
*Lihat lah luka ini
Yang sakitnya abadi,
Yang terbalut oleh bekas hanganya pelukkanmu,
Aku tak kan lupa,
tak kan pernah bisa,
Tentang apa yang harus memisahkan kita*
Aira menghapus bulir bening yang perlahan menetes di pipinya.
Semakin ia mencoba menahan tangisnya, justru benda tersebut semakin deras mengalir membasahi pipinya.
Bagaimana tidak, Aira seperti di permainkan takdir, berkali-kali merasakan kekecewa terhadap Aldi, hingga ia berharap tak pernah menikah denganya, tapi setelah dirinya baru menikmati manisnya madu rumah bersama Aldi, ia malah harus berpisah, padahal cinta yang sempat terkubur itu, baru saja tumbuh dan bersemi kembali di hatinya.
Aira harus merelakan suaminya, saat cinta di hatinya sedang bermekaran untuk Aldi.
"Kita kemana Non?" tanya sopir taksi online yang mengantarnya.
"Kita ke jalan mawar Pak, tapi terlebih dahulu kita singah di atm terdekat."
Aira sendiri tak tahu kemana ia harus melangkah kan kakinya, tapi untuk sementara waktu, ia memilih kembali ke rumah ayahnya.
Sopir taksi berhenti di sebuah atm di pinggir jalan.
Aira langsung menuju atm, karna seperserpun ia tak punya uang untuk membayar ongkos taksi.
Dua bulan menjadi istri Aldi, Aldi tak pernah memberinya uang tunai, semua sudah tersedia di rumah itu, Aira minta apa saja tingal bilang, dan semua permintaanya selalu di turuti.
Aira sudah berada di depan mesin atm, ia pun menekan kode pin yang berasal dari tanggal kelahiran Aldi, saat melihat jumlah saldo yang ada di keningnya, mata Aira membulat sempurna, Aira pun menelan salivanya.
Sebanyak itu kah uang yang dikirim Aldi di rekeningnya setiap bulanya , bahkan ia sendiri tak pernah membayangkan jika ia kini memiliki uang sebanyak itu.
Setelah meneken angka nominaal, sepuluh lembar uang seratus ribu pun keluar dari mesin Atm.
"Apa yang akan ku lakukan sekarang?" tanyanya sambil menenteng uang sebesar 1juta tersebut.
Aira langsung menuju ke dalam mobil dan mereka pun melanjut kan perjalanan, tibalah Aira pada sebuah rumah yang mengukir banyak kesakitan dan kepedihan di dalam hatinya.
Aira turun dan membayar ongkos taksi, masih hal yang sama yang di lakukan oleh ayahnya, mengumpulkan teman-temanya untuk bermain judi dan minum-minum di rumah, apalagi ayahnya tak perlu kerja keras, karna setiap bulannya ia selalu mendapat jatah dari sang menantu.
__ADS_1
Aira berjalan dengan langkah yang mantap, kali ini hatinya lebih keras dari batu.
Aira mendobrak pintu rumah yang tak terkunci itu dengan kakinya.
Bruk, pintu terbuka, dan semua mata memandang kearahnya, Aira mencium ruangan itu sudah penuh dengan bau asap Rokok dan minuman keras kadar rendah.
"Aira, " ucap Pak Tarman dengan senyum bahagianya, ia berfikir jika Aira datang untuk mengunjunginya.
Aira menatap bapaknya nya dengan mata yang tajam, pandanga matanya pun nanar melihat satu per satu mahluk terkutuk yang membuatnya menderita tersebut, ya karna dari hasutan para lelaki bajingan itu, Aira hampir di jual oleh bapaknya sendiri.
"Keluar kalian semua dari rumah ini!!!" teriak Aira, mereka pun saling memandang.
Tentu mereka tahu siapa Aira saat ini, Aira bukan lagi gadis lugu yang ketakutan saat ayahnya membawa beberapa temanya, bahkan Aira hampir di perkosa oleh salah seorang dari mereka, bukannya melindungi Aira, tapi bapaknya tak menanggapi sekali pun aduan dari Aira.
