
Aira POV
Aira menatap dirinya di cermin, sedangkan Bu Jum sedang menyisir rambutnya.
Sudah dua hari ia berada di rumah mewah dan asing ini, tapi ia tak pernah sekali pun mendapat perlakuan kasar, apalagi perlakuan buruk.
Semua berlaku baik terhadapnya, dari para asisten rumah tangga sampai Mbok Jum, semua menghormatinya layaknya mereka menghormati Mas Aldi dan Mas Heru.
Aira tersenyum menatap dirinya di cermin, ia merasa seperti seorang putri, segala sesuatu sudah tersedia, Mbok Jum juga ngak keberatan jika harus membawa makanan ke kamar Aira.
Ternyata tak semua mahluk yang bernama laki-laki itu jahat, buktinya Kak Igun, Mas Aldi. Mas Heru, Bang Doni dan Bang Romeo, mereka tidak pernah berbuat jahat pada ku, guman aira.
Aira meraih ponsel pintar yang di belinya bersama Heru kemarin, Aira juga beli baju baru, yang bagus dan mahal.
Aku merasa betah di sini, setiap hari ada makanan enak, para juru masak selalu bertanya pada ku, mau makan apa non Aira, aku seperti putri raja, Oh Tuhan apa aku sedang bermimpi, aku tak percaya orang yang baru ku kenal, mereka malah membuatku bahagia.
Aira pun berselfi ria, menggunakan handphone barunya, dan saat sedang berfose, ada yang membuka pintu kamarnya.
"Aira, Mas Aldi mau berangkat kuliah, kamu jangan keluar rumah selama Mas Aldi dan Mas Heru tak berada dirumah," kata Aldi pada Aira.
"Iya Mas," jawab Aira singkat.
Aldi pun kembali menutup pintu kamarnya.
Begitulah Mas Aldi, meski pun terlihat cuek dan acu, tapi Aira tahu jika dia orang yang baik dan perhatian, karna setiap akan keluar rumah, ia akan berpesan pada Aira, Aira jangan keluar rumah sendiri, kamu ngak boleh kemana-mana sebelum Mas Aldi ataupun Mas Heru pulang, begitu pun saat ia pulang, Mas Aldi slalu membuka pintu kamar Aira dan memastikan keadaan Aira baik-baik saja.
***
Aldi sampai di kampusnya. dan seperti biasa ia mencari sohib nya, saat berjalan menuju kantin, semua mata tertuju pada sosok Aldi, apalagi cewek-cewek, meski mereka mengenal Aldi sebagai playboy, nyatanya masih banyak cewek yang mengantri ingin menjadi pacarnya.
Aldi sampai di kantin, dan benar saja, di sana sudah ada Romeo dan Doni yang menunggu kehadiranya.
"Eh..., Di, lama banget loh sampai, jangan-jangan loh mesum dulu ya sama calon bini lo," kata Doni menggoda Aldi.
"Kurang ajar baget loh. pagi-pagi dah ngomongin yang begituan," sahut Aldi, ia pun duduk di antara Doni dan Romeo.
" Apaan loh Don, mana bisa dia mesum, itu nya kan ngak hidup, " sahut Romeo meledek Aldi.
Mereka pun tertawa.
__ADS_1
"Apaan sih loh Rom, sekali lagi loh ngomong kayak gitu, gue racunin loh pakai sianida," gerutu Aldi kesal.
"Eh gue tuh jantan tulen, " tambahnya lagi.
"Eh Di, gue bakalan percaya loh itu jantan dan ngak impoten, kalau saja loh nikahin tuh Aira dan bisa punya anak, sumpah gue ngak akan lagi meragukan kejantanan mu," Romeo.
"Eh Rom, loh ngomong jangan nyaring-nyaring dong. ntar di dengar orang, gue malu, " sahutnya kesal.
"Iya Di, ngomong- ngomong kapan loh nikahin si Aira ?" tanya Doni.
Aldi diam sebentar, mungkin ia memikirkan jawaban dari pertanyaan Doni.
"Entalah, tapi gue ngak tega nikahin dia, gue kasihan baget melihat wajah polos nya, ngak tega gue, beneran sumpah," jawab Aldi.
"Yealah loh tuh nikahin dia, bukan kumpul kebo dan ngak jelas," cetus Romeo.
