Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Persiapan


__ADS_3

Aira membuka pintu rumahnya yang baru, kini ia tinggal di asrama polisi, sebenarnya ia sudah punya rencana untuk membeli rumah yang akan ia tinggali bersama Alia.


Tak terbesit sedikit pun di hatinya untuk melepas status janda yang enam tahun sudah melekat padanya.


Kesepian dan kesunyian mulai terasa ketika ia menyalakan sakelar pada rumah yang akan ia tempati untuk sementara.


Aira memilih tinggal di Aspol agar ia merasa nyaman dan tenang, karna tinggal di lingkungan yang aman.


Setelah menata beberapa barang-barangnya ia meminta pak Adi untuk mengantarnya belanja keperluan rumah tangga.


Aira melihat kota yang sudah enam tahun ini ia tinggalkan, dulu saat masih kecil tak pernah sekali pun ia jalan-jalan menikmati waktu santai bersama keluarga, meski hanya untuk mencuci mata, kesehariannya di sibukan dengan bekerja dan sekolah.


Begitupun saat menjadi istri Aldi, Aldi selalu melarang ia keluar dari rumah dengan alasan takut terjadi sesuatu padanya.


Benarkah Mas Aldi begitu mencintai ku, gumannya dengan titik air mata yang menetes perlahan.


Aira menghapus air matanya, dan mencoba melupakan semua yang pernah terjadi.


Kini ia bukanlah Aira yang dulu, yang selalu di jaga dan di kawal, Aira sekarang justru mengemban tugas yang penuh resiko dan bahaya, karna dirinya bagian dari opsnal Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dari Direktorat Reserse Kriminal.


***


Alia berada di depan meja rias Maya, kini penampilannya bak princess di cerita dongeng.


Dengan memakai gaun indah bak putri Elsa, Alia tersenyum bahagia, begitu pun Maya, keinginannya untuk menyisir dan mendandani anak perempuan kini terlaksana, meski itu ia lakukan terhadap cucunya.


"Nah putri Elsa sudah siap, " ujar Maya seraya meletakan lipstiknya yang ia kenakan pada bibir mungil Alia, untuk menyiapkan pakaian ala putri Elsa, Maya sengaja meminta Satria mengantarnya berbelanja keperluan untuk Alia di toko khusus menjual pernak-pernik dan accesoris ala princess.


Di toko tersebut memang mrnyediakan gaun yang mirip yang di kenakan para karakter princess.


Dengan senang hati Maya memborong semua gaun-gaun ala princess mulai dari putri Ana, putri Elsa,Snow white sampai Cinderella lengkap dengan aksesorisnya.


"Nah princess Elsa sudah siap,"ucap Maya.


Alia tersenyum menatap dirinya di depan cermin.


Sekaran princess Elsa keluar ya, Oma mau ganti pakaian dulu, sebentar lagi kita pergi," ucap Mata sambil mencolet hidung mancung Alia.


"Iya Oma,"


Alia pun keluar dari ruangannya menunu kamar Aldi.


Tok...tok..tok..


"Ayah,!" seru Alia seraya mengetuk pintu kamar.


"Masuk sayang, Ngak di kunci," Aldi.


Alia menekan handle pintu kemudian dia masuk dan kembali menutup pintunya.


Sementara Aldi masih sibuk mencari pakaian yang akan ia kenakan.


Alia naik di atas tempat tidur yang empuk.


Setelah menarik salah satu pakaianya Aldi tanpa sengaja melihat kearah putrinya.


"Wah ada princess Elsa rupanya," ujarnya seraya mendekati putrinya.


"Putri ayah cantik sekali, siapa yang dandani Alia seperti ini?"tanyanya sambil berjongkok menghadap Alia.

__ADS_1


"Oma, ayah."


"Oma beli banyak gaun princess untuk Alia, lihat ayah, Alia seperti princess sungguhan," ujarnya dengan tersenyum.


"Alia memang princess sungguhan, princess Ayah dan Bunda," Aldi.


"Seandainya ada bunda di sini, kita pasti lebih bahagia sayang," ucap Aldi.


"Iya ayah, kenapa sih Bunda ngak tinggal bersama kita saja, Alia pingin tidur sama ayah dan bunda."Alia


"Untuk sementara saja sayang, suatu saat kita bertiga pasti bersama lagi, dan bukan hanya itu kalau bunda sudah tinggal bersama kita, ayah janji akan bikin adek yang banyak untuk Alia, kamu mau kan?"tanya Aldi.


"Mau ayah!"seru Alia bersemangat.


Lihatlah Aira betapa bahagianya jika kita bisa bersama lagi, bersama kita besarkan anak-anak kita.


***


Seluruh keluarga sudah berkumpul tinggal menunggu datangnya keluarga Tari.


Suasana sunyi , seketika menjadi gaduh saat kedua putra Tari dan Romeo berlari memasulki rumah.


Terdengar suara keduanya berlari.


