
Setelah seminggu di rawat di rumah sakit keadaan Tari pun membaik, kini ia hanya perlu rawat jalan.
Rita mendatangi rumah sakit untuk menjemput Tari dan Nova.
Nova sedang membereskan barang barang mereka yang akan mereka bawa pulang.
Tari duduk bersandar pada tempat tidurnya, tatapan matanya jauh kedepan.
Rita mendekati Tari dan duduk di sampingnya.
"Hai Tari, kamu masih ingat sama tante?" tanya Rita.
Tari tersadar dari lamunannya dan langsung menatap wajah Rita yang sedang tersenyum ke arah nya.
Tari juga tak menyangka jika Rita adalah nyokapnya Aldi.
"Tentu saja Tante," sahut Tari.
Rita kembali tersenyum dan membelai wajah Tari," Kau sangat cantik Tari, apa kau sudah punya pacar?" tanya Rita dengan senyum dan tatapan aneh.
"Tari baru saja di tinggal menikah sama Aldi, dan Tari juga ngak pernah menyangka jika Tante itu mamanya Aldi," ucapnya datar.
"Oh sayang, mungkin saja kau dan Aldi tidak berjodoh, tapi tenang saja sayang, bukan kah tante masih memiliki seorang putra lagi."
Ucapan Rita kembali membuat Tari mengalihkan wajahnya kearah Rita dan semakin menatapnya lekat.
"Putra, bukanya Aldi itu putra tante satu-satunya?" Tanya Tari heran.
Rita tersenyum, "Iya tapi Aldi kan masih punya saudara laki-laki, yang juga ganteng dan baik, dan yang terpenting ia juga anak dari Satria William Hadi kusuma." Rita.
"Maksud tante Heru?" terka Tari sedikit kaget dengan penuturan Rita.
"Iya sayang, pastinya kau mengenal Heru kan?"
Tari semakin binggung, apa maksudnya tante Rita menjodohkannya dengan Heru.
Tanpa bisa berkata-kata Tari hanya memutar bola mata ke segala arah lalu membuang membuang muka.
Melihat Tari yang sepertinya tak senang dengan idenya, Rita tak menyerah, ia kembali mendekati Nova.
"Nova, bagaimana menurutmu jika aku menjodohkan putrimu dengan putra ku?" tanya Rita.
"Putra mu? memangnya mbak Rita punya beberapa orang putra ?" tanya Nova heran.
"Maksud ku saudara dari putra ku, itu bearti putra ku juga kan?"
Nova hanya menyungging kan senyum tipis, "Itu terserah Tari, kalau dia mau, aku tak keberatan, tapi sebelum itu, beri tahu pada ku, siapa orang tua Tari sebenarnya Mbak?" tanya Nova dengan sedikit memicingkan mata kearah Rita.
Rita merasa gugup mendengar pertanyaan yang sudah puluahan tahun yang lalu di tanya kan Nova padanya.
"Bukan kah sudah ku bilang, aku juga tidak tahu siapa orang tua kandungnya."
"Seorang laki-laki datang pada ku dan meminta pada ku untuk merawat Tari, karna pada saat itu ibu kandung Tari meninggal saat melahirkannya, karna saat itu kau juga kehilangan putrimu, jadi aku menukarnya dengan putri mu," jawab Rita santai.
"Dan waktu itu kau juga setuju kan, dengan rencana ku?" tanya Rita.
Nova hanya menunduduk.
"Bertahun-tahun tidak punya anak, dan setelah melahirkan' karna penyakit jantung bawaan, anak mu meninggal, tak ingin mengecewa kan suami mu, kau pun memilih mengadopsi Tari kan?"
"Ingat Nova, ini rahasia kita berdua, dan kau juga terlibat di dalamnya, jika aku sampai kena masalah, kau juga akan aku tuntut."
"Tapi mbak aku tak menyangka akan seperti ini, karna Tari, Adrian mengira Tari adalah anak dari hubungan gelap ku dengan pria lain, dan bahkan kini aku dan Adrian berpisah karna kesalah pahaman ini, aku mencoba jujur pada Adrian, tapi Adrian malah menanyakan makam putrinya yang aku sendiri tak tahu dimana makam putri kami, " ucap Nova sambil menitikan air matanya.
"Sudalah Nova, anggap saja dia putrimu dan aku berniat mencarikan jodoh terbaik untuk nya, dan kau harus membujuknya Nova, ingat kau pernah berhutang budi pada ku, dan aku tak meminta kau membalasnya, aku hanya minta kau bisa membujuk Tari untuk menikah dengan Heru." ucap Rita tegas.
