Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Syok


__ADS_3

Karna Aira sudah siuman, para petugas kesehataan itu pun membawa Aira menuju ruang perawatan.


Saat itu Aira kembali tertidur setelah beberapa saat siuman.


Ketiganya mengikuti dua orang perawat yang membawa Aira menuju sebuah ruangan vvip.


Setelah  sampai di ruangan, seorang dari tenaga medis kembali memeriksa Aira.


"Bagaimana keadaan istri saya suster?" Tanya Aldi.


"Keadaanya sudah mulai stabil Pak, pendarahanya juga sudah berhenti, jika tekanan darah pasien  sudah normal mungkin besok sudah bisa pulang," ujar suster tersebut yang langsung berlalu dari ketiganya.


Aldi mendaratkan bokongnya pada kursi di samping tempat tidur Aira, tangganya meraih tangan Aira dan menciumnya.


Heru dan Doni saling memandang, mereka belum berani mengatakan kebenaran yang sesungguhnya, karna di lihat dari keadaan Aldi yang cukup kacau.


"Di kamu sarapan dulu Di." Heru menyodorkan kotak makanan yang diantar oleh mang ujang.


"Nanti saja mas, lagi ngak ***** makan."


"Di loh ngak usah seperti ini Di, kamu makan biar kamu ngak sakit, kalau kamu yang sakit, siapa yang akan menjaga Aira Di?" Heru


Aldi melihat kearah Heru yang mengkhawatirkan keadaanya.


"Mas Aira kenapa mas? saat dia bangun dia seperti tak menerima rangsangan apapun, dia seperti tak mendengar dan tak melihat, tapi setelah di periksa semua organya berfungsi dengan baik."Ucap Aldi sambil meletakan telapak tangan Aira di pipinya.


"Apa yang terjadi pada Aira mas? Kenapa Aira kembali mengalami depresi berat?" Tanya Aldi dengan menutup wajahnya, tubuhnya berguncang menahan sakit dari perasaan bersalah dan kecewanya.


Heru dan Doni saling menatap mereka menelan salivanya, melihat kondisi Aldi yang terpuruk, mereka juga binggung bagaimana caranya mengatakanya pada Aldi.


Akhirnya karna mengkhawatirkan keadaan adiknya, Heru pun kembali menyodorkan kota makanan itu kepada Aldi.


"Kamu makan dulu Di, nanti mas dan Doni akan jelaskan apa yang terjadi pada Aira sesungguhnya."


Aldi mengganguk perutnya emang terasa perih, karna seharian ia tak makan.


Meski makanan tersebut terasa hambar baginya, namun ia paksakan untuk makan beberapa suapan dan setelah itu meminum air yang banyak agar makanan tersebut bisa lolos dan masuk dalam kerongkokonganya.

__ADS_1


Setelah memakan beberapa suapan, Aldi menutup kotak makan tersebut dan menaruhnya di atas nakas.


"Ada apa sebenarnya Mas,Don,?" Tanya Aldi yang meminta keterangan dari keduanya.


"Don, jelaskan ke Aldi kenapa Aira lari bersama Romeo pada malam itu," titah Heru.


"Doni menggangguk seraya melangkah mendekati Aldi.


Doni menepuk-nepuk pelan pundak Aldi sebaik isyarat agar dia bisa bersabar mendengar pemaparan dari nya.


Aldi menatap lekat wajah Doni,ia begitu penasaran.


"Di, malam itu Aira hampir di perkosa oleh pak Retno, Pria yang_"


"Apa? Hampir di perkosa," belum apa-apaan Aldi sudah syok,matanya melotot seolah ingin keluar.


"Iya lo tenang dulu, jangan potong kata-kata gue."sungut Doni.


"Karna kalab dan bermaksud melindungi dirinya, Aira pun menusukan pisau ke perut Retno, korban pun tergeletak bersimbah darah, karna panik Aira berlari dan ingin kabur, saat membuka pintu ia malah menemui Romeo di depan pintu rumahnya, melihat dan mendengar penuturan Aira, Romeo juga ikut panik, karna tak ingin Aira di penjara atas kasusnya, Romeo berupaya membawanya lari, saat itu keadaan Aira sangat kacau, ia berteriak-teriak jika ia adalah seorang pembunuh, Aira menjambak-jambak rambutnya ia seperti orangnya depresi dan frustasi, tak kuat dengan semua tekanan yang menghimpitnya, Aira jatuh sakit, dan setelah di periksa oleh bidan, ternyata Aira juga sedang hamil.


