Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Tetangga Baru


__ADS_3

Aira menuju kantor polisi yang menangani kasus kecelakaan Herman.


Kali ini ia sendiri yang bertemu kepala sektor yang menangani kasus kecelakaan dilantas polri.


"Selamat Bu, ada yang bisa di bantu?"tanya seorang anggota yang menghampiri Aira.


"Siang saya mau bertemu pak Irwan kepala Satlantas." Aira.


"Oh mari silahkan , saya antar."


Wanita gagah tersebut melewati koridor, semua mata memandang ke arah Aira.Aira pun jadi perbincangan mereka beberapa anggota kepolisian yang lainnya tentang sepak terjang polwan cantik tersebut dari beberapa kasus kriminal besar yang ia tangangi.


Setelah melewati beberapa ruangan,


Mereka pun masuk keruangan pak Irwan.


Pak Irwan sendiri kaget melihat kedatangan salah periwa yang namanya sangat familiar di tubuh kepolisian.


Apalagi kini Aira di angkat menjadi kepala reserse kriminal di kepolisian daerah.


Pak Irwan berdiri tegak dan menjabat tangan pak Irwan.


"Selamat siang Bu IPDA. " pak Irwan


"Selamat siang pak Irwan." Aira.


"Silahkan duduk!"


Aira pun duduk di hadapan pak Irwan.


"Pak Irwan saya ingin melihat data kecelakaan pertiga bulan terakhir yang terjadi di wilayah kordinat A sampai C."


"Ehm sebentar Bu."


"Ada masalah Bu?"tanya pak Irwan.


"Saya mencurigai kasus kecelakan sebuah mobil pada tanggal 2 sekitar tiga bulan yang lalu karna kasus tersebut seperti tertutupi dan tak ada transparansi keterangan tentang apa yang menyebab mobil tersebut kecelakaan. Seperti ada yang menutupi kasus tersebut," Ungkap Aira


Pak Irwan mengecek data pada laptopnya, kebtulan ada puluhan lakantas yang terjadi tiga bulan terakhir di lokasi yang di sebutkan oleh Aira.


"Ehm, apa Ibu bisa lebih bisa spesifik lagi Bu?"


"Ada terjadi beberapa kecelakaan sekitar koordinat A sampai C. Yang mana yang ibu maksud?"


"Saya kurang tahu nomor polisinya.Karna putri korban sendiri tidak mengetahui secara pasti di mana kecelakaan tersebut terjadi karna saat itu dia sedang tidur."


"Dan tak ada yang mengkomfirmasi ke anak korban, hasil dari penyelidikan kecelakaan tersebut," imbuh Aira.


Pak Irwan menyimak penuturan Aira.


"Mobil yang mereka gunakan pun mobil keluaran terbaru. Jika remnya blong rasanya tak mungkin jika tak ada yang mensabotase, benar begitukan pak?" tanya Aira memperjelas.


"Iya Bu, kemungkinan besar seperti itu,"


Pak Irwan menscrol data-data dari satu persatu dan mencurigai sebuah data kasus yang mirip dengan penuturan Aira.


Sepertinya ada Bu.


"Kejadiannya pada pukul empat sore di kordinat antara A dan B. Korban empat orang dan hanya satu selamat."


"Ya, coba deskripsikan menurut keterangan dari data tersebut." Aira.


"Kecelakaan tunggal akibat kelalaian pengemudi. Mobil melaju kencang dan menabrak pembatas jalan.Korban berjumlah empat orang tiga orang meninggal dan satu orang terluka ringan."


"Ya Pak yang itu! tolong kirim ke email pribadi saya.Biar saya pelajari kasusnya.Andai kata kasus itu sengaja di tutupi saya akan bongkar sampai tuntas meski melibatkan salah satu oknum perwira dari kepolisian." Aira.


"Baik Bu." Pak Irwan.


"Data sudah masuk ke emil. Ibu bisa periksa sekarang."


"Hm, terima kasih pak Irwan atas bantuannya." Aira.


