
"Sah!" seru para saksi yang hadir.
Mendengar teriakan tersebut Aldi menadahkan tanganya kemudian berujar, "Alhamdullilah," yang di ikuti semua yang hadir di acara tersebut.
Aldi menghampiri Pak Tarman untuk sungkeman, "Terima kasih pak, telah memberi kesempatan pada saya, saya janji, In Sya Allah saya akan amanah kali ini,"ucap Aldi seraya mencium lutut pak Pak Tarman.
"Iya Nak, bapak yakin kamu akan amanah," ujar Pak Tarman.
Setelah melakukan sungkeman mereka semua menunggu kehadiran mempelai wanita.
Suara sirene motor polisi terdengar mengaung dan semakin mendekati tempat berlangsungnya ijab qabul.
Aldi tersenyum kemudian berjalan menuju pintu masuk seolah tak sabar menunggu sang mempelai wanita hadir.
Dengan ketampananya Aldi mampu menyihir dan mengalihkan dunia para jomlo wati yang hadir saat itu, tak hanya itu beberapa mama muda dan mama tua juga ikut mengagumi karismatik si tampan Aldi dengan sejuta pesona yang ia miliki.
Mobil Aira terparkir rapi tepat di pintu keluar, seseorang membuka pintu untuk Aira, dialah Letnan Airlangga.
Aira keluar dari mobil dengan pengawalan pasukan bersenjata, sebagai penghormatan dan solidaritas dari rekan-rekannya.
Aldi menyunggingkan senyum ketika melihat pengantinnya berjalan perlahan mendekat kearahnya.
Setibanya Aira di depan teras Aldi mengulurkan tangannya seraya sedikit membungkuk meraih tangan sang permaisuri.
Dengan senyum Aira menulurkan tanganya menyambut sang Raja.
Suara tepuk tangan dan lantunan doa serta taburan kembang, mengiringi langkah pengantin baru yang baru saja resmi menyandang status suami-istri.
Senyum bahagia terlukis sepanjang mereka melangkah menuju meja kecil, tempat mereka menandatangani buku nikah.
Sesekali keduanya saling memandang dan melempar senyuman dan pujian dalam hati, terhadap pasang mereka sendiri.
Dengan sabar Aldi menuntun Aira yang bergerak sedikit lambat karna pakaianya tersebut, sesabar hatinya menunggu saat-saat ini.
Begitulah kelak mereka akan menjalani kehidupan rumah tangga, dengan melangkah beriringan, Aldi sang suami harus selalu sabar dalam membimbing sang istri dalam membina rumah tangga mereka hingga di akhir hayat, hingga mereka pisahkan oleh takdir dan di pertemukan kembali di kehidupan yang abadi, karna cinta sejati mereka.
Sesampainya di meja kecil tersebut keduanya duduk bersebelahan guna menandatangani buku nikah.
__ADS_1
Secara bergantian Aldi dan Aira menandatangani buku nikah mereka.
Setelah selesai, Keduanya menunjukan buku nikah tersebut kepada tetamu yang hadir.
Karna acara resmi sudah selesai, acara akan di lanjutkan dengan adat dan tradisi.
Melihat keduan orang tuanya bersanding, Alia berlari kecil menghampiri keduanya.
Gadis kecil tersebut ikut menggunakan kebaya dan sanggul serta di make-up tipis hingga menyerupai Aira.
Rasa bahagia di rasakan oleh gadis kecil yang cantik tersebut, sebentar lagi ia akan tinggal bersama kedua orang tuanya dalam satu atap.
Aldi dan Aira bergantian memeluk dan mencium putri mereka, seolah ingin berbagi kebahagiaan yang mereka rasakan.
Acara akan di lanjutkan dengan sungkeman dan berbagai tradisi adat lagi.
Setelah sungkeman, sepasang pengantin tersebut saling menyuapkan, tangan Aldi merentang sempurna di pundak Aira begitupun tangan Aira, keduanya harus saling menyuap makanan dengan cara tangan bersilang.
Suka cita dan tepuk tangan para tamu undangan mewarnai ritual mereka, di mana Aldi mengotori kebaya Aira karna makanan jatuh sebelum menyentuh mulut sang istri.
Setelah selesai dengan beberapa ritual mereka pun pulang dengan menggunakan kereta kencana menuju tempat resepsi.
Pangeran Aldi menuntun putri Aira untuk masuk kedalam kereta kencana mereka, tak ingin ketinggalan sang putri kecil juga ikut naik kedalam kereta kencana yang di hiasi dengan ornamen serba mewah, dan di tarik oleh kuda hitam yang gagah perkasa.