Berhari-hari Aira masih belum bisa melupakan kejadian tersebut dan itu sangat berpengaruh pada inunitas tubuhnya, Aira selalu demam dan menggigil setiap malam,baru dua hari keadaan Aira pulih,kita pun menemukan mereka, gue sudah tanya sama Romeo, sejauh mana hubungan yang terjalin selama berhari-hari mereka bersama, Romeo mengakui jika mereka tak pernah melakukan sejauh yang kalian pikirkan, Romeo memang mencintai Aira, Jika loh tak mau menerima Aira kembali, dengan tulus dia mau menerima Aira dan anak yang di dalam kandunganya Di, gue tahu loh pasti sudah salah paham tentang semua ini, tapi apa yang lo alami saat ini, tak sebanding dengan apa yang di lalui Aira, dia mencoba untuk mengerti lo Di, Aira memilih pergi karna ia tak ingin sesuatu terjadi pada mama loh, hanya karna mempertahan kan hubungan dengannya, lo ngak lihat betapa sedihnya Aira, saat dia berada dirumahnya sendiri, ketenggangan dan ketakutan yang ia rasakan, belum lagi ia harus muntah-muntah karna dalam keadaan ngidam, betapa beratnya beban yang harus di tanggung Aira, dan saat itu dia sendiri."


Terlalu panjang pemaparan Doni, hingga Air mata Aldi tak hanya membanjiri pipinya tapi juga mengguncang tubuhnya.


"Aira maaf kan mas Aldi telah menuduh kamu," ucapnya lirih, air mata Aldi tak sempat lagi tertampung dan luruh begitu saja, tubuhnya semakin berguncang menahan rasa sakit yang tak berdarah, rasa kecewanya berubah menjadi rasa penyesalan yang dalam.


Aldi berdiri dengan kaki yang gemetar menghampi Aira, ia pun mendekat kan wajahnya pada lutut Aira yang tidur dengan lelap.


"Aira maaf kan mas Aldi, Aira." Ucapnya terisak sambil mencium lutut Aira.


"Mas Aldi telah gagal menjadi suami yang baik, mas Aldi tak bisa menjaga kamu dan calon anak kita," sesal Aldi sambil menciumi lutut istrinya.


Tubuh Aldi berguncang dengan tangan yang gemetar ia mencoba meraih telapak tangan Aira, rasa sesal yang amat dalam pada Aldi, karna dirinya, Aira hampir celaka.


Heru dan Doni pun haru menyaksikan peristiwa tersebut, mereka tak pernah melihat Aldi sesedih itu sebelumnya.


Beberapa saat hening, tiba-tiba saja pintu ruangan di ketuk oleh seseorang.

__ADS_1


Heru dan Doni menghampiri pintu dan membukanya, mereka pun di kagetkan oleh dua orang petugas berseragam kepolisian.


Jantung Heru berdetak dengan kencang, kakinya gemetaran.


"Selamat pagi Pak, kami mencari saudara Aira, yang katanya sedang di rawat di ruangan ini," ucap petugas tersebut dengan nada yang tegas.


"Iiya bebenar Pak, ada apa?" Tanya Heru dengan gugup.


"Begini menurut laporan, saudara Aira sudah di tetapkan menjadi tersangka dalam kasusnya, dan berhubung saudara Aira sedang sakit, maka petugas kami akan mengawasi ruangan ini selama 24 jam, sampai menunggu tindakan selanjutnya."


Heru semakin  syok, mata nya memejam untuk beberapa saat.


"Maaf Pak, bisa bertemu dengan suami dari Aira, kami ingin meminta keterangan darinya langsung." polisi.


Mendengar suara dari luar yang menyebutkan nama Aira, Aldi pun keluar dan kaget melihat kedua orang polisi yang berseragam tersebut sedang bicara pada Heru.


"Ada apa ini Pak?" tanya Aldi heran.


"Apakah anda suami dari saudara Aira?"Tanya petugas tersebut.


"Iiiya Pak ada apa?" Tanyanya semakin tak mengerti.


"Anda ikut kami ke kantor polisi sebagai saksi untuk memberikan keterangan menyangkut kasus yang di lakukan saudari Ryanti Alfaira alias Aira," ucap polisi tersebut.


"Tapi kasus apa?" tanya Aldi dengan kekhawatiran pada raut wajahnya.


"Istri anda melalukan penganiayaan yang menyebab kan korban sampai meninggal," papar polisi tersebut.


Bagai tersengat listri ribuan volt, tubuh Aldi mematung dengan mulut yang menganga.


Bersambung dulu ya, guys, maaf ya episode-episode akhir-akhir ini bikin kalian sedih, ada yang bertanya kenapa hidup Aira selalu menderita, karna kalau yang menderita hidup author, author pasti gantung diri, engak bercanda, itu karna suatu saat Aira akan mendapatkan kebahagian yang melimpah,.ini adalah ujian hidupnya yang akan membuatnya menjadi wanita kuat dan cerdas, ikuti terus ya kisahnya.


Author punya pantun nih, biar ngak tegang.


Buah markisa, buah kedongdong, sudah di baca komentar dan like nya dong.


Terima kasih kepada reader yang selalu mendukung author, dari like, komen dan hadiah, makasih bgt karna telah menyemangati author, maaf kalau tak semua komentar bisa author balas, tapi author senang sekali dengan penghargaan yg kalian berikan, love u All, kepanjanganya pidatonya mengalahkan isi novel aja.

__ADS_1


__ADS_2