
Sore harinya Bagas datang mendatangi kantor Alia.
Alia sengaja meminta pak Adi agar datang lebih telat dari biasanya,agar ia bisa bersama dengan Bagas.
Alia keluar dari kantornya dan menemukan Bagas yang berada di atas motornya.
"Hai sayang,"ucap Bagas sambil tersenyum ketika Alia menghampirinya.
"Hai juga, ada berita apa katanya kamu di terima kerja ya?"tanya Alia.
"Iya,kamu ngak pingin tahu aku kerja dimana?"tanya Bagas.
"Ehm bagiku yang penting pekerjaan kamu halal Gas."
"Iya sayang, mungkin gajiku tidak lah besar, nanti aku pelan-pelan cari kerjaan yang lebih baik." Bagas.
Alia tersenyum dan menggangguk.
"Sayang jalan yuk!"ajak Bagas.
"Kemana?"tanya Alia.
"Kemana saja, yang ngobatin kangen aku sama kamu," ucapnya.
"Yah setiap hari kan kita ketemu,kamu juga telpon aku tiga kali sehari sudah kayak minum obat saja."
"Tapi sayang, aku selalu kangen di peluk sama kamu dari belakang," papar Bagas.
Alia mencubit perut Bagas.
"Iya deh, tapi ngak bisa lama Yah,"ucap Alia ia pun naik ke motor Bagas.
Alia menaruh kedua telapak tangannya di atas paha Bagas, kemudian Bagas menarik dan mencium telapak tangannya.
"Gas nanti di Anniversary perusahaan ayahku kamu datang ya, aku mau kenalin kamu sebagai teman ku dulu,"ucap Alia.
"Hm kapan?"
" Minggu depan,Ayah ku berencana mencari jodoh untuk ku Gas, dari kalangan pengusaha, tapi ia tak memaksa,makanya aku mau kenalin kamu sebagai teman ku dulu." Alia.
"Kamu mau Ya Gas?"Alia.
"Iya sayang aku mau,"ucap Bagas.
"Sayang kita makan bakso yuk,"ajak Bagas ketika melihat warung bakso langganannya.
"Boleh," Alia.
Mereka pun mampir di sebuah warung bakso.
Bukan restoran mewah hanya warung bakso yang ada di pinggir jalan.
"Kamu mau apa sayang?"
"Aku mau baksonya aja Gas,"Alia.
__ADS_1
Mereka pun memesan dan duduk di meja, warung bakso tersebut langgan Bagas dan teman-temannya.
Ketika tengah asik ngobrol Bagas di hampiri oleh ponco dan Fendy.
Melihat Bagas Fendy dan Ponco pun menghampirinya.
"Eh Gas, lama ngak lihat loh kemana saja?" Tanya si Fendy sambil menepuk pundak Bagas.
"Eh Eloh Fen, ngak gue di rumah saja.,"jawab Bagas.
Fendy duduk di meja mereka tanpa di suruh.
"Sudah jadi anak rumahan loh, pantes ngak pernah ngumpul."
Alia diam menyimak obrolan mereka,ia tak menyukai Fendy karna penampilan Kedua anak tersebut mirip seperti preman, bertato dengan rambut yang di cat warna-warna terang.
Fendy pun melirik kearah Alia.
"Eh ini cewek loh Gas,?"tanya Fendy.
Fendy dan Ponco terkesima melihat Alia.
*wah ceweknya cantik banget pantes saja balok es seperti Bagas mencair, gue juga mau punya cewek secantik dia.* batin Fendy.
Fendy pun tanpa sadar menatap Alia lekat.
"Woi biasa saja lihatin cewek gue!"bentak Bagas kepada Fendy.
Fendy menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ehm abisnya cewek loh cantik banget Gas,boleh kenalan dong,"ucap Fendy sambil mengulurkan tangannya ke arah Alia.
"Eh cewek gue di lihatin saja ngak boleh, apalagi loh sentuh,"sergah Bagas dengan sedikit emosi.
"Ya ampun ! cuman kenalan doang ngak boleh juga, sudalah lo belagu banget Gas, gara-gara punya cewek udah lupa sama sahabat loh sendiri," ucap Fendy mereka pun menjauh.
Fendy melirik ke arah Alia kembali.
*Gila ceweknya cantik banget, gimana cara bagas buat ngedapetin cewek itu ya.*batin Fendy, ia dan ponco pun menjauh.