"Iya sih Rom, tapi gue ngak cinta sama dia, lagian dia itu masih polos banget, loh tau kan gue orangnya ngak suka terikat, gue masih mau bebas punya pacar sebanyak-banyaknya sampai gue puas," jawab Aldi.
"Kalau begitu, loh kalah dong, dan loh harus serahin mobil loh ke gue," Romeo.
"Ya loh Rom cari kesempatan banget jadi orang, apa loh ngak kasihan sama gadis itu, dia itu masih muda dan masih bisa meraih masa depan yang cerah," balas Aldi.
"Ngak tahu, rencana nya sih gitu, tapi kayaknya Heru sayang banget sama Aira, dan sebenarnya gue juga kasihan jika Aira di kembalikan ke bokapnya, gue takut dia akan di kawinkan bapaknya lagi." papar Aldi.
"Trus anak orang lo gantungin, lo simpan di rumah sebagai pajangan, eh Al kalau masalah cinta, biasanya akan timbul setelah menikah, kenapa loh ngak belajar mencintainya, atau kalau si Heru memang sayang sama Aira, kenapa ngak suruh saja dia menikahi Aira," papar Doni.
"Dan loh, bearti kalah tahuran sama gue," Romeo.
"Atau jangan-jangan itu hanya alasan lo saja, karna loh takut, setelah kalian menikah, lo Aira ngak bisa hamil karna lo imponten," cetus Romeo.
"Apa an sih loh Rom, udah gue bilang gue normal," Aldi menepuk meja, terlihat ia tersinggung dengan candaan Romeo, Aldi pun pergi dengan wajah kesal nya.
"Eh Al, mau kemana ?" tanya Doni.
Tapi Aldi diam saja, ia terus berlalu dari tempat itu.
"Ah... kamu sih Rom. Aldi pergi tuh, kayaknyanya dia marah banget," gerutu Doni.
"Ah biarin. ntar juga kalau ngambeknya udah ilang, paling dia juga cari kita, Aldi kan ngak punya teman selain kita." Romeo
__ADS_1
"Lagian Rom, kapan loh terus terang sama Aldi, kalau selama ini loh yang ngerjain dia, kasihan dia jadi ngak pe-de dia mau kawin," sungut Doni kesal.
"Ntar aja ah, biarin dia kayak gitu, kalau dia tahu jika selama ini gue yang ngerjain dia, gue takut dia terbawa pergaulan bebas, gue takut Aldi di manfaatin perempuan lainya, soalnya kalau dia di manfaatin orang, nanti gue yang ngak bisa manfaatin dia." papar Romeo santai.
"Ah, gue kira loh tulus, ternyata lo takut ladang loh di ambil orang," sungut Doni kesal.
***
Sore hari.
Aira bersiap menunggu kedatangan Heru yang sudah berjanji denganya untuk membawa Aira ke Mall, dengan bantuan Bu Mbok Jum Aira menata rambutnya, ia terlihat semakin cantik dengan gaya rambut ekor kuda.
Karna mendengar bel berbunyi, Aira pun lari berhamburan ke bawah membuka pintu, dan saat itu ternyata bukan Heru yang datang tapi Aldi.
Wajah Aldi terlihat kesal, tapi di lihatnya penampilan Aira saat itu Aldi semakin kesal.
Aldi memperhatikan Aira dari ujung rambut sampai ujung kaki.
*Rasanya gue makin ngak tega untuk menikahinya dan mempermainkan perasaanya, tapi jika tidak menikahinya, gue di anggap kalah dalam taruhan, lagi pula kasihan Aira jika di kembalikan dengan bokapnya gue juga ngak tahu nasib Aira selanjut nya, *batin Aldi.
"Mas Aldi, kenapa melihat Aira seperti itu?" tanya Aira heran.
Seketika lamunan Aldi buyar.
"Kamu mau kemana ?" tanya Aldi.
"Aira mau pergi sama Mas Heru ke Mall," jawabnya.
"Ya sudah, Mas Aldi naik keatas dulu, kamu tunggu Mas Heru di kamar saja," Aldi pun naik ke lantai atas rumah nya, begitu pun Aira, ia langsung menuruti perintah Aldi.
Aira memperhatikan gerak gerik Aldi, **Ternyata memang benar, Mas Aldi ngak punya rasa sedikit pun terhadap ku, **batin Aira.
Please
like
komen
dan vote nya
__ADS_1
hadiah juga boleh.