
"Tapi Ma, kenapa harus Aldi sih?" tanya nya sambil melempar kunci mobil ke atas meja.
"Aldi ini tuh kesempatan besar untuk menaikan famor kamu Al, kamu bayangin jika kamu menemani Laura makan malam di acara pernikahan itu, kamu juga akan jadi terkenal, karna akan banyak wartawan yang meliput, bayangin Al, kalau berita kedekatan kamu sampai terexpose media dan viral, Kan perusahan kamu juga jadi terkenal," ucap nya dengan santai.
"Iya, terkenal, terkenal karna skandal maksud mama, mama ngak mikir apa perasaan Aira bagaimana," ucap Aldi ketus.
"Ah istri seperti itu saja di pikirin, ya kalau dia marah, tinggal cerai kan saja takut amat sih kamu Aldi, lagian masih banyak perempuan yang cantik dari istri kamu," ucap nya dengan nada sinis.
"Perempuan cantik itu banyak ma, tapi ngak semuanya bikin nyaman dan betah,"
"Udah Aldi mau pulang saja." Aldi pun bangkit dan hendak pergi.
"Tunggu Aldi, tapi kamu ngak bisa gitu, mama sudah janji sama Laura jika kamu akan menemaninya, "ucapnya dengan nada merendah.
"Aldi mendengus, Kenapa ngak tanya Aldi dulu sih Ma?"
"Ya sudah kalau kamu ngak mau, biarkan saja mama malu sama keluarga Laura, lagi pula kamu mana peduli sama mama," ngambek.
Melihat mamanya seperti itu, Aldi pun terpaksa menuruti keingin mamanya.
Rita tersenyum puas karna rencananya berhasil.
Aldi kini dalam perjalanan menjemput Aura, dengan menggunakan mobil super mewah pemberian mamanya.
"Baru kali ini gue ngak mau selingkuh, tapi di paksa selingkuh, dan baru kali ini juga gue merasa bersalah ninggalin Aira sendiri di rumah, sementara gue sendiri jalan sama cewek lain," gumannya.
Sesampainya di rumah Aura, Aldi langsung di sambut dengan tubuh molek yang terbungkus gaun panjang yang hanya menutupi bagian dada dengan belahan yang sampai beberapa inci di atas lutut, gaun yang berwarna magenta itu sangat pas menempel di tubuh ramping nan seksi milik Laura.
Aldi menelan salivanya, apa yang di hadapanya kini sungguh pemandangan yang sangat menggiurkan.
"Wah, ketat seperti bungkusan lontong, untung nya si buyung udah servis dengan istri sendiri, udah kenyang jadi ngak ***** untuk jajan," tawa nya terkekeh di dalam mobil.
Aldi keluar dan langsung di sapa dengan cupika cupiki oleh Laura.
"Kamu kok lama sih Rey," ucap Laura dengan nada manja.
"Kok Rey?" tanya Aldi heran, baru kali ini ada memangil dirinya Rey.
"Kan biar keren."
"Kalau lo panggil gua Rey, gua panggil lo X, " sahut Aldi.
"Kok X sih?" tanya Laura dengan manja.
"Iya jadi X-Ray," dengan senyum nyengirnya.
"Kayak mau rotgen aja X-Ray," sahut Laura.
"Dah yuk Rey kita pergi, udah terlambat nih," ucapnya sambil menggandeng tangan Aldi.
Sesampainya di restoran Aldi kaget karna di sana sudah ramai wartawan yang meliput berita.
Aldi gugup, ia ragu untuk turun dari mobil.
"Ayo Rey, buruan," ucapnya dengan nada yang mendesah-desah.
Dengan gugup Aldi pun turun, baru kali ini ia di sorot kamera wartawan, dulu memang sering, ia bikin vlog bersama kedua sahabat nya Doni dan Romeo.
Baru beberapa langkah mereka berjalan, sudah di buru wartawan dengan pertanyaan dan lampu flas.
"Mbak Laura, gebetan baru ya?" wartawan satu.
__ADS_1
Laura hanya tersenyum, sementara Aldi dengan wajah datarnya.
"Dari kalang fablik figur atau dari pengusaha nih, Mbak?" Wartawan ke 2.
Dengan anggunnya Laura menggankat tangan nya sambil menggandeng mesra tangan Aldi.
"Mas, bicara sedikit mas, sejak kapan dekat dengan Mbak Laura?" Wartawan ke 3.
"Maaf ya, calon suami saya ngak biasa tersorot kamera, nanti jika sudah ada kabar baik, saya pasti akan mengadakan jumpa pers," ucapnya dengan yakin.