Bagas melirik kearah Alia yang cemberut.
"Sayang maaf ya teman aku sudah gangguin kamu,"ucap Bagas.
"Aku akan jagain kamu sayang, jangan kan menyentuh kamu,melihat kamu juga ngak aku bolehin, karna kamu kan cuma milik aku, "ucap Bagas.
Hm.
"Kamu suka ngumpul sama mereka itu Gas?"tanya Alia seraya melirik Bagas dengan wajah yang cemberut.
"Sejak kenal dengan kamu udah ngak lagi." Bagas.
Dua mangkok bakso pun tersaji di meja mereka.
Alia meraih sendok dan garpu.
__ADS_1
"Maaf ya Sayang, aku cuma bisa ngajak kamu makan di pinggir jalan seperti ini belum bisa ngajak kamu makan di restoran." Bagas.
"Hm, ngak masalah di pinggir jalan juga makanan."Alia.
Alia cukup menikmati bakso yang memang lezat tersebut, tiba-tiba saja hari gelap dan mendung tak lama kemudian hujan pun turun dengan deras.
"Yah hujan Gas,"keluh Alia seraya melihat hujan yang turun dengan deras.
"Hm, aku lebih suka hujan biar bisa lebih lama berduaan bersama kamu, "ucap Bagas.
Modus aja," dengus Alia.
Hujan begitu deras dengan angin yang kencang, karna warung tersebut terbuka dindingnya maka tempias dari hujan pun mengenai mereka.
Bagas menarik Alia agar ia tak terkena hujan, ia pun membuka jaketnya dan memakaikannya pada Alia agar Alia tak kedinginan.
Alia merasa hangat karna jaket bagas.
Karna melepas jaketnya, separuh lengan Bagas pun terlihat dan menampak kan tatto bergambar naga.
Alia kaget, ia pun menyentuh lengan bagas seraya mengamati tatto tersebut.
"Gas, kamu punya tatto?"tanya Alia dengan nada kecewa.
Bagas kaget melihat reaksi Alia.
Alia tertunduk terlihat sekali ia kecewa, bulir bening pun menetes di pipinya.
Alia teringat akan ucapan Ayahnya tadi pagi, jika ayahnya menginginkan menantu yang tak hanya berpendidikan tinggi tapi juga ber ahlak baik.
"Alia kamu kenapa?"tanya Bagas yang melihat bulir bening yang menetes di pipi Alia.
"Maaf Gas, aku tahu ngak semua orang yang punya tatto itu adalah orang yang tak benar, tapi aku rasa orang tuaku tak akan pernah merestui hubungan kita hiks hiks, " ucap Alia seraya menyapu titik air matanya.
Bagai tersambar petir Bagas saat itu, matanya pun memerah karna menahan tangis.
"Aku rasa hubungan kita sampai di sini saja Gas, aku ngak mau kamu buang-buang waktu kalau ternyata hubungan kita tak akan pernah di restui Gas, hiks," Alia menghapus air matanya.
"Tapi kenapa Alia?"tanya Bagas lirih, air mata pun jatuh menetes di pipinya.
Alia diam seraya menarik cairan yang mengalir di hidungnya.
"Apa karna tatto ini?tanya Bagas, kali ini air mata kembali menetes di pipinya.
Alia menggangguk, ia tak sanggup berkata-kata.
"Kalau karna tatto ini yang menjadi penghalang restu orang tuamu, aku akan menghapusnya, akan ku lakukan apa saja," ucap Bagas lirih dengan suara yang serak dan parau seperti habis menangis.
Bola mata Bagas berpendar menatap Alia dengan wajah yang memerah menahan tangis.
"Tapi itu pasti akan menyakiti kamu Gas, kamu ngak perlu berkorban seperti itu, aku tak ingin kamu merasakan sakit karna aku Gas," ucap Alia dengan suara beratnya.
"Alia aku sudah pernah bilang kalau aku bukan orang baik, tapi aku sedang berusaha jadi orang yang baik."
"Apa kau tahu Alia, sebenarnya aku juga pernah mengkomsumsi Narkoba dan minum-minuman keras, tapi semua sudah aku tinggalkan sejak aku bertemu kamu," Bagas.
__ADS_1
Alia membelalakan matanya mendengar pengakuan Bagas, air matanya semakin mengalir deras.
Bersambung.