__ADS_1
Tari hanya melihat kedua wamita tersebut bicara seperti berbisik-bisik, Tari mencoba untuk tak perduli, tapi saat nama Heru di sebut oleh Rita, ia yakin jika tante Rita akan memaksa ibunya untuk menerima perjodohan dirinya dengan Heru.
Tari dan Nova kini berada di dalam mobil mewah Rita,Nova memicingkan matanya melihat keangkuhan wanita yang duduk di samping sopir pribadinya itu.
Baru saja kehidupannya merasa damai karna tak terusik Rita selama puluhan tahun, kini wanita itu kembali hadir dan memaksa putrinya menikahi seorang pria yang tak di cintainya.
Tari merebahkan kepalanya bersandar pada Nova, dengan lembut Nova membelai putri angkat yang sudah dianggapnya seperti putrinya sendiri.
Tari hanya bisa meneteskan air mata, kini ia juga harus menuruti ke inginan Rita, semua demi membayar hutang budi Nova padanya.
Meski Tari tahu jika Heru adalah pria yang baik, bahkan sangat baik, namun bukan bearti semudah itu ia bisa menerima perjodohan ini.
Tapi apa mau dikata, nasib sudah di kandung badan, dan mengharapkan Romeo sama seperti mengharapkan bintang jatuh diatas langit.
***
Romeo masih asik memaikan gitarnya, tanpa bernyanyi.
"Belum siap kamu Romeo? sudah jam berapa? "tanya Mamanya yang tiba-tiba menerobos masuk ke kamar Romeo.
"Emang mau kemana Ma?" tanyanya pura-pura lupa.
"Hari ini kita mau ke rumah ustadz Ramli untuk melihat calon istri kamu, pokok nya kamu harus siap-siap sekarang." ucap sang mama dengan tegas.
"Romeo sudah siap sekarang ma," ucapnya, Romeo pun berdiri.
Suci melihat Romeo dari atas sampai bawah, kemudian membelalakan matanya, karna melihat Romeo hanya menggukan kaos obolong dan celana yang bolong pada bagian lutut.
"Apa Rom? kamu mau melamar anak gadis orang dengan pakaian compang camping seperti itu, " ucap bu Suci dengan nada tinggi.
"Compang camping? ini tuh mode, tren terkini ma, mama ngak tahu fashion sih, habis kerjaan nya ngurus orang stres sih," cetus nya dengan enteng.
"Romeo, pasien mama tuh ada ratusan bahkan ribuan, kebanyakan mereka itu stress, depresi bahkan gila, tapi mengurusi semua nya ngak bikin mama strees, justru melihat tingkah kamu yang bikin mama jadi stress."
"Lepaskan anting yang kamu pakai di telinga kiri mu, gelang juga," ucap Suci sambil menarik gelang yang terbuat dari lilitan tali tersebut.
"Ih jangan di lepas ini tuh jimat sakti yang bikin cewek tergila-gila," cetusnya sambil menghindari cengraman tangan Suci.
"Alah, masih percaya yang begituan, sini lepas." Suci pun memaksa Romeo melepaskan gelang nya.
"Anting kamu juga lepas, tangan Suci berusaha menarik telinga Romeo," tapi di tepis olehnya.
"Jangan ma, ini indentitas Romeo,"
"Lepaskan nanti pak Ustadz menyangka kamu itu preman."
"Kalau emang pak ustadz mau menerima perjodohan ini, harus nya ia mau menerima Romeo apa adanya, memang seperti inilah adanya Romeo, dan Romeo ngak bisa akan bisa menjadi seperti orang lain, dan jika suatu saat Romeo berubah, itu bukan karna paksaan', tapi dari kemauan diri sendiri, kita ngak perlu menipu pak ustadz agar dia mau menerima perjodohan ini, biarkan saja dia tahu seperti apa Romeo, dan Romeo akan pergi ta'arupan itu, tapi dengan menjadi diri sendiri, bukan orang lain," ucap Romeo sambil menatap lekat Susi.
"Dasar anak susah diatur, terserah kamu mau pakai gelang atau anting, yang terpenting kamu pakai baju yang sopan, ganti pakaian kamu mama tunggu sekarang."
Susi sudah mondar mandir di ruang tamu menunggu Romeo,
"Ma,ngak usah mondar gitu kenapa sih?"
"Si Romeo itu bikin mama kesal, anak mu itu memang sulit diatur," ucapnya ketus kepada suaminya.
"Kok nyalahin papa, siapa juga yang memanjakan Romeo? Mama sendiri kan, mentang mentang anak bungsu."
"Sudalah jangan di bahas lagi,"
Akhirnya mereka sama-sama Diam.
