Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Lamaran Dadakan 2


__ADS_3

Heru menghampiri Aldi dan Alia, melihat wajah bahagia Aldi yang terkubur selama enam tahun membuat Heru haru.


Aldi tak pernah tersenyum apalagi tertawa lepas seperti itu.


Aldi begitu bahagia bersama Alia, senyum dan tawa tak lepas dari wajahnya saat bercengrama dengan sang putri.


Menyadari kehadiran Heru, Alia penasaran dengan pria yang mirip dengan ayahnya tersebut.


"Ayah siapa Om itu?"tanya Alia seraya menunjuk Heru.


"Oh dia saudara ayah, ayo beri salam ke Om Heru," ucap Aldi.


Alia mendekat kearah Heru, kemudian menyodorkan tangannya untuk bersalamannya.


"Hey sayang, nama kamu siapa?"taya Heru berjongkok kemudian menggendong Alia.


"Reyna Alia Om," sahut Alia.


"Oh namanya mirip Ayah kamu, Reyna dan Reynaldi, siapa yang kasih nama?"tanya Heru.


"Bunda, Om"


"Jangan panggil Om ah, panggil papa saja ya," usul Heru seraya mencium pipi Alia.


"Asik Alia punya Ayah juga punya Papa, yey."Alia bersorak karna bahagia.


Alia kembali mengelayut manja pada Heru, ia melingkarkan lengannya ke leher Heru, meski hari ini pertama kalinya mereka bertemu.


"Iya Sayang, siapa tahu papa Heru segera memberi kamu Mama dan adik secepatnya," cetus Aldi sambil tersenyum.


"Hmn, Papa Heru belum nikah ya?"tanya Alia menyelidik.


"Belum sayang, "jawab Heru tersenyum.


"Kok belum nikah? kan udah tua," cetus Alia secara polos.


Mereka berdua tertawa.


Ha ha ha


"Duh satu lagi nih tuh Mas yang nanya kenapa mas Heru belum menikah," seloroh Aldi.


Heru hanya bisa nyengir.


"Ayo, Alia kita pulang, Oma dan Opa pasti senang melihat kamu, "ucap Heru yang masih menggendong Alia seraya berjalan menuju pintu keluar.


Sinta tersenyum melihat Heru yang keluar dari ruangan dengan menggendong Alia.


"Udah pantes banget tuh pak Heru, punya anak!" seru Sinta seraya tersenyum.


"Udah pantes ya, tapi belum punya calon, kamu sih ngak mau nungguin aku, udah nikah duluan, "canda Heru.


"Ah, kenapa baru sekarang sih Pak ngomongnya," sahut Sinta sambil tersenyum.


"Baru sekarang merasa kesepian, ngak punya pasangan," sahut Heru yang kemudian berlalu.


Sebenarnya Sinta sudah lama menyukai Heru, hanya saja Heru tak pernah membalas perasaanya, malah terkesan acu.


Akhirnya setelah lama menanti, Sinta pun memutuskan untuk menikah dengan pria lain.

__ADS_1


***


Setelah mengunci pintu ruanganya ,Aldi langsung menyusul Alia dan Heru.


Sepanjang jalan Heru terus menggendong Alia tanpa berniat melepaskanya dan


sepanjang perjalanan juga, Alia terus berceloteh bercerita tentang kehidupannya saat di kampung.


Tingkah lucu dan polos Alia membuatnya semakin ingin mengakhiri masa lajangnya dan memiliki anak, apalagi kedua saudaranya sudah terlebih dahulu berada di depannya.


Ternyata jadi seorang ayah itu menyenangkan, batin Heru.


Aldi langsung menyusul mereka di mobil.


Setelah masuk kedalam mobil Aldi memangku Alia, sepanjang perjalanan mereka bercanda dan tertawa, tapi juga ia bersedih mendengar cerita Alia, saat ia ditinggal oleh Aira ketika menjalani pendidikan.


Terlalu banyak waktu yang mereka lewati, bahkan Aldi tak pernah melihat bagaimana putri cantiknya tersebut ketika pertama di lahirkan.


Aldi mengusap kepala Alia dan berkali-kali mencium pucuk kepalanya, seolah ingin mwncurahkan perasaan rindunya selama ini.


Mobil mereka memasuki rumah besar, Alia merasa heran, karna baru kali ini ia melihat rumah sebesar ini, karna di kampungnya tak ada yang memiliki rumah yang besar dan sebagus itu.


"Ayah rumah ini punya siapa?"tanya Alia ketika mobil perlahan masuk kehalaman.


"Rumah ini punya Alia sayang."Aldi.


"Punya Alia?"Alia.


"Iya Sayang ini rumah punya kamu, karna semua yang ayah miliki semuanya akan menjadi milik kamu," papar Aldi.


"Wah rumah Alia bagus sekali," ucapnya sambil mengedar pandangannya.