"Aku bilang keluar!! atau aku panggil polisi untuk membekuk kalian semua," ucap Aira lantang, suaranya menandakan betapa ia punya kekuasaan saat itu.
Tanpa menunggu lama, mereka semua tunggang langgang lari dan meninggalkan tempat itu.
"Awas kalian semua berani datang kemari!" pekik Aira kembali, betapa emosi mengendalikanya saat itu.
Kini tinggal ia dan Pak Tarman.
Pak Tarman sendiri menundukan wajahnya saat Aira menatapnya tajam.
"Aira akan tinggal di sini selama beberapa waktu pak, jadi jangan pernah ganggu Aira, jangan pernah bawa teman-teman bapak itu kemari, dan jangan pernah bertanya kenapa Aira ada di sini," ucap Aira dengan dingin, ia berusaha untuk menjadi seorang yang arogan, yang sombong, semua demi menutupi rasa ketakutanya.
"Iya Aira," jawab ayahnya.
Aira perlahan menuju kamarnya, kamarnya begitu kotor dan berdebu, saat itu ia sendiri merasa lemas dan ingin istirahat, namun baru saja Aira mencoba untuk merapikan tempat tidurnya, perutnya kembali bergejolak seketika ia pun berlari kekamar mandi dan kembali muntah, tubuhnya lemas, rasanya untuk membersihkan kamar tersebut pun Aira sudah tak nampu.
Mendengar Aira yang muntah di kamar mandi, Pak Tarman pun menghampirinya.
"Kamu kenapa Aira?" tanya Pak Tarman.
"Aira ngak apa-apa pak, tolong Aira bersihkan kamar Aira pak," titahnya.
Aira merasa lemas, ia pun menggelar tikar untuk segera merebahkan tubuhnya yang sudah terkulai lemas.
Aira terasa lapar, ia pun memesan makanan melalui aplikasi online.
Aira memiringkan tubuhnya untuk mengambil posisi yang nyaman, ia melirik petunjuk waktu yang ada di ruangan itu
Waktu menunjukan pukul tujuh malam, biasanya saat ini, ia dan Aldi sedang berada di kamar, bercanda dan tertawa bahkan biasanya juga ia berada dalam dekapan Aldi saat menonton tv atau pun menoton video di laptopnya Aldi, sebelum mereka turun untuk makan malam.
__ADS_1
Setelah kamarnya selesai di bersihkan, ia pun mengganti pakaianya dengan baju tidur.
Aira melihat dirinya di cermin, seketika air mata yang perlahan mengering itu, kembali menetes membasahi pipinya kembali..
Baru beberapa saat, ia sudah begitu rindu dengan suasana rumah yang hangat dan menengangkan, rumah yang mengajarkannya begitu banyak arti cinta dan kasih sayang, rumah yang baru beberapa bulan di tinggali, namun sudah memberinya sejuta kenangan yang indah.
Pelukan hangat Aldi masih terasa di tubuh dinginnya, untung saja Aldi meninggalkan beberapa jejak pada tubuhnya, untuk menggingat betapa indahnya cinta yang bisa ia rasakan ketika bersama suaminya, namun kisah cinta itu harus ia kubur dalam-dalam, dan hanya menyisakan sebuah kenangan yang tak mungkin di lupakan
Bahkan Aira sendiri tak menyadari jika benih cinta tersebut telah tumbuh di rahimnya.
Di rumah sakit.
Perawat sedang memasang beberapa alat pada tubuh Rita, Aldi dan Heru selalu berada di sisinya, bahkan Rita tak mengizinkan keduanya untuk pergi dari sisinya.
"Aldi, Heru jangan tinggalkan mama, mama ngak ingin mati sendiri," racau Rita, matanya masih terpejam.
"Iya ma, iya bunda, "sahut keduanya sambil menggenggam tangan Rita di kedua sisi.
"Aldi mama ngak mau di rawat di sini, mama mau di rawat di rumah sakit international yang ada di singapura, di sana peralatanya lengkap dan modern," ucap Rita dengan bibir yang gemetar.