"Assalam mualaikum Oma!"teriak Farel dan Ghael mereka pun berlari hendak mendekat kearah Maya namun langkah mereka tertahan ketika melihat sosok princess yang ada di pangkuan Maya.


"Waalaikum sallam, Eh, Farel dan Ghael, sini!"Maya melambaikan tanganya kearah kedua cucu lelakinya.


Melihat dua orang asing mendekat ke arah Oma,Alia segera turun dan menjauh.


"Eh Alia mau kemana? sini kenalan dulu dengan kedua saudara kamu, Farel dan Ghael sini, kenalkan ini Alia, saudara sepupu kamu," ujar Oma.


Ghael memasang gaya playboynya, dengan mengusap rambutnya kebelakang.


Alia, "sahutnya seraya menyambut tangan Ghael.


Begitupun Farel, namun Farel terlihat lebih kalem.


Farel berusia 4 tahun sedangkan Ghael berusia 6 tahun, tapi sedari kecil ia sudah menunjukan sifat playboy-nya.


"Eh Ghael gaya loh biasa saja, jangan sampai loh godaain anak gue ya," cetus Aldi dengan nada bercanda.


"Oh ini anak Om Aldi?"tanya Ghael.


"Iya kenapa?"Aldi.


He he he, Ghael menyungging kan senyum nakalnya.


"Ngak, cantik aja,"cetus Ghael.


"Cantik, Cantik kayak tahu aja kamu cewek cantik, masih bau kencur juga," sahut Aldi.


"Tau Om, kak Ghael kan di sekolah banyak ceweknya," sahut Farel.


"Hus diam!"Ghael melotot kearah adiknya.


"Ish, bener-bener Romeo, kelakuan ngak benar di turuni ke anaknya, "dengus Aldi.


"Assalamualaikum,!" suara dari luar.

__ADS_1


"Waalaikum salam,"sahut mereka serempak.


Tari dan Romeo pun bersalaman dengan Maya dan Satria.


Kembali sosok gadis cantik bak tuan putri negri dongeng kembali menjadi sorotan mereka berdua.


"Eh ada gadis cantik, siapa dia Ma?"tanya Tari.


Alia merasa sungkan dengan Tari, ia pun mendekat dan berpangku pada Aldi kembali.


Melihat gerakan Alia tahulah Tari siapa gadis kecil tersebut.


"Dia anak loh Di?"tanya Tari.


"Iya, lo ngak liat mukanya mirip gue apa,"


Tak hanya Tari, Romeo pun kaget.


"Lalu dimana Aira?"tanya Tari.


"Ah ceritanya panjang, nanti saja ceritanya." Aldi.


Tari tersenyum kemudian menarik pelan tangan Alia.


"Sini sayang, sama tante, "ucap Tari.


Alia pun menurut.


Tari tersenyum sambil menatap wajah Alia, "Aduh kamu cantik sekali Nak, semoga anak tante yang ada di dalam perut tante, sama cantiknya seperti kamu," tutur Tari.


Mendengar ucapan Tari, semua mata pun tertuju padanya.


"Hah! Hamil lagi?" cetus mereka semua secara serempat tanpa terkecuali Heru.


"He he he, biasa aja keles, emangnya kenapa kalau gue hamil lagi? gue kan punya laki," selorohnya.


"Ya ampun Rom, kuat bamget loh," cetus Aldi seraya tertawa kecil.


"Gimana ngak kuat Di, tiap malam di sodorin terus," sahut Romeo santai.


"Hus, ada mama sama Papa malu tau," dengus Tari seraya menendang pelan sepatu Romeo.


"Biarin saja, mama sama papa kan juga pernah muda." Romeo


Sementara Maya dan Satria geleng-geleng kepala mendengar obrolan anak-menantunya.


"Nah Heru, kali ini kamu harus mau papa jodohin, Tari saja anak hampir 3, kamu sendiri, kawin saja belum, apa nunggu Tari punya anak sepuluh baru kamu mau kawin?"Satria.


"Hah sepuluh, emangnya Tari kucing Pa punya anak sampai sepuluh, kejam banget."


Tapi kayaknya emang gitu Pa, baru nikah enam tahun saja udah mau punya tiga anak, kalau dua puluh tahun ya genap sepuluh anaknya," sahut Aldi sambil tersenyum kearah Tari.


"Hey, jaga mulut loh Di, lo pikir gampang melahirkan?"dengus Tari.


"Ngak gampang, tapi ngak bikin loh jera juga kan?" Aldi.


"Ngak lah, kalau gue jera ntar laki gue diambil orang," sahutnya.


"Ah sudahlah, kalian ngak malu apa ngomong beginian di depan anak kalian, sudah kita berangkat sekarang, "pungkas Satria, ia pun beranjak dari tempat duduk nya.

__ADS_1


Mereka pun pergi bersama menuju kediaman pak Darman.


Bersambung.


__ADS_2