Aldi segera menyambar tubuh putrinya kemudian menggendongnya, ia berjalan cepat membawa Alia masuk kedalam rumah, karna tak sabar untuk bertemu Satria.


"Assalammualaikum, "Seru Aldi.


"Walalaikum salam," sahut Satria yang berada di ruang tengah bersama Maya.


"Opa, Oma, lihat dong siapa yang datang!"seru Aldi.


Mendengar Aldi memanggilnya sebutan Opa, Satria bisa menebak siapa yang datang.


Dengan segera ia berdiri dan menghampiri Aldi.


Senyum langsung mekar di wajah keduanya melihat Aldi menggendong putri cantik bak malaikat kecil.


Karna wajah Alia yang sangat mirip dengan Aldi, tak perlu di ragukan lagi jika itu adalah cucuk mereka.


"Aldi menurunkan Alia," Ayo sayang beri salam kepada Opa dan Oma."


Alia menghampiri kedua orang tua tersebut.


Tangan mungilnya mencoba meraih tangan Satria.


Tapi Satria langsung berjongkok untuk memeluk Alia.


"Sayang cucu Opa." Satria langsung memeluk Alia.


Dengan santai Alia langsung memeluk Satria.

__ADS_1


Satria menggangkat tubuh mungil Alia, "Cucu Opa sayang, kapan kamu datang?" cup cup cup, tanyanya sambil mencium pipi empuk gadis kecil tersebut.


"Tadi siang Opa," sahutnya.


"Sini gantian Oma yang gendong," ucap Maya seraya meraih Alia dari tangan Satria.


"Nama kamu siapa sayang?"tanya Maya yang bahagia melihat gadis kecil tersebut, sudah lama ia ingin mengasuh dan merawat anak perempuan.


"Reyna Alia Oma, panggil saja Alia, kata si mbah Alia itu singkatan dari Aldi dan Aira," paparnya.


"Oh nama yang yang indah, kamu sudah makan?"


"Belum Oma, Alia haus pingin makan es krim."pintanya.


"Es krim, kamu mau rasa apa? nanti Oma akan suruh pak Slamet membeli es krim untuk kamu, ya."Maya.


"Makasih Oma, sayang Oma," ucapnya seraya mencium pipi Maya.


"Oma juga sayang sama kamu."ucap Maya.


Mereka pun duduk berkumpul di ruang tengah karna ada sesuatu hal yang penting.


Alia mendekat kearah Aldi kemudian duduk di pangkuannya.


"Heru berhubung kamu ada di sini, malam ini juga papa mau melamar Tania untuk kamu."ucap Satria tegas.


"Kok langsung melamar sih Pa, ngak kenalan dulu, pendekatan?"dengus Heru.


"Ngak !kelamaan."


"Nanti kamu keburu pulang, sudah sekarang kamu siap-siap, Papa mau telpon Romeo dan Tari, kita sekeluarga akan memenuhi undangan makan malam mereka, dan jika mereka setuju, malam ini juga lamaran akan di langsungkan.


"Hah, apa ngak terburu-buru Pa?"tanya Heru protes.


"Kalau ngak terburu-buru nanti ngak ke buru, karna sudah ada pria lain yang ingin melamar Tania, jadi pak Darman ingin kepastian secepatnya," papar Satria.


"Yeh nasib apa-apa bekas dapat bekas Aldi."dengus Heru.


Ha ha ha, Aldi tertawa, "Tenang saja mas, yang ini belum sempat Aldi jamah," sahutnya kemudian ia tertawa kembali.


Heru menggaruk kepalanya yang tak gatal, sementara Satria dan Maya tersenyum melihat candaan keduanya.


"Di paksa nikah nih ye!"cetus Aldi sambil tertawa.


"Kamu sendiri bagaimana Aldi?"tanya Satria mengintrupsi.


"Aldi masih tetap yang lama Pa, masih harus di perjuangkan dari nol lagi," sahutnya.


"Ya, Papa harap kamu dan Aira bisa rujuk kembali demi putri kamu."Satria.


"Iya Pa, Meski sikaf Aira jauh berubah, tapi Aldi yakin perasaannya tak pernah berubah terhadap Aldi."Aldi


"Buktinya, nama untuk putri Aldi hampir seluruhnya di ambil dari nama Aldi dan Aira, bukan tak mungkin cinta kami akan di persatukan kembali lewat putri kami Pa," ucap Aldi seraya mencium pipi Alia.


"Iya, semoga saja, papa sudah rindu melihat kalian bersama lagi seperti waktu dulu, kalian sangat bahagia, selama ini ujian demi ujian bisa kalian lewati karna teguhnya cinta kalia, semoga cinta juga yang akan menyatukan kalin kembali, "ucap Satria.


"Amin, " semuanya menyahut.


Bersambung, dukung terus author ya drngan like komen, vote dan hadiah.

__ADS_1


__ADS_2