
Setelah menjalan kan ritual pernikahan yang amat panjang.
Tibalah saatnya untuk menggelar resepsi mereka di sebuah ballrooms hotel mewah.
Romeo dan Tari sedang berada di kamar pengantin untuk beristirahat sejenak.
Setibanya di kamar, Romeo memutuskan untuk mandi terlebih karna merasa gerah dengan balutan busana yang berlapis-lapis.
Begitu pun Tari, ia harus membersihkan dirinya agar terlihat segar saat kembali di rias.
"Tar, gue dulu yang mandi ya?"ucap Romeo sambil melepas pakaianya.
Iya Rom," Tari membuka lemarinya dan menyerah kan sebuah handuk kepada Romeo.
Ia juga menyiapkan celana pendek dan kaos oblong yang akan di gunakan Romeo untuk sementara waktu.
Tari melepas aksesoris pada bagian kepalanya di bantu oleh asisesten penata riasnya.
"Cin, setelah ini, you mandi dan istirahat dulu yei, ngak usah ngapa-ngapain dulu sama lekong luh, ntar malam saja, lebih syahdu," ucap wanita jadi-jadian tersebut dengan logatnya gondeknya yang khas.
"Is, itu juga gue tahu," dengus Tari.
"Abisnya lekong loh, ganteng banget Cin, eke aja gemes," tambah nya lagi dengan badan yang meliuk-liuk.
"Gak, boleh ya Cin, eke icip dikit?"
Candanya.
"Ah loh! Gue aja belum pernah nyicipin."dengus Tari.
Romeo keluar dengan rambut basahnya kemudian ia berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil baju yang di persiapkan oleh Tari, kemudian ia kembali ke kamar mandi lagi untuk memakai pakaianya.
"Esh,.mh eke ngak tahan Cin, kalau lekong seperti itu, pengen gue perkios aja,"ucap wanita jadi-jadiam tersebut.
"Eh,coba aja kalau loh berani gangguin laki gue?" Hm dengus Tari.
Ih, makanya eke keluar dulu ya Cin, takutnya eke ngak kuat, ujarnya seraya meletakan aksesoris terakhir di aras meja.
"Ia, loh keluar aja gue mau pemanasan dulu sama lagi gue, " ujarnya dengan senyum nakal.
"Cap cus, deh, jangan terlalu panas ya Cin, ntar gerah loh, ih, ia pun berlalu.
Tari tersenyum nakal, ia mengganti pakaiannya, dengan daster sejari, bermaksud menggoda Romeo, tapi yang di goda malah tak melihat kearahnya dan langsung terjun ke atas tempat tidur.
Tari geram, ia pun meremas ujung dasternya sambil mendengus kesal," Gak ada romantis-ronantis nya, huh sebel."
Sementara Romeo tersenyum di balik bantal, ia berhasil mengerjai Tari.
***
Waktu menunjukan pukul empat, resepsi akan di gelar, kedua mempelai sudah duduk bersanding di atas pelaminan.
Begitu pun kedua orang tua mereka, dekorasi yang mewah dan megah di mana kristal kiristal yang menjadi lampu bak bintang yang berkelip, menghiasi di setiap sudut ruangan tersebut dengan nuansa serba putih.
Tari menggunakan gaun pengantin putih sementara Romeo selayaknya pengantin pria yang berpakaian resmi.
Tamu mulai berdatangan, karna acara hanya berlansung tiga jam dengan mengundang lebih dari 3000 tamu.
Tak hanya Tari dan Romeo, Aldi dan Aira terlihat bak pangeran dan putri.
Aldi menyambut tamu yang terdiri dari para relasinya, teman dan keluarganya, dengan menggandeng Aira kemana saja.
Aldi memperkenalkan Aira sebagai istrinya pada setiap tamu dari relasi bisnisnya.
Maklum saja mereka tak pernah tahu jika presdir muda tersebut sudah memiliki istri.
Aldi dan Aira menghampiri salah satu tamu, dengan senyum manis mereka menyambut kedatangan dua orang wanita bersama suaminya.
"Dewi, Nina," Aira menghambur memeluk keduanya, sementara Edo langsung menjabat tangan Aldi.
Setelah cupika, cupiki Aira memperhatikan perut kedua sahabatnya yang terlihat buncit.
"He kalian hamil?"tanya Aira senang.
Keduanya mengulum senyum.
"Wah hebat mas Edo ya, sekali gebrak dua-duanya buncit," timpal Aira.
Mereka tertawa kecil mendengar ucapan Aira.
__ADS_1
Setelah berbasa basi sebentar, Aldi mempersilahkam ketiganya untuk duduk di kursi tamu.
Aira menggandeng mesra tangan Aldi, sementara Edo diapit kedua istrinya.
"Yank jadi pingin punya anak lagi yangk," bisik Aldi di telinga Aira .
"Nanti ya Mas Aldi,.Aira mau sekolah dulu." Aira.
"Yah kelamaan keburu tua mas Aldi," dengusnya.
"Mas Aldi nyesek banget yank, kemaren anak kita ngak bisa di selamatkan, kali ini mas Aldi janji kalau kamu hamil, mas Aldi akan berikan apa pun yang kamu mau, mas akan menjaga kamu sebaik-baiknya,"ucapnya dengan mata yang berbinar.
"Iya, mas Aira juga pingin, siapa sih ngak pingin punya anak dari pria seganteng mas Aldi, anak kita pasti guanteng banget deg,
tapi lihat saja nanti Mas," sahut Aira
Aldi memang berharap agar Aira bisa hamil setelah tiga bulan pasca keguguran.