"Tapi ma, di sini adalah rumah sakit yang paling berkelas dan setara dengan pelayanan international, pasti mama akan nyaman berada di sini," ucap Aldi.
Aldi sebenarnya juga mengkhawatirkan Aira, sementara Rita tak membiarkan Aldi dan Heru beranjak pergi meninggalkanya, selain itu, jika ia harus membawa ibunya ke singapura, Aldi akan tetap berada di sana dengan waktu yang tak dapat di pastikan, ia sendiri tak tahu bagaimana dengan nasib istrinya saat di usir olehnya.
Semoga saja Aira mengerti jika aku tak benar-benar mengusirnya, Aira ku mohon jangan tinggalkan rumah kita, sebelum mas Aldi pulang.
Aldi menangis, saat ini adalah dilema terbesar dalam hidupnya, di mana ia dihadapan pada pilihan yang sulit, antara Mama dan istrinya.
Aldi hanya menangis pasrah sambil berdoa untuk keselaman Rita dan Aira.
Setelah di bujuk beberapa kali, Rita tetap tak mau di rawat di rumah sakit ini, ia tetap ngotot untuk minta di pindahkan di ke rumah sakit yang ada di singapura.
Dalam beberapa jam lagi helikopter pribadi milik ayah sambungnya mendarat di hellipad yang ada di lantai atas gedung rumah sakit terbut, dan dengan berat hati Aldi harus meninggalkan Aira tanpa tahu kabar berita terbaru darinya, bahkan ia dan Heru tak sempat pulang untuk membawa beberapa lembar pakaian.
Sampai di sini dulu ya guys, masih penasaran dengan kisah cinta Romeo dan Tari, atau kisah rumah tangga Aldi dan Aira, kira-kira bagaimana kelanjutanya ya, drama apalagi yang akan di lakukan oleh mama Rita untuk memisah kan antara Aldi dan Aira,,wah pasti makin seru nih,
semakin kamu banyak dukung author, semakin semangat author untuk up yg banyak.
Nah bagi kamu yang suka novel author, author punya novel yang berbeda nih, kisahnya juga tak kalah seru, dengan judul Mencintaimu dalam gelap, lihat profil author.
kisah seorang cowok ganteng yang menjadi idola banyak wanita, ketampanan yang ia miliki membuatnya menjadi sosok yang dingin dan angkuh, meski pun pada dasarnya ia seorang yang berhati lembut.
__ADS_1
Dion adalah remaja yang tak hanya berprestasi di bidang akademis tetapi juaga dalam hal olah raga, dan balapan motor, karna tak mengindahkan larangan Umminya, Dion dan teman-temanya pun mengalami kecelakaan beruntun dalam balapan liar mereka, sosok Dion menjadi pemurung dan rendah diri setelah kecelakaan yang mematahkan kaki dan semangatnya itu, melihat keadaan Dion yang kehilangan kepercayaam diri karna patah kaki yang ia alami, Ummi pun memutuskan untuk membawanya kesebuah panti rehabilitasi penyandang cacat, dan di sana ia bertemu seorang pelukis buta yang bernama Amira, Sejak mengalami kecelakaan Amira tak hanya kehilangan penglihatanya tapi juga tunanganya, Amira memilih mengabdikan diri di panti yang ia dirikan untuk penyandang cacat disabilitas, rasa cinta tumbuh di hati seorang yang angkuh lagi sombong seperti Dion terhadap Amira, namun ternyata kisah cinta mereka malah berbenturan dengan adat dan tradisi, kisah cinta yang mengharukan dan penuh lika-liku, di mana saat Amira kembali bisa melihat, ia justru tak mengenali Dion, suami yang ia tinggalkan selama lima tahun di jerman, lalu apa yang membuat mereka terpisah, hingga Amira harus melahirkan buah cinta mereka tanpa kehadiran Dion, makanya biar ngak penasaran mampir ke novel author yang lain dengan judul Mencintai mu dalam Gelap.