Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kabar Bahagia


__ADS_3

Aldi mendekati Aira dengan wajah yang terlihat sedih.


"Mas Aldi?ada apa? Kenapa terlihat sedih?"tanya Aira.


"Mama marah lagi, sayang."


"Ia meminta mas Aldi untuk segera membawanya tinggal di rumah bersama kita," papar Aldi.


"Hm Jika memang begitu, kenapa kita tak bawa saja Mama untuk tinggal di rumah bersama kita Mas?"saran Aira.


"Bukan nya mas Aldi tak mau sayang, tapi kondisi mama masih belum stabil, penyakitnya bisa kambuh kapan saja, Mas Aldi takut mama menyakiti kamu, "papar Aldi.


Aldi menghela napas panjang dan menghempaskanya dengan kasar.


"Sudalah mas, kita pulang saja,besok kita kesini lagi, mas Aldi bujuk mama lagi mama, mama pasti mengerti," ucap Aira seraya mengusap punggung suaminya.


"Sekarang kita kemana sayang? Kamu mau mas ajak jalan-jalan? untuk menghilangkan rasa bosan,"tanya Aldi.


"Ngak Mas, Aira pingin makan sop buntut, kita cari yuk mas,"ajak Aira dengan perasaan bahagianya.


"Makan sup buntut? Tumben banget sayang?" Ayo! untuk kamu apa sih yang ngak, tapi kamu saja yang makan ya, mas Aldi ngak suka yang berbau daging-dagingan."Aldi.


"Aira juga ngak suka, apalagi daging mentah mas Aldi, sudah bosan karna hampir setiap hari, makanya pengen merasa rasanya sop buntut saja,he he "candanya.


"Uh bosan apanya, kemaren hampir saja mas Aldi mati konyol, gegara tak melayani kamu."Aldi.


"Hehe, itu karna Aira khilaf saja. "sahut Aira.


"Klilaf tapi berkali-kali," guman Aldi, seraya merangkul tubuh mungil istrinya.


Setelah masuk kedalam mobil, Aldi membawa Aira keluar dari tempat tersebut.


Mereka pun berkeliling mencari warung atau restoran yang menyediakan sop buntut.


Setelah hampir satu jam berkeliling kota, akhirnya mereka pun menemukan warung makan yang menjual sop buntut.


Aira memesan satu porsi, kemudian ia duduk di kursi yang sudah di sediakan, aroma dari kuah sop menyebar menyeruak memenuhi indra penciumannya, rasanya ia sudah tak sabar untuk menyantap makan tersebut.


Semangkok sop sudah tersaji di atas meja, dengan penuh semangat ia menyantap makanan tersebut.


Aldi tersenyum melihat istrinya yang begitu lahap.


Satu mangkok Aira habiskan sendiri dengan keringat yang mengucur seluruh tubuhnya.


Setelah membayar, mereka berdua memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Di dalam mobil Aira merasa mual, ia pun meminta Aldi untuk menepikan mobilnya, dengan segera ia keluar dari mobil dan mencari tempat yang aman untuk membuang isi perutnya tersebut.


Setelah memakirkan mobilnya, Aldi menghampiri Aira yang sedang memuntahkan apa saja yang baru di makannya.


Huek..huek...,


Tubuhnya seketika lemas, dengan keringat yang membasahi keningnya.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Aldi sambil mengusap keringat yang menempel di kening istrinya.


Aira menghela napas panjang,"Habis makan kok Aira mual sih mas,"ujarnya dengan suara yang lirih.


"Mungkin karna kamu makannya buru-buru kali, jadinya neg, "cetus Aldi seraya menggandeng Aira dan membawanya masuk kedalam mobil.


"Mas antar Aira yuk,"ajak Aira.


"Kemana sayang?"tanya Aldi seraya melirik kearah Aira yang tersandar.


"Ke bidan atau klinik mas, Aira curiga Aira hamil,"cetusnya.


"Masa' ayo sayang,"ucap Aldi bersemangat.


Aira bersandar pada bahu Aldi, meski merasa mual, tapi hatinya begitu bahagia.


"Mas Aldi kalau Aira beneran hamil bagaimana?"tanya Aira.


"Benar ya mas, mas Aldi beri bonus untuk seluruh karyawan mas Aldi yang berjumlah ribuan orang tersebut."Aira.