Setelah beberapa saat lamanya mereka menunggu, Romeo pun turun dengan menggunakan kemeja hitam dan celana jeans hitam.
"Rom, kenapa...?"kata-kata Suci terhenti.
__ADS_1
"Sudalah ma? ayo kita berangkat jangan banyak komplen," ucap Hadi pada istrinya.
Mereka pun masuk kedalam mobil.
"Rom, kamu ngak usah banyak bicara ya, jawab aja seperlunya, dan ingat jangan bikin malu mama sama papa, kalau sampai kamu bikin kita malu, mama coret nama kamu dari kartu keluarga," ancam Suci.
Romeo hanya menyunggingkan senyum tipisnya.
Mereka pun sampai di rumah ustadz Ramli.
Kedatangan mereka pun sudah di sambut oleh yang empunya rumah.
Setelah mengucapkan salam, mereka pun duduk dan berbincang hangat.
Pak Ramli memperhatikan Romeo dengan seksama dari atas sampai bawah, Romeo pun merasa grogi.
Baru kali ini ada lelaki yang menatap gue, pak ustadz lagi, seperti mendapat tatapan dari malaikat maut aja, batin Romeo.
Setelah berbasa-basi Pak Hadi pun menyarakan maksudnya untuk menta'arupkan Romeo dengan putri nya Ustadz Ramli.
Pak Hadi merupakan salah seorang pejabat teras di kota tersebut, di kenal dengan sosok yang lembut dan dermawan.
Bahkan pak Hadi menjadi donatur tetap pada pesantren dan panti asuahan yang di kelola oleh ustadz Ramli.
Ustadz Ramli tak mengira jika pria yang di jodohkan dengan putrinya sangat berbeda dari ekspektasinya, namun untuk menghargai Pak Hadi ia pun memperboleh kan Romeo melihat calon istrinya.
"Anisa, " panggil Ramli.
Keluarlah seorang wanita yang menggunakan pakaian syar'i, tanpa menutup wajahnya.
Wanita tersebut tampak anggun dan sopan.
Ternyata jika berada di lingkungan rumah Nisa tak memakai cadar.
Senyum pun terbit di wajah Suci dan Hadi, menurutnya wanita tersebut sangat cocok menjadi menantunya, begitu pun Romeo ia melempar senyum kearah Nisa.
Setelah berbincang sedikit, Nisa pun masuk kembali ke kamarnya.
Hadi dan Susi pun berkompromi tanpa melibat Romeo, setelah selesai berunding sejenak dengan istrinya pak Hadi pun kembali menyatakan maksudnya.
"Jadi pak ustadz, kapan kita bisa bicarakan hari baik untuk anak-anak kita?" tanya Pak Hadi yang langsung menyetujui perjodohan Nisa dan Romeo.
Romeo langsung menatap tajam kearah Hadi, wajahnya pun cemberut.
"Untuk masalah itu saya serahkan kepada putri saya, jika dia setuju, saya akan beri kabar selanjutnya," ucap Pak Ramli.
"Baik pak, kami tunggu kabar baiknya,kalau begitu kami permisi dulu," ucap Hadi.
Mereka pun pamit dan pulang.
Bersambung dulu ya guys.
🌷Mau tahu info terbaru dari author, makanya jangan di skip ya please.🌷
🌷Author punya reperensi novel yg bagus untuk kalian nih reader, di jamin bikin betah membacanya udah tamat lagi🌷
Agistha, gadis berusia 16 tahun yang memiliki indera ke enam (indigo) sejak usianya enam tahun. Kelebihan yang Agistha miliki yang awalnya biasa saja. Lama-kelamaan menjadi sesuatu hal yang mengganggu jiwanya. Hingga sang Ayah, Rukman. Membawanya ke sebuah pondok pesantren yang dipimpin langsung oleh guru spiritualnya, ustadz Fahri. Mata batin Agistha yang memang sudah bawaan sejak kecil, sulit untuk di tutup kembali. Pada suatu hari Agistha magang di perusahaan Andara Corp. yang dipimpin oleh Reza Alfiandara. Seorang CEO muda berusia 25 tahun yang cukup sukses. Tak disangka, saat mereka sedang bersama, Agistha merasa seperti gadis normal lainnya yang tidak melihat hal-hal aneh di sekelilingnya.
Tanpa Reza maupun Agistha ketahui ternyata kedua orangtua mereka itu sudah menjodohkan Reza dan Agistha sejak lama. Akankah pernikahan itu terjadi ? Mampukah Agistha menjalani dua peran dalam hidupnya? Menjadi istri dan juga seorang siswa SMK atau tidak keduanya?
Jodoh Takkan Kemana by StrawCakes
Jangan lupa untuk mampir ya guys
__ADS_1