Calon suami? batin Aldi ia pun melirik tajam ke Aura.
Romeo dan Tari pun turun dari mobil dan memperhatikan Aldi dan Aura.
"Iya itu benar Aldi, Rom, "
"Sialan Aldi baru beberapa hari menikah sudah gandeng cewek lain," ucap sambil mengepal kan tangan dan menghantamnya ke udara.
"Harus gue kasi pelajaran nih Aldi," ucap Romeo yang hendak beranjak pergi menghampiri Aldi.
"Jangan Rom, di sana ramai wartawan, nanti kamu bisa masuk penjara," ucap Tari sambil menarik tangan Romeo.
"Lepasin Tar,gue ngak perduli biar gue hajar si Aldi," ucapnya dengan emosi.
Romeo beranjak tapi kembali di tarik oleh Tari, " Lo emang ngak peduli sama diri lo sendiri, tapi gue peduli sama lo Rom, please jangan cari masalah Rom," ucap Tari menatap mata Romeo dengan berkaca-kaca.
Melihat Tari yang hampir menangis, Romeo pun mengurungkan niat nya.
"Ayo kita kembali ke mobil," ucap nya sambil merangkul Tari.
Di mobil Romeo pun merogoh handphone di saku celananya.
"Gue harus beri tahu Aira, gima kelakuan Aldi di luar, " dengus Romeo.
Romeo menatap Tari," Jadi gue harus diam saja maksud lo?" tanya Romeo dengan kesal.
"Apa lo ngak bisa berhenti mencampuri urusan mereka Rom? mungkin saja Aldi ngak selingkuh, mungkin itu saudara atau temanya, jika lo memberi tahu hal yang belum tentu jelas kebenaranya, apa yang akan terjadi Rom, rumah tangga mereka pasti akan berantakan, dan yang paling menderita adalah Aira," ucapn Tari menyakinkan Romeo.
"Kenapa ngak lo belajar iklas aja Rom, seperti gue, jujur gue juga sakit, tapi apa mau dikata, semua itu telah terjadi, mereka sudah menikah dan apa yang bisa lo harapkan, apa lo mengharap mereka berpisah supaya lo bisa bersama Aira?"
"Kalau begitu lo salah besar Rom, cinta itu tak harus memiliki, dan jika memang lo tulus mencintainya, lo juga harus bisa dengan tulus mendoakan kebahagian Aira bersama pendamping hidupnya, Karna ke bahagian Aira, tak bearti harus bersama lo," ucap Tari sambil menatap mata Romeo.
Bulir bening menetes perlahan di wajah tampan Romeo.
"Mari kita sama-sama belajar Rom, gue iklasin Aldi untuk Aira, dan lo iklasin Aira untuk Aldi, coba lo buka sedikit hati lo untuk gue Rom, biar kan gue mengobati luka hati lo sambil menyembuh kan luka hati gue," ucap Tari dengan mata bebinar menatap Romeo.
"Gue, belum bisa melupakan Aira Tar, dan gue...,"
"Gue mengerti Rom, gue akan setia menunggu lo, sampai lo benar-benar iklas melepas nya," ucap Tari dengan menatap sendu mata Romeo.
Romeo sedikit tergugah ia pun memeluk Tari," Tapi gue ngak janji Tar," ucapnya terbata-bata.
"Iya gue mengerti, cinta emang ngak bisa di paksakan, tapi setidak nya lo sudah mencoba, " ucap Tari sambil memeluk Romeo dengan erat.
Lain di luar restoran, lain pula di dalam restoran,teman-teman Aura dari kalangan selebriti terus menjejelinya dengan pertanyaan.
Siapa dia Laura, kapan akan menikah, dan masih banyak lagi pertanyaan yang membuat Aldi risih.
Ternyata kehidupan glamor seperti ini tak sepenuhnya menyenangkan bagi sebagian orang, ia lebih suka dengan kehidupanya yang biasa-biasa saja, meski Aldi mampu untuk bergaya glamor seperti mereka.
Semakin mengenal dunia Aura, Aldi semakin tak nyaman, dimana gadis sepertinya bebas di ciumi dan di peluk oleh lawan jenis, ya meski pun itu sudah hal yang lumrah di pergaulan mereka.
__ADS_1
Gue memang bukan orang yang baik, tapi jika untuk hal yang pribadi seperti memilih seorang istri, tentunya gue akan pilih yang terbaik, yang terjaga kesucian nya, yang bisa menjaga harkat dan martabat gue, dan cuma gue yang bisa menyentuh nya, batin Aldi
Setelah lelah meladeni dan menemani kegiatan Aura malam itu, Aldi langsung mengantar Aura pulang.