Pangeran Aldi masuk kedalam kereta kencananya, setelah di rasa siap, mereka langsung menuju tempat resepsi.
Suara berisik dari kaleng-kaleng yang di ikat dan menjutai ke bawah menambah marak suasana hingga kesan jadul tapi mantul pun terasa.
Kedua sejoli tersebut melambaikan tangan serta senyum bahagia yang tak henti-hentinya kepada siapa saja yang melambaikan tangan kearah mereka.
Seolah ingin memberi tahu penduduk seluruh negri, beberapa stasiun TV menyiarkan secara live pernikahan mereka secara eklusif.
Para warga juga ikut memadati sepanjang jalan karna ingin melihat sang pengantin wanita yang berhasil merebut hati salah satu pengusaha muda tertampan dan terkaya tersebut.
Beberapa motor dan mobil patroli ikut mengiringi sepanjang perjalanan mereka.
Rasa haru dan bangga menyeruak di hati Aira, sungguh Tuhan telah meng-anugrahkan kepadanya seorang suami yang sungguh-sungguh mencintainya.
__ADS_1
Aira dan Aldi saling memandang, senyum bahagia dan selalu terlukis di antara mereka.
Aldi merangkul istri dan purtinya, saat itu mereka saling melepas haru dan rindu, mimpi dan harapan mereka kini menjadi satu padu dalam kehidupan nyata, sebentar lagi mereka kembali membuka lembaran baru, dan menutup lembaran yang telah usang, berbagai cobaan hidup tak meluruhkan cinta mereka malah membuat mereka semakin dewasa menyikapi hidup.
Salah dan khilaf adalah satu hal yang wajar pada diri seorang insan, kita di ciptan sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna di antara hamba lainya, namun tak ada yang benar-benar sempurna dan hakiki selain sang pencipta, yakni Tuhan yang Maha Esa.
Setelah satu jam perjalanan dengan menggunakan kereta kencana yang di rancang bak negri dongen, keduanya sampai di sebuah gedung resepsi.
Mereka pun masuk menuju salah satu pintu.
Setelah istiharat sebentar, Aira dan Aldi berganti pakaian untuk selanjutnya melangsungkan resepsi.
Sebelum masuk kedalam ruang ganti, Aldi meminta sang istri untuk menutup matanya.
Aira pun di tutup matanya dengan menggunakan kain hitam.
Aldi menuntunnya menuju sebuah ruangan.
Setelah sampai di suatu titik dengan perlahan Aldi membuka mata sang istri.
Satulagi yang membuat Aira syok, sebuah gaun pengantin indah bertabur permata, terpasang di sebuah manaken.
Mata Aira membelalak kaget, sebelumnya ia belum pernah melihat gaun pengantin se indah dan senewah itu.
"Mas ini_?" Aira tak mampu melanjutkan kata-katanya karna air matanya kembali tumpah, ia pun menutup mulutnya yang menganga karna syok.
"Iya sayang, ini mas Aldi pesan enam tahun yang lalu, dan ini masih terjaga sampai saat ini, dan mas Aldi berjanji tak akan ada yang bisa mengenakan gaun pengantin ini selain kamu, karna ini hanya untuk kamu,"papar Aldi.
Aira kembali haru di peluknya kembali sang suami, "Terima kasih mas atas penghargaannya, sebagai wanita Aira sungguh tersanjung dengan perlakuan mas Aldi, ini sungguh di luar dugaan Aira, karna bagi Aira, bisa mendapatkan mas Aldi saja, sungguh anugrah terindah yang Aira miliki," paparnya sambil menangis haru di pelukan Aldi.
"Sama sama sayang, sebuah cinta itu butuh ungkapan, dan mas Aldi belum mampu mengunggkapkan nya, karna tak cukup hanya sebuah materi atau rayuan gombal, mas Aldi hanya ingin kamu tahu, bahwa hanya kamu wanita yang mas Aldi cintai di dunia ini, kamu dan putri kita Alia," papar Aldi.
Alia menghampiri kedua orang tuanya yang saling memeluk tersebut, seolah ia ingin ikut andil berbagi kemestaraan dan bergagi cinta pada kedua orang tuanya.
Aldi mengangkat tubuh putrinya dan melambukannya keatas.
Suara teriakan dan tawa Alia memecah kesunyian ruangan itu ketiganya pun saling memeluk erat.
__ADS_1
Wow so sweat ngak ya reader apa mau tambah lagi, silahkan kasi masukan ke kolom komentar ya.
Semoga tetap semangat melanjutkan kisah ini