Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Janji


__ADS_3

Arsyad membawa Nisa ke sebuah restoran mewah.


"Kita makan di sini Syad? " tanya Nisa seraya melepas helmnya.


"Iya. Kenapa? "


"Pakai seragam sekolah? "


"Emangnya kenapa? yang terpenting kita bayar kan? " Arsyad.


"Hm benar juga. "


Mereka pun memilih meja di pojokan.


"Sayang kamu mau pesan apa? " tanya Arsyad seraya membuka lembara pada buku menu.


"Ehm apa saja deh. " Nisa.


Arsyad memilih beberapa menu .


Sambil menunggu makanan tersaji mereka pun ngobrol.


Pramusaji pun membawa desert ke meja mereka.


Arsyad menyodorkan puding coklat ke arah Nisa.


"Nis sebentar lagi kita tamat sekolah, rencana kamu apa? "


"Ehm, masih belum tahu, mungkin aku cari pekerjaan agar bisa keluar dari rumah itu," ucap Nisa seraya menikmati desert yang tersaji.


"Ngak kuliah? " Arsyad.


"Kuliah? syukur-syukur kalau aku sudah tamat sekolah Syad. Aku pengen kerja dan tinggal di kost saja. "


"Kamu sendiri, apa rencana kamu Syad setelah tamat nanti?" tanya Nisa.


Ehm, sebelumnya aku ngak punya rencana apa-apa sih, tapi sepertinya setelah tamat sekolah rencana aku akan melamar kamu, cetus Arsyad.


Huk huk huk Nisa tersedak.


"Ada-ada saja. Aku belum mau menikah. "


"Melamar bukan bearti harus menikah. Seperti tunangan gitu. Karna Ayah aku nyuruh aku kuliah di luar negri. Katanya biar bisa belajar bisnis. " Arsyad.

__ADS_1


"Hm. Kapan? " tanya Nisa.


"Selepas ujian sekolah. Pendaftarannya udah buka kok. "


Nisa tertunduk lesu.


"Kenapa Nis? " tanya Arsyad.


"Kalau kamu kuliah di luar negri aku ngak punya teman dong, " ucap Nisa sedih.


"Hm, kalau gitu kamu ikut aku saja.Kita kuliah sama-sama. " Arsyad.


Nisa menggelengkan kepalanya. Aku pernah terfikir untuk kuliah di jurusan yang mendalami ilmu agama, aku juga ingin belajar menjadi hafiz, menghapal tiga puluh jus al quran.Agar kelak aku bisa persembahkan mahkota dari cahaya untuk kedua orang tua ku Syad hiks. "


Arsyad menatap Nisa lekat.


"Aku belum sempat membalas kebaikan orang tua ku di dunia ini, belum sempat berbakti pada mereka, dan aku ingin jadi hafizah yang hapal Al quran tiga puluh jus, setiap pahala akan ku persembahkan untuk mereka berdua,hiks hiks.,"tutur Nisa dengan air mata yang kembali menetes di pipinya.


Arsyad menyentuh pipi Nisa dan menghapus titik air mata yang jatuh di pipinya.


"Kamu benar Nisa. Setelah selesai sekolah kamu belajar di pesantren dan mendalami ilmu agama. Begitupun aku, aku kuliah untuk mewujudkan cita-cita ku dan harapan kedua orang tua ku. Setelah selesai kuliah, aku akan datang melamar dan menikahi kamu. Kamu mau ya? " tanya Arsyad dengan serius, ia pun menggenggam erat tangan Nisa.


"Hm, apa kamu yakin Syad menjatuhkan pilihan kamu terhadap aku?Bukannya di sana masih banyak perempuan-perempuan yang lebih baik dari aku di luar sana. Lagi pula kita masih muda. Bisa saja suatu saat nanti kamu tertarik pada seorang gadis di luar sana, sementara aku menunggu kamu."


Nisa tersenyum. " Terserah kamu sajalah Syad, tapi jika suatu saat kamu dan aku tak jadi menikah itu bearti kita tak berjodoh. Manusia hanya mampu merencanakannya. Tapi Tuhan lah yang menentukan.


"Setelah berusaha dan berdoa, kita serahkan kembali pada yang Kuasa. " Arsyad.


"Tapi kamu harus janji dan setia menunggu aku," ucap Arsyad sambil menyodorkan kelingkingnya.


Nisa pun mengait kelingking Arsyad " Kamu juga harus janji dengan aku Syad, agar penantian aku tak sia-sia.


"Iya Nis aku janji." Arsyad.


Keduanya pun saling melempar senyum.


***


Beberapa hari ini Nando dan Mala mulai menjalankan rencana mereka dan rencananya besok mereka akan menikahkan Nisa dan Frans.


Nisa dan keluarga pamannya tengah menikmati makan malam mereka.


"Nisa, besok Om dan tante ada acara di luar kota. Kamu juga harus ikut bersama kami." Mala.

__ADS_1


"Ehm, kenapa mendadak Tante?" tanya Nisa.


"Sebenarnya ngak mendadak juga. Pokoknya pagi-pagi sekali kamu harus sudah siap." Mala.


"Iya Tante. " Nisa pun tak curiga.


Mala dan Nando saling melempar senyum.


Setelah menghabiskan makan malamnya, Nisa langsung menuju kamarnya. Seperti biasa, sebelum tidur ia akan melakukan panggilan terhadap Arsyad. Karna Nisa tak ingin Ketahuan jika ia memiliki handphone.


Sambungan telpon tersambung. Mereka melakukan video call.


"Hay sayang sapa Arsyad ketika melihat wajah Nisa di layar smartphone-nya."


"Hay Syad. "


"Nis, besok ikut aku latihan basket yuk." Arsyad.


"Hm, ngak bisa Syad besok aku harus ikut om dan tante ku ke luar kota, katanya ada acara. " Nisa.


"Acara apa? "


"Ngak tahu, yang jelas besok pagi-pagi sekali kami harus berangkat."


"Kalau gitu kamu akifkan GPS kamu selalu Nis, aku khawatir sama kamu. " Arsyad.


"Iya tapi sebelum aku telpon kamu, kamu ngak boleh telpon aku ya." Nisa.


"Iya, beres. Ingat jaga diri kamu baik-baik ya. " Arsyad.


"Iya Sayang. Kamu tenang saja. " Nisa.


Mereka pun melanjutkan obrolan sampai Nisa terlelap.


Arsyad tersenyum melihat wajah Nisa yang terlelap di layar smartphone-nya.Ia pun mencium layar smartphone-nya.


"Selamat tidur Nisa, "ucap Arsyad kemudian memutus sambungan telpon mereka.


Bersambung dulu guys .Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalani.


Author punya rekomendasi novel keren nih kuy intip yuk. judulnya Suami ku CEO Cilok by tie tik


__ADS_1


__ADS_2