur up nih soalnya selalu kangen sm kelean semuaaa**