"Sama-sama. Semoga hukum akan selalu tegak untuk keadilan."

__ADS_1


"Hm."


Mereka pun berjabat tangan.


Setelah mendapatkan data yang ia maksudkan Aira kembali ke kantornya.


***


Alia sudah berada di rumah mereka yang baru. Rumah yang ia tempati memang tak sebesar dan mewah seperti milik orang tuanya.Namun, rumah tersebut merupakan hasil kerja keras sang suami meski pun mencicil.Saat ini Alia dan Ghael tengah menikmati kebersamaan keluarga kecilnya.


"Assalammualaikum, " ucap Alia dan Ghael ketika pertama kalinya mereka membuka kunci dan pintu rumah mereka.


Tara ! Lihatlah ini rumah baru Geishan, Gimana anak bunda pasti senangkan?" ucap Alia kepada anaknya.


Ghael membawa beberapa koper masuk kedalam rumah mereka.


Alia melihat keadaan rumah yang sudah di design seperti ke inginannya.


"Gimana Bun kejutannya?"tanya Ghael sambil meletakan lengannya pada bahu Alia.


"Ehm, persis apa yang Alia minta Bang," terima kasih, "ucap Aira seraya mencium pipi Ghael.


Ghael tersenyum kemudian mengecup kening Alia." Apa sih yang ngak, untuk ratu ku," ucap Ghael seraya tersenyum.


"Ayo kita lihat kamar kita," ajak Ghael sambil meraih putra mereka.


Mereka pun berjalan menuju anak tangga, pasangan tersebut semakin terlihat harmonis.Hingga membuat siapa saja menjadi iri.Termasuk Mona sang babysister.


"Hm, beruntung sekali mbak Alia dapat bang Ghael. Udah ganteng, romantis lagi."


Tak beberapa lama kemudian Arsyad dan Nisa pun tiba di rumah mereka.


"Kok sepi sih?"tanya Nisa ketika turun dari motornya.


"Bunda dan ayah masih kerja. Ayo masuk saja." Arsyad.


"Assalammualaikum, "ucap keduanya. Tapi rumah tersebut sepi. Hanya mona dan beberapa asisten rumah tangga.


"Mbak Mona. Kakak mana?"tanya Arsyad.


"Ya udah deh."


Arsyad menuju dapur dan melihat-lihat isi kulkas yang kosong.


"Yah kosong.Katanya mau ada acara, tapi ngak ada makanannya."


"Belum sempat masak Den! Mbak Alia katering aja. Katanya biar ngak repot."


"Yah padahal pulang sekolah lapar." Arsyad.


"Mie instan ada Den. Kalau mau biar mbok masak." Arsyad.


"Ngak deh. Biar Nisa saja yang masak."


Nisa pun tersenyum mendengarnya.


"Yang! kamu masak mie ya? Pingin juga sesekali makan masakan calon istri," Arsyad.


"Hm, iya deh."


"Nah gitu dong! Itu baru calon istri yang baik."


"Ehm dasar tukang modus."


Nisa menyalakan api kemudian merebus air untuk masak dua mie instan, Setelah mendidih ia pun memasukan mie tersebut dan mengaduk-aduknya, sambil menunggu ia pun menggunting bumbu dan menuangnya ke dalam mangkok.


Arsyad tersenyum menatap Nisa yang meliriknya.


"Kenapa sih senyum-senyum?" tanya Nisa sok galak.


"Ngak, aku ngerasa beruntung punya calon istri yang pintar masak," goda Arsyad sambil mencubit pipi Nisa.


"Apaan sih!" cetus Nisa jengah.

__ADS_1


"Hello abang Arsyad! ini cuma masak mie instant doang, nyanjungnya sampai berlebihan gitu!" dengus Nisa.


Ia pun kembali mengaduk-aduk mie instan tersebut. "Sambil tersenyum dong Yang! biar makin enak," ucap Arsyad sambil menarik dua sisi pipinya memaksa Nisa agar tersenyum.