Mereka pun duduk berlima seraya mengobrol ringan dan santai.
Waktu terus berlalu dan tamu yang datang juga semakin banyak.
Ruang tersebut sedikit berisik oleh suara musik penghibur tamu,ada juga beberapa tamu yang hadir dan menyumbangkan satu tembang untuk pengantin.
Melihat hal tersebut Aldi jadi punya ide untuk membujuk Aira agar ia berhenti mengkomsumsi pil KB nya.
Aira dan kedua sahabatnya sedang gobrol,"Sayang, mas Aldi tinggal sebentar dulu ya,"ucap Aldi.
"Iya Mas," sahut Aira.
Aldi berjalan mendekati panggung, ia pun menaiki panggung tersebut, kemudian dan menghampiri seorang MC.
Aldi sedikit berbisik ketelinga pria tersebut.
Pria tersebut menggangguk dan berdiri di atas panggung kembali.
Hadirin sekalian, mari kita dengar kan sebuah tembang yang di nyanyikan oleh seorang pria sebagai persembahan untuk istrinya tercinta.
Aira masih sibuk mengobrol dengan kedua sahabatnya, sementara Edo mengulum senyum melihat Aldi naik ke atas panggung
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
*karna dirimu kini ku bahagia, Aldi mulai menyanyi.
Aira menutup mulutnya, ia merasa syok, karna ternyata lagu tersebut di persembahkanAldi untuknya, ia pun berdiri dan mendekati panggung.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
*dan dikau berbagi canda tawa
🎶🎶🎶🎶🎶
hilangkan gairah lelah hatiku
🎶🎶🎶🎶
hadirmu mengubah arti hidupku
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
jadilah aku tawanan cintamu
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
kuserahkan seluruhnya untukmu
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
kupenuhi semua yang kau inginkan
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
tiada yang penting selain dirimu...
Aldi berhenti sebentar ketika melihat Aira yang mendekati panggung, sementara musik sengaja mengintro sambil menunggu Aldi melanjutkan nyanyian.
"Istri ku tersayang, ayo naik ke panggung,lagu ini ku persembahkan untuk kamu," ucap Aldi dengan microfon di genggamanya, mereka kemudian menjadi perhatian seluruh tamu yang hadir.
__ADS_1
Aldi menghampiri Aira kemudian meraih tangan istrinya, dan menuntunya di atas panggung. Setelah sampai di atas panggung ia kembali beryanyi seraya menggenggam tangan istrinya, seolah ingin memberi tahu ke seluruh tamu yang hadir dan wanita yang selalu menggodanya, jika hanya satu wanita yang bisa membuat nya bahagia yaitu istrinya.
Aira memeluk Aldi, sementara Aldi kembali melanjutkan nyanyianya.
Reff
🎶🎶🎶🎶🎶
sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
di setiap waktu disetiap waktu
🎶🎶🎶🎶🎶
sepanjang hidupku tak kurelakan dirimu
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
tuk tinggalkan aku tuk tinggalkan aku
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
"I love u sayang, u" cap Aldi sambil mencium kening sang istri di sela-sela nyanyianya.
Aira merasa terharu, tanpa sadar ia menitikan air matanya, ini bukan lah hari pernikahanya, tapi hari ini ia merasa lebih bahagia dari pada siapa pun di dunia ini.
Mereka pun beryanyi sambil berdansa, tak lagi memperhiraukan semua mata yang iri melihat kemesraan mereka di atas panggung.
Aldi dan Aira bernyanyi bersama, seolah menghayati dan menikmati lirik lagu tersebut.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
sejuk kasihmu sampai ke tulangku
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
hingga detak jantungku kan berhenti
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
senyum manismu sinari batinku
🎶🎶🎶🎶🎶
tulus setia cintaku hanya untukmu
🎶🎶🎶🎶🎶
Kembali ke Ref...,
Setelah selesai beryanyi Aldi meletakan mikrofonnya, dan di sambut oleh riuhnya tepuk tangan kearah mereka.
Aira merasa bahagia sekaligus malu, mereka pun turun ke atas panggung dengan bergandengan mesra.
Tari dan Romeo melihat dari awal dan akhir adegan diatas panggung tersebut.
Begitupun kedua orang tua Tari dan kedua orang tua Romeo, mereka kagum cara Aldi mengungkapkan perasaan cintanya ke pada Aira.
"Uh, Aldi Romantis banget sih, Rom gue mau dong loh bernyanyi untuk gue di aras panggung, "pinta Tari kepada Romeo yang sedang di gandengnya.
"Iya, gue akan nyanyi, tapi liriknya di skip ya, "ujar Romeo.
"Kenapa?"tanya Tari sambil menyeritkan dahinya.
"Karna kalau di tulis lirik lagunya ntar reader protes, satu bab isinya lirik lagu semua, "Romeo.
"He he, tapi kan kita juga mau romantisan, he he, "ujar tari dengan terkekeh.
Nasib jadi figuran, he he
"Sementara tatapan dingin terus membuntuti Aldi dan Aira, "Cih, segitu romantisnya kamu Aldi, lihat saja, tak lama lagi kau akan jadi milik ku," guman Aura sambil menghempaskan langkah kakinya.
Bersambung dulu ya guys, insya Allah ntar sore author up lagi, tetap beri dukungan untuk karya receh author.
Nih ya, author mau rekomendasi novel, romantis komedi, yang bucin abis nih, karya evaja, kisah perjuangan dokter tampan dalam merebut wanita yang pernah melamarnya sewaktu kecil, namun cinta mereka malah terhalang restu, akibat perbedaan usia, karna sang dokter adalah teman ayah dari gadis tersebut.
__ADS_1