Pukul sepuluh malam Aldi sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya, saat membuka pintu ia melihat Aira sedang nonton youtube di handphone nya.
Aldi langsung menghampiri dan memeluk Aira dari belakang.
"Nonton apa sayang ?" tanya Aldi.
"Nonton animasi cinderllela," jawab nya jutek.
"Ngak usah cemberut gitu dong," ucap Aldi sambil mencium leher Aira.
Aira hanya meliriknya dengan sinis.
"Ngak mau bertanya nih, Mas dari mana?" tanya Aldi yang melihat reaksi dingin Aira.
Aira hanya diam menikmati Animasi yang dulu ingin ia tonton, maklum saja Aira kehilang sebagian waktu dari masa kecilnya, karna dari kecil ia sudah di bebani pekerjaan berat, dari pekerjaan rumah tangga sampai menjajakan tempe keliling.
"Suka ya sama cinderlella, sudah jadi nyonya tapi nonton nya Animasi," cetus Aldi memancing reaksi Aira.
Tapi Aira tetap bungkam.
"Hei kalau suami ngomong di jawab dong, ngak usah di cueki."
"Baru merasa ya di cueki, Aira sudah sering tuh," ucapnya dengan nada sinis.
"Aldi merebut handphone Aira, Sini nonton sama mas Aldi."
Aldi menarik tubuh Aira kedalam pelukannya, dengan demikian kepala Aira bersandar di dadanya.
Aldi tak tertarik menonton film yang di tonton istrinya, semua nya di lakukan demi membayar rasa bersalahnya pada Aira, karna malam ini ia terpaksa menemani Aura.
Sesekali Aldi mencium pucuk kepala Aira, ia melihat betapa Aira menikmati kisah cindellela tersebut.
"Kamu suka ya dengan cerita dari negri dongen seperti ini?" tanya Aldi sambil mengusap rambut Aira.
"Suka sekali apalagi cerita snow white, sleeping beuty tapi paling suka ya cinderllela, sahut Aira.
"Kenapa?" tanya Aldi.
"Karna waktu Aira kecil, Aira suka di suruh bantu-bantu orang, kayak cuci piring, dan beres rumah di rumah tetangga, trus dikasi duit untuk jajan, dan saat itu Aira berharap suatu saat nasib Aira akan berubah, dari babu yang hina, jadi seorang putri yang di cintai sang pangeran seperti cinderllela, di bawa dengan kereta kencana dan hidup bahagia selamanya bersama pangeran" tuturnya dengan meneteskan Air mata.
Mendengar penuturan Aira, Aldi pun terharu hingga meneteskan air mata, ia semakin tak kuasa membuat Aira terluka.
"Sayang, nanti kalau Aira sudah delapan belas tahun mas Aldi akan meresmikan pernikahan kita di KUA, dan mas Aldi akan bikin pesta pernikahan yang mewah dengan mengusung tema cinderllela story, mas Aldi akan siapkan sepatu kaca dari kristal Asli dan kereta kencana nya juga, kamu mau kan?" ucap Aldi sambil meneteskan air matanya.
Aira tertegun melihat Aldi yang terharu.
Dengan lembut ia menyapu Air mata Aldi.
"Sebenarnya bukan sepatu kaca dan kereta kencana, atau pun pangeran berkuda yang Aira ingin kan Mas, tapi Aira selalu ingin klimax dari akhir kisah tersebut, dimana cinderllela hidup bahagia selamanya bersama pangeran impianya, karna dari kecil Aira sulit sekali merasakan kebahagiaan, dan Aira berharap suatu saat Aira bisa menikah dengan lelaki yang mencintai dan bisa melindungi Aira," jawab Aira menetes kan air matanya.
Aldi semakin terenyuh mendengar kata-kata Aira, apa yang terjadi dengan Aira jika saja ia tahu, bahwa Aldi akan di jodohkan dengan Aura.
Aldi menyadari jika rasa cintanya pada Aira saat ini berawal dari rasa ibanya, namun ia yakin jika suatu saat nanti ia bisa membahagia kan Aira serta mewujudkan impianya tersebut.
Aldi menghapus Air matanya, dan kemnali memeluk Aira.
"Iya sayang, kamu adalah cinderllela mas Aldi, dan Mas Aldi adalah pangeran yang akan membahagia kan kamu selamanya, ucap Aldi sungguh-sungguh
__ADS_1
Aira yang terharu pun langsung menangis haru di pelukan Aldi.
Nah lo reader, udah baca kan like dan komennya dong, vote dan hadiah nya juga ya.