"Iya sayang, bagi mas Aldi ngak ada yang lebih berharga dari pada kamu dan keluarga kita, masalah uang kita bisa cari lagi, karna kebahagian yang mas Aldi dapatkan ngak sebanding dengan uang yang mas Aldi keluarkan, " ucap Aldi seraya mencium punggung tangan Aira.


"Hm, mas Aldi baik sekali, Aira beruntung punya suami sebaik mas Aldi, jadi makin cinta deh, " ucapnya seraya mencium pipi suaminya.


Aldi tersenyum melirik wajah istrinya," Semoga saja sayang, hari ini kabar baik yang akan mas Aldi terima," ucap Aldi seraya fokus menyetir.


"Tapi mas, mas Aldi juga ngak usah kecewa ya, seandainya Aira ngak jadi hamil."imbuhnya lagi.


Aldi merangkul Aira," Ngak kok sayang, mas Aldi ngak pernah kecewa dengan apa yang Tuhan sudah beri ke mas Aldi, harusnya mas Aldi banyak bersyukur karna sudah mendapatkan kamu," ucap Aldi sambil membelai rambut istrinya.


"Hmm, jadi makin sayang," ucap.Aira saraya memeluk erat suaminya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di klinik,.dengan tak sabar Aira turun dari mobilnya.


Aira menutup pintu mobilnya dengan kasar, karna tak sabar, ia pun melangkah lebih dahulu meninggalkan Aldi.


Aldi tersenyum melihat tingkah pola istrinya tersebut,ia dan Aira memang menunggu kabar baik ini.

__ADS_1


Setelah melakukan pendaftaran mereka menunggu sebentar,tak lama kemudian, mereka langsung mendapat panggilan untuk melakukan pemeriksaan.


Aldi dan Aira masuk kedalam ruangan pemeriksaan, seorang bidan menanyakan keperluan mereka.


Bidan tersebut tersenyum ketika melihat data diri Aira.


"Ada keluhan?"tanya bidan tersebut kepada Aira.


"Mual-mual saja Bu,"jawab Aira spontan.


"Kalau begitu, Ayo kita mulai periksa," ucap bidan tersebut kemudian beranjak dari tempatnya guna mengambil mangkok kecil yang terbuat dari stainless.


Dengan semangat Aira melepas tas slempangnya seraya menyerahkannya kepada Aldi, ia langsung mengikuti kemana arah bidan tersebut.


Sementara Aldi detak jantungnya tak menentu, rasanya ia sudah tak sabar menanti hasil pemeriksaan istrinya,Aldi menggoyang goyangkan kakinya karna gelisah menati hasil pemeriksaan.


Sepuluh menit Aira keluar dari ruangan lainya, senyum melingkar di wajah cutenya tersebut.


Senyum Aldi pun merekah tak kala melihat rona bahagia dari wajah istrinya.


Aldi berdiri menghampiri Aira, Aira langsung memeluk Aldi ketika Aldi tepat di hadapanya.


"Alhamdullilah mas Aira positip," ucapnya seraya menitikan air matanya.


"Alhamdullilah, terima kasih ya Allah, "ucap Aldi seraya mencium pucuk kepala istrinya, ia pun mencium seluruh bagian dari wajah istrinya dari kening pipi dan bibir, mereka lupa jika mereka berada di ruangan pemeriksaan.


Bidan tersebut tersenyum simpul melihat kebahagian pasangan muda tersebut.


Hmm, sang Bidan berdehem, hingga menarik perhatian mereka.


Aira dan Aldi pun saling melempar senyum tipisnya, kemudian mereka duduk kembali ketempat mereka semula.


"Ibu-Bapak, selamat ya atas kehamilannya,.ini saya berikan vitamin penambah darah, dan vitamin E."


"Sebisa mungkin ibu menambah porsi makannya, minum dan makanan bergisi, serta cukup istirahatnya," ucap Bidan tersebut dengan senyum yang melengkung.


"Iya terima kasih Bu," ucap Aira dan Aldi serempak.


Mereka pun pulang, di dalam mobil sepanjang perjalanan Aira dan Aldi tersenyum bahagia.


Aira terus bersandar pada dada bidang sang suaminya, senyum selalu terlukis di wajah keduanya.


Aldi menyetir namun sesekali ia membelai dan memcium pucuk kepala istrinya.


Mereka merasa kebagian yang mereka dapatkan sudah lengkap dengan hadirnya calon buah hati mereka.

__ADS_1


Bersambung, like, komen, vote dan saranya di nanti selalu ya reader terima kasih.


__ADS_2