"Is ganggu saja." Nisa menepis tangan Arsyad, kemudian pmenuang mie di mangkok.


"Ehm, semangkok berdua."Nisa.


"Iya semangkok berdua saja, biar bisa romantis mumpung ngak ada ayah dan bunda." Arsyad.


Keduanya pun makan di meja makan.


Arsyad menyendok kuah mie instan.


"Ehm masakan kamu emang paling enak Yang,"ucap Arsyad.


"Idih kamu ini bisa aja bikin aku baper, di seluruh dunia juga rasa mie instan tetap sama," ucap Nisa sambil mencubit hidung mancung Arsyad.


"Hiks namanya juga ngebucin."


Arsyad pun menyuapi Nisa mie, sampai ia kenyang. Setelah kenyang barulah ia yang makan.


Setelah makan Arsyad dan Nisa ngobrol dan bercanda bersama asisten rumah tangga Alia.


***


Rumah mereka sudah di penuhi oleh beberapa tetangga sekitar.


komplek mereka adalah komplek baru, dan banyak di huni oleh pendatang baru.Karna itu setiap penghuni baru di minta untuk mengadakan open house kepada tetangga sekitar sebagai ajang silahturahmi dan perkenalan.


Begitupun yang terjadi di rumah Alia.Selain keluarga, beberapa tetangga pun hadir membawa anggota keluarga yang lainnya.


Alia,Ghael dan putra mereka menyambut para tetanga yang bertamu perdana di rumah mereka.


Setiap tamu yang datang berjabat tangan dengan pemilik rumah seraya memperkenalkan diri mereka, begitu pun Alia dan Ghael.


Keramahan dan keakraban terasa begitu kentara diantara mereka.


Alia keget dengan kedatangan sepasang suami istri dengan membawa sepasang anak kembar mereka.


"Alita!" Seru Alia dengan senyum sumringah.


Melihat Alia yang berada di muka pintu Alita pun kaget bercampur senang.


"Alia?! "Jadi tetangga baru itu kalian?" tanya Alita.


Mereka pun saling memeluk melepaskan rindu. Maklum saja sejak keduanya memiliki anak, mereka tak pernah bertemu karna kesibukan sendiri.


Selain sibuk bekerja, kedua wanita karir tersebut sibuk mengurusi rumah tangga mereka.


Apalagi Alita yang harus mengurusi dua anak kembar mereka. Selain itu di kantor ia tetap jadi sekertaris sang suami.


Sementara Alia kini juga memiliki firma hukum sendiri.


Keduanya terlihat asik ngobol di depan pintu sambil menggendong anak-anak mereka.Apa saja mereka ceritakan saat itu.


Sementara Ghael dan Bagas saling melempar senyum. Bagas dan Alita tak menyangka jika tetanga baru mereka adalah Alia dan Ghael.


"Mak-mak kalau udah ketemu langsung ngegosip ya," cetus Ghael kepada Bagas.


"Iya lihat aja, sampai lupa dengan tamu lainnya, "sahut Bagas yang tersenyum ketika melihat istri dan mantan pacarnya tetap akur dan bersahabat.


"Yuk Gas silahkan masuk," ajak Ghael.


Ketika itu Bagas tengah menggenong salah satu dari putrinya.


"Jadi kalian tinggal di blok berapa Gas? Biar kapan-kapan aku dan Alia main ke rumah kalian?" tanya Ghael.


"Hm, itu tepat di depan rumah kalian itu rumah kami, "sahut Bagas.


"Wah kenapa kebetulan sekali."Ghael.


"Iya aku saja tak pernah menyangka jika kita bertetangga," Bagas.

__ADS_1


Acara open hause tersebut terasa hangat. Alia dan Ghael merasa beruntung memiliki tetangga yang hangat dan baik.


Bersambung dulu ya gengs. Selamat menunaikan ibadah puasa. Assalam mualaikum.wr wb.